« Kembali

Menjaring Mutiara Berkilau yang Terpendam dari Ajang Lomba Pencarian Bakat

Tanggal : Senin, 22 Oktober 2018 Dilihat : 1052 kali

Ajang lomba pertunjukan seni betul-betul dapat memperlihatkan sumber daya manusia berbakat (di wilayah Kotagede misalnya), yang selama ini mungkin mereka tidak pernah mendapat kesempatan tampil. Ibarat mutiara, ternyata terserak banyak mutiara berkilau yang tersembunyi, dan mungkin bisa ditambah kilaunya. Mereka terlihat benar bisa unjuk ketrampilan, bahkan menurut Brisman HS, yang telah lama menekuni dunia perfilman, salah satu juri pencarian bakat pada 2017, mereka yang tidak pernah diberi kesempatan tampil, justru bagus dalam penampilannya, dibandingkan dengan yang sudah sering tampil.

Keunikan dengan karya yang dipertunjukkan peserta, kemasan pertunjukannya, penguasaan panggung, musik pengiring dan tampilannya, serta tingkat keberhasilan pesan yang sampai pada penonton, mendapat perhatian dari juri lainnya, Agus ’Patub’ Budi Nugroho, seniman Daerah Istimewa Yogyakarta yang sarat pengalaman dalam pertunjukan musik.

Meskipun tidak apple to apple (membandingkan sesuatu yang belum tentu sepadan), juri punya baku mutu nilai terhadap setiap tampilan peserta. Aspek yang dihitung banyak, namun prestasi dan keterkenalan tidak termasuk hal yang memengaruhi penilaian, tegas Hendi Setio Yulianto, tokoh masyarakat dan panitia lomba pencarian bakat di Kotagede.

Melalui ajang lomba, sumber daya manusia yang punya bakat dan minat seni, baik secara perseorangan maupun kelompok, yang tidak punya atau punya sanggar, atau pun kelompok lainnya, bisa terbantu menyalurkan kemampuannya. Lomba pencarian bakat di Kotagede pada 2018, dijadwalkan berlangsung pada bulan November.(hen/ppsf)

 

Bagikan :

BERITA LAIN Lihat Semua

12 Nov 2018

Lukisan kuno yang dibuat dengan tinta warna merah dari oker (campuran tanah liat dan getah pohon), pada dinding Gua Sugipatani, di Desa Liangkobori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara, yang menggambarkan orang sedang bermain laya

12 Nov 2018

Sikap seniman sebangsanya yang tidak menyebarkan ilmunya kepada masyarakat sebangsa sendiri, membuat prihatin Agus ’Patub’. Banyak seniman yang mendamparkan diri mereka di luar negeri. Mereka bangga mengajar kesenian nusantara kepada orang-orang ma

...
05 Nov 2018

Macapat Massal Non Stop Selama 72 Jam Kabupaten Bantul M ACAPAT merupakan seni Tradisiyang berkembang di Bantul. Gawe ataupun Hajatan itu bertemakan ‘’ MacapatMassal Non Stop Selama 72 Jam”, rangkaian acara tersebut berjalan lancar dansukses.

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta