« Kembali

Tampil pertama kali pada gelar seni desa budaya di bandara, Semanu percaya diri

Tanggal : Senin, 8 Juli 2019 Dilihat : 209 kali

Pertama kali tampil di bandara, mempertunjukkan seni budaya, merupakan tantangan bagi Sugeng Kahono, pendamping sekaligus penata tari di desa budaya Semanu, Gunungkidul, mendampingi rekan-rekannya, pada Minggu, 7 Juli 2019. Hal ini terkait dengan tempat dan suasana di bandara yang belum cukup dipahami mereka.

Meskipun demikian, dari pengalaman yang sudah-sudah, diungkap Sugeng bahwa begitu pentas, sesama pelaku seni harus percaya diri, sungguh-sungguh, dan sanggup bekerja sama secara baik, menjaga kekompakan. Isi bahan yang dipertunjukkan, jelas dan benar-benar sudah dikuasai. Dengan demikian, ini merupakan tanggung jawab atas pekerjaan, dan membawa nama baik desa budaya, serta nama Daerah Istimewa Yogyakarta, dipandang dari masyarakat setempat, maupun mancanegara.Desa budaya Semanu terdapat pelaku seni yang punya keahlian tari yang bagus, baik yang garapan, maupun yang klasik/pakem. Sebelum pentas, musyawarah pengurus desa budaya dengan pelaku seni diadakan untuk menentukan jenis tari yang akan dipentaskan, memilih pelaku seni yang sudah mumpuni, busana yang sesuai, disamping selalu berlatih.

Tarian yang ditampilkan pelaku seni dari desa budaya Semanu, dilaksanakan di tempat kedatangan penumpang, Bandara Internasional Adisucipto, Yogyakarta, adalah Golek ayun-ayun, Prasapa bumi, dan Angkrek. Penampilan mereka demikian menarik perhatian para penumpang, sehingga sampai diulang lima kali. Sugeng mengaku senang ditanggapi dengan baik seperti itu, walaupun memang menguras tenaga. Gelar seni desa budaya di bandara merupakan kegiatan pembinaan dan pengembangan desa budaya yang diadakan dinas kebudayaan (kundha kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta.(hen/lembud)

 

Bagikan :

BERITA LAIN Lihat Semua

22 Jul 2019

  Desa budaya bisa memberi kesan yang kuat terhadap khalayak, mengenai keunggulan atau ciri khas masing-masing. Ini hal penting yang harus diperhatikan, ungkap Bryan Wildan Asahara, S.T. Dengan demikian, desa punya kiat sendiri-sendiri untuk mengenalkan

...
22 Jul 2019

JOGJA ISTIMEWA SELASA WAGEN"Selasa Wage itu tidak sekadar kosong orang jualan, tapi bagaimana juga ada performance. Bahwa Jogja itu setiap hari ada aktivitas budaya," ujar Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X saat meninjau kawasan Malioboro Selasa (

...
21 Jul 2019

Tahun ini International SETI Conference #04 2019 akan bekerja sama dengan Lembaga Indonesia Prancis, IFI - LIP, Kedutaan Besar Perancis,  serta dengan Program Doktor Kajian Budaya (S3), Kajian Seni dan Masyarakat, Universitas Sanata Dharma (USD), Yogyaka

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta