« Kembali

Sudah tidak disenandungkan masyarakat, Lela Ledung dilestarikan di desa/kampung musik

Tanggal : Senin, 10 Desember 2018 Dilihat : 6529 kali

Seperti halnya Lela Ledhung, semacam lagu ’nina bobo'-nya Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, setiap daerah di Indonesia memiliki lagu buaian untuk anak sebelum tidur, ungkap Agus ’Patub’ Budi Nugroho, dengan kekhasan melodi dan bahasa masing-masing. Ada Ratu Anom di Bali, dan Palok Sagu di Natuna, dan lain-lain, selain Lela Ledhung, namun menurut seniman musik DIY tersebut, tidak ada yang menginventaris (mencatatnya).

Tak lela, lela, lela ledung...

Cep menenga aja pijer nangis

Anakku sing ayu/bagus rupane

Yen nangis ndak ilang ayune/baguse.


Tak gadhang bisa urip mulya...

Dadiya wanita utama/satria pandhita

Ngluhurake asmane wong tuwa

Dadiya pendekaring bangsa.

Lagu ini sungguh sugestif positif sekali (punya sarat makna dan sangat menyentuh perasaan), ungkap Agus ’Patub’, membayangkan kebiasaan nenek moyang yang bersenandung tanpa diiringi musik. Saat itu pun, belum ada slendro dan belum ada notasi musik. Sayangnya, sekarang Lela Ledung boleh disebut sudah tidak diterapkan di masyarakat. Karena itu, Agus ingin menjaga keberadaannya, dengan mengajarkan di sembilan desa/kampung musik binaannya, melalui nyanyian (vokal), suling, dan angklung. Dengan demikian, alunan nada membuai lagu itu bisa selalu dinikmati, meskipun bukan untuk buaian anak sebelum tidur.

Dibandingkan dengan lagu lain semacam itu (buaian untuk anak), Wiegenlied yang diperkenalkan sejak 1868, gubahan terkenal musik klasik Johannes Brahms dari Jerman, diperkirakan Agus ’Patub’ muncul setelah Lela Ledung. Wiegenlied kemudian diinggriskan juga sebagai Lullaby atau Cradle Song. Demikian terkenalnya lagu ini, sehingga sampai sekarang terus diperdengarkan di mana-mana, termasuk sebagai ilustrasi musik, atau untuk keperluan iklan.(hen/ppsf)

Bagikan :

BERITA LAIN Lihat Semua

...
22 Agt 2019

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama dengan Komunitas Komik "Mulyakarya" melaksanakan Workshop dan Lomba Lukis Komik yang bertajuk "Kukuruyug #5". Diikuti oleh 100 pelajar dari Kabupaten Kota di lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta, W

...
21 Agt 2019

Paguyuban Nyawiji Budaya menyelenggarakan PENTAS KETHOPRAK "Srengenge Kembar"Hari: Jum'at, 13 September 2019Pukul: 20.00 WIB - selesaiTempat: Halaman Balai Desa Tamantirto,Kasihan, Bantul, YogyakartaBINTANG TAMU:Gereh Pethek, Sihono ClewoSutradara: Dhanik

...
21 Agt 2019

Dalam rangka Muhibah Budaya Mataram yang dilakukan Pemda DIY ke Kabupaten Ponorogo, maka Dinas Kebudayaan DIY mengadakan PameranHeritage yang diselenggarakan di Gedung KORPRI di Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Pameran diselenggarakan da

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta