« Kembali

Semangat Desa Semin, Gunungkidul, mengembangkan sumber daya budayanya

Tanggal : Sabtu, 16 Maret 2019 Dilihat : 581 kali

Tantangan bagi desa budaya adalah ketika desa rintisan budaya malah lebih maju daripada yang desa budaya. Karena itu, desa budaya diminta terus terpacu dan bersemangat membangun budayanya, dengan menggali dan mengembangkan sumber daya budaya di desa, antara lain gelar upacara tradisi, juga usaha kecil dan menengah.

Berkaitan dengan hal itu, kunjungan dinas kebudayaan (kundha kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta, bersama dengan tenaga ahli verifikasi, di Desa Semin, Gunungkidul, termasuk di semua desa budaya di DIY, bukan dengan maksud menilai (seperti pada lomba), melainkan ingin mengetahui keadaan sebenarnya, tegas kepala bidang pemeliharaan dan pengembangan adat tradisi, lembaga budaya, dan seni, Dra. Yuliana Eni Lestari Rahayu. Terkait dengan desa budaya, diungkap kepala bidang, sekaligus menyampaikan pesan kepala dinas, bahwa tiga tahun mendatang, semua desa budaya (sebanyak 56 desa) harus sudah punya gamelan.

Sampai sekarang, Desa Semin, yang berdiri sejak 1930, dan cukup dekat dari perbatasan dengan Kabupaten Klaten, dan Sukoharjo, Jawa Tengah, termasuk di antara sejumlah desa budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta yang belum punya gamelan sendiri. Diharapkan bahwa mulai tahun ini, secara bertahap pengadaan gamelan melalui dana keistimewaan dapat terwujud.

Pada sisi lain, Desa Semin terus berupaya mengembangkan sumber dayanya, termasuk budaya, giat menggerakkan kelompok musik tradisional, permainan anak-anak, menggelar upacara adat, dan lain-lain. Demikian pula usaha kecil dan menengah, seperti makanan sehat tradisional, yang berdasarkan budaya setempat, dan aneka kerajinan tangan, dikembangkan, papar ketua desa budaya Semin, Sugito. Masyarakat pun mendapat kesempatan ikut pameran pada tingkat regional dan internasional.

Kunjungan dinas kebudayaan (kundha kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta, bersama dengan tenaga ahli verifikasi, di Desa Semin, Gunungkidul, pada Jumat, 15 Maret 2019. Kegiatan ini merupakan rangkaian kunjungan di 15 desa budaya di Kabupaten Gunungkidul. yang dimulai sejak Rabu, 13 Maret 2019, di Desa Giring, dan Kemadang, serta Kamis, 14 Maret 2019, di Desa Giripurwo, dan Girisekar.(hen/lembud)

 

Bagikan :

BERITA LAIN Lihat Semua

...
20 Mei 2019

Senin 20 Mei 2019, Dinas Kebudayaan DIYmenyelenggarakan Sarasehan Warisan Budaya Takbenda Keris. Dalam kesempatan ini,hadir seluruh perwakilan dari Paguyuban Keris yang ada di DIY diantaranyaPaguyuban Keris Pametriwiji, Paguyuban Keris Mertikarta, Paguyub

...
18 Mei 2019

“Wargo Budoyo” Menjaga ExistensiSeni Tradisional KethoprakSeniTradisi Kethoprak merupakan jenis seni drama tradisional,  Jenis kesenian tersebut berkembang sangatpopular di masyarakat Jawa pada umumnya, karena secara historys keseniankethoprak  berk

...
18 Mei 2019

Menjaga nilai nilai tradisiKebudayaan adalah segala sesuatu yang berkaitandengan Cipta, Rasa, Karsa dan hasil karya manusia melalui proses pembelajaranyang mengakar di segala lapisan masyarakat.            PadaJum’at sore, 17/05 di Pendopo Di

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta