« Kembali

Semangat Desa Semin, Gunungkidul, mengembangkan sumber daya budayanya

Tanggal : Sabtu, 16 Maret 2019 Dilihat : 130 kali

Tantangan bagi desa budaya adalah ketika desa rintisan budaya malah lebih maju daripada yang desa budaya. Karena itu, desa budaya diminta terus terpacu dan bersemangat membangun budayanya, dengan menggali dan mengembangkan sumber daya budaya di desa, antara lain gelar upacara tradisi, juga usaha kecil dan menengah.

Berkaitan dengan hal itu, kunjungan dinas kebudayaan (kundha kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta, bersama dengan tenaga ahli verifikasi, di Desa Semin, Gunungkidul, termasuk di semua desa budaya di DIY, bukan dengan maksud menilai (seperti pada lomba), melainkan ingin mengetahui keadaan sebenarnya, tegas kepala bidang pemeliharaan dan pengembangan adat tradisi, lembaga budaya, dan seni, Dra. Yuliana Eni Lestari Rahayu. Terkait dengan desa budaya, diungkap kepala bidang, sekaligus menyampaikan pesan kepala dinas, bahwa tiga tahun mendatang, semua desa budaya (sebanyak 56 desa) harus sudah punya gamelan.

Sampai sekarang, Desa Semin, yang berdiri sejak 1930, dan cukup dekat dari perbatasan dengan Kabupaten Klaten, dan Sukoharjo, Jawa Tengah, termasuk di antara sejumlah desa budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta yang belum punya gamelan sendiri. Diharapkan bahwa mulai tahun ini, secara bertahap pengadaan gamelan melalui dana keistimewaan dapat terwujud.

Pada sisi lain, Desa Semin terus berupaya mengembangkan sumber dayanya, termasuk budaya, giat menggerakkan kelompok musik tradisional, permainan anak-anak, menggelar upacara adat, dan lain-lain. Demikian pula usaha kecil dan menengah, seperti makanan sehat tradisional, yang berdasarkan budaya setempat, dan aneka kerajinan tangan, dikembangkan, papar ketua desa budaya Semin, Sugito. Masyarakat pun mendapat kesempatan ikut pameran pada tingkat regional dan internasional.

Kunjungan dinas kebudayaan (kundha kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta, bersama dengan tenaga ahli verifikasi, di Desa Semin, Gunungkidul, pada Jumat, 15 Maret 2019, merupakan rangkaian kunjungan di desa budaya di Kabupaten Gunungkidul. Rangkaian kegiatan ini dimulai sejak Rabu, 13 Maret 2019, di Desa Giring, dan Kemadang, serta Kamis, 14 Maret 2019, di Desa Giripurwo, dan Kepek,(hen/lembud)

 

Bagikan :

BERITA LAIN Lihat Semua

...
21 Mar 2019

Sesuai dengan namanya ‘Pawon’ dalam bahasa indonesia berarti dapur, sedangkan kata ‘ageng’ berarti besar. Peralatan dapur ini memiliki ukuran yg sangat besar tidak seperti peralatan dapur biasanya. Penasaran kan?? Yuk ke Museum Puro PakualamanSum

...
19 Mar 2019

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Aris Eko Nugroho, SP. M.Si, membuka secara resmi kegiatan TOT Moekti Seni Rupa yang diselenggarakan di Omah Petruk Karang Klethak Sleman. Training of trainer yang diikuti 36 orang guru dari 18 SLB di lingkungan Daerah Istimewa

...
16 Mar 2019

Upacara adat rasulan, bersih dusun di Tegalsari, Desa Semin, Gunungkidul, pada Jumat Wage, 15 Maret 2019, melambangkan rasa syukur warga masyarakat kepada Sang Pencipta, atas karunia panen yang berlimpah. Sebelum paraden hasil bumi dibagi-bagikan kepada

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta