« Kembali

Menjinakkan Nada Setelah Jatuh Bangun Mengolah Kepekaan Bunyi

Tanggal : Jumat, 7 September 2018 Dilihat : 7086 kali

Belajar bermain musik (memainkan nada) secara tertata (sistematis) ala Agus ’Patub’ Budi Nugroho, dimulai dari mengolah dan mengasah kepekaan akan bunyi. Bahan bakunya tersedia berlimpah di lingkungan sekitar kita. Bunyi yang alami bersumber dari peristiwa alam, hewan, tumbuhan dan manusia. Diungkap Agus ’Patub’, bunyi dari unsur alam ini bermanfaat seperti vitamin (memacu) otak dan rasa, sehingga menimbulkan suasana yang khas.

Selain dari alam, bunyi dapat juga berasal dari benda mati (misalnya batu yang dipukul-pukul), dan bunyi tiruan/buatan sebagai hasil olah budidaya manusia, misalnya alat musik (instrumen).

Menurut Agus ’Patub’-yang menekuni musik (terutama dari bambu), membentuk dan membina kampung-kampung musik di Daerah Istimewa Yogyakarta (terutama di Sleman) secara gerilya, swadaya, dan mandiri- kepekaan rasa akan bunyi ditempa dari merasakan detak jantung. Dari sini, dapat dirasakan irama aliran darah melalui jari-jari pada kedua telapak tangan. Juga menirukan (olah vokal) bermacam-macam bunyi dari peristiwa yang khas, sampai dengan olah gerak tubuh, dan tepukan tangan.

Mengolah kepekaan bunyi yang dilakukan dengan sabar, tekun, dan jatuh bangun, ungkap Agus ’Patub’ (kelahiran Kebumen, Jawa Tengah) yang pernah belajar lima macam suling nusantara, cenderung membawa kita mudah memperlakukan bunyi atau menjinakkan nada sesuai dengan keinginan. Hal ini terjadi ketika menggubah komposisi musik, merangkai nada menjadi melodi, pada berbagai macam alat musik.

Setelah melodi terbentuk, bingkailan dengan irama, sehingga jadilah musik. Apabila musik ibarat masakan, bunyi adalah bumbunya. Kelezatan suatu masakan, tergantung pada racikan bumbu si tukang masak.(hen/ppsf)

 

Bagikan :

BERITA LAIN Lihat Semua

...
13 Jun 2019

Salam sahabat museumHari ini,hari kamis yang artinya KAMUS alias Kamis Museum. kali ini KAMUS akan membahas tentang koleksi dari Museum Sandi.Yuk simak koleksi apa yang ada di Museum Sandi yang akan kita kupas di KAMUS kesempatan kali ini.Koleksi @museum.

...
13 Jun 2019

Kaledonia Baru,pulau sebesar mrica ditimur benua Australia yang dihuni 220.000 jiwa itusebagian besar penduduknya adalah bersuku Jawa (7000 jiwa). Kedatangan merekaterbagi atas tiga gelombang: gelombang I 1896, gelombang II 1933, gelombang III1970 sebagai

...
23 Mei 2019

Salam dan Bahagia!Apa kabar Sahabat Museum??Bertemu lagi dengan KaMus (Kamis Museum) yang akan mengulas koleksi masterpiece di MDKG (Museum Dewantara Kirti Griya)Baju Penjara KHD (Ki Hadjar Dewantara). Baju penjara tersebut merupakan bukti perlawanan agi

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta