« Kembali

Pesona Dunia Bawah Laut dari Rajutan dan Crochet pada Pameran ArtJog 2018

Tanggal : Senin, 28 Mei 2018 Dilihat : 152 kali

Menikmati pesona dunia bawah laut, tidak perlu harus menyelam dengan alat bantu pernapasan. Benda-benda yang terletak jauh di dasar laut, bahkan bisa dilihat dari dekat. Hal ini tampak pada karya seni yang menggambarkan suasana kehidupan makhluk laut, pada pameran ArtJog 2018. Senimannya seperti memindahkan dunia air yang beraneka warna dan bentuknya pada ruang yang ditata sedemikian rupa, dengan demikian memesona. Penonton merasa bak berada di dalam akuarium, dan bisa bebas menikmati keindahannya.

Hal ini diwujudkan Mulyana, seniman yang memang mengagumi dunia bawah laut, dan punya keahlian dalam rajutan dan crochet. Dari sini, dia membawa keinginan mengangkat pemandangan dunia air yang menakjubkan, namun dianggap dia luput atau tersembunyi dari amatan orang lain, bisa dilihat dengan cukup mudah.

Karya indah memesona dan cukup besar ini bukan sendirian saja dibuat Mulyana, seniman kelahiran Bandung, 1984, yang mendapat kesempatan istimewa (sebagai commission artist) pada pameran tersebut. Ibu-ibu di Sorogenen pun ikut turun tangan membantu mewujudkan gagasan Mulyana.

Melirik sudut lain pameran, berdiri kokoh patung setinggi tiga meter, berpedang besar, tampak seperti tokoh cerita dalam komik silat. Sang seniman, Ichwan Noor, menamai karyanya ”Dewa Perang Cina (Chinese God of War)”. Selain pedang, bagian yang mencolok adalah bentuk helai kain sepasang yang melengkung pada pundak. Patung ini dirangkai dari sekumpulan besar bekas suku cadang mesin kendaraan.

Lain lagi karya Yudi Sulistyo, yang berjudul Mengatasi Masalah Tanpa Masalah (sama dengan semboyan pegadaian). Cara senimannya memberi sentuhan dengan cat pada karyanya, sangat terinci dan mengesankan, sehingga membuat masalah pada (mengecoh) penglihatan penonton. Tampak benar-benar seperti besi, ternyata setelah diketuk-ketuk perlahan, benda berbentuk mesin roket atau pesawat canggih dalam cerita khayalan ini, tersusun dari macam-macam bahan, sebagian besar kertas karton, dan sebagian kecil dari benda plastik.

Boleh dikatakan bahwa karya-karya yang ditampilkan, terlihat mengagumkan, dan memancarkan daya tariknya sendiri. Tidak berlebihan bahwa tampaknya para seniman cukup berhasil membuat semacam ’pencerahan’, sesuai dengan tema pameran. Mereka membuka mata dan pandangan, serta memancing rasa ingin tahu penonton terhadap suatu karya seni, sebagai kebebasan yang mencerahkan, apapun bentuknya.

Pengunjung pameran dapat mengikuti curatorial tour, yaitu kegiatan jalan-jalan menjelajahi sudut-sudut tempat sejumlah karya seni yang dipamerkan, dengan dipandu dua kurator pameran, Bambang ’Toko’ Witjaksono dan Ignatia Nilu. Mengambil contoh semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini mencerahkan bangsanya, terutama kaum perempuan, dikemukakan Bambang bahwa ilmu pengetahuan (begitu pula seni) bukan untuk diri sendiri saja, melainkan juga disebarkan kepada orang lain.

 

Selain melihat-lihat karya seni rupa, pengunjung juga dapat menyaksikan penampilan seniman musik, pertunjukan, teater, dan tari, dari dalam dan luar negeri. Karcis masuk seharga Rp50.000, cukup murah, padahal mutu seniman-senimannya bukan kacangan, yang tampil sekadarnya. Seniman dan pekerja seni lainnya pada sejumlah gerai khusus, memamerkan dan menjual cendera mata pernak-pernik khas ArtJog.

Pelaksanaan pameran Artjog kesebelas, 2018, berlangsung sampai dengan 4 Juni 2018, di Museum Nasional Yogyakarta, mengusung tema ’Pencerahan’ (Enlightenment). Kegiatan ini merupakan kerja sama Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, serta mitra-mitra kerja, dari dalam daun luar negeri.(hen/ppsf)

 

Bagikan :

BERITA LAIN Lihat Semua

...
22 Jun 2018

Syawalan di Dusun Keyongan KidulRt 05, Pedukuhan Dukuh,Sabdodadi,Bantul, pada Kamis (21/06) berjalan sangatmeriah. Acara tersebut merupakan kegiatan yang melibatkan gotong royong dari seluruh warga Keyongan Kidul. Dengandi dukung oleh penampilan kesenian

...
22 Jun 2018

Suara keprak sebagai tanda dimulainya Festival Kethoprak Tingkat Kabupaten Sleman 2018 oleh Bupati Sleman Sri Purnomo.  Festival Kethoprak tahun ini diikuti 17 kecamatan, masing-masing kecamatan menampilkan 1 grup kethoprak.  Pertunjukan Festival Kethop

...
17 Jun 2018

Bank Sampah ALAM LESTARI  didirikan pada 02 Maret 2016.,di pedukuhan 2 Ceme, Srigading, Sanden,Bantul, Yogyakarta. Berawal dari beberapa warga yang mulai merasakan beberapa masalahakibat adanya sampah di lingkungan Pedukuhan Ceme, akhirnya dibentuklah ke

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta