« Kembali

Menjaring Mutiara Berkilau yang Terpendam dari Ajang Lomba Pencarian Bakat

Tanggal : Senin, 22 Oktober 2018 Dilihat : 7007 kali

Ajang lomba pertunjukan seni betul-betul dapat memperlihatkan sumber daya manusia berbakat (di wilayah Kotagede misalnya), yang selama ini mungkin mereka tidak pernah mendapat kesempatan tampil. Ibarat mutiara, ternyata terserak banyak mutiara berkilau yang tersembunyi, dan mungkin bisa ditambah kilaunya. Mereka terlihat benar bisa unjuk ketrampilan, bahkan menurut Brisman HS, yang telah lama menekuni dunia perfilman, salah satu juri pencarian bakat pada 2017, mereka yang tidak pernah diberi kesempatan tampil, justru bagus dalam penampilannya, dibandingkan dengan yang sudah sering tampil.

Keunikan dengan karya yang dipertunjukkan peserta, kemasan pertunjukannya, penguasaan panggung, musik pengiring dan tampilannya, serta tingkat keberhasilan pesan yang sampai pada penonton, mendapat perhatian dari juri lainnya, Agus ’Patub’ Budi Nugroho, seniman Daerah Istimewa Yogyakarta yang sarat pengalaman dalam pertunjukan musik.

Meskipun tidak apple to apple (membandingkan sesuatu yang belum tentu sepadan), juri punya baku mutu nilai terhadap setiap tampilan peserta. Aspek yang dihitung banyak, namun prestasi dan keterkenalan tidak termasuk hal yang memengaruhi penilaian, tegas Hendi Setio Yulianto, tokoh masyarakat dan panitia lomba pencarian bakat di Kotagede.

Melalui ajang lomba, sumber daya manusia yang punya bakat dan minat seni, baik secara perseorangan maupun kelompok, yang tidak punya atau punya sanggar, atau pun kelompok lainnya, bisa terbantu menyalurkan kemampuannya. Lomba pencarian bakat di Kotagede pada 2018, dijadwalkan berlangsung pada bulan November.(hen/ppsf)

 

Bagikan :

BERITA LAIN Lihat Semua

19 Des 2018

Sekarang ini, masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya, dan masyarakat lain pada umumnya, dapat dengan mudah mengetahui film dan karya audio visual Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, melalui katalog film online, dengan tautan (link) ht

19 Des 2018

Wayang itu anekatafsir. Jadi, mau dinaskah sesuai dengan keadaan sekarang, sangat memungkinkan. Bukan hanya lakon Pandawa Dadu, melainkan seperti Wiratha Parwa, dan lain-lain, juga bisa, ungkap Ki Edi Suwanda, tokoh pedalangan Daerah Istimewa Yogyakarta.

12 Des 2018

Orang Jawa itu matematis, semua hal serba dihitung. Dalam bahasa Jawa, petung artinya menghitung. Seperti teori probabilitas (kemungkinan) pada matematika, bukan berarti semuanya mungkin, melainkan semuanya bisa dihitung, bahkan sampai pada tingkatan fra

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta