« Kembali

Tari Edan-edanan dan Sintren undang penasaran dan senyum penumpang di bandara internasional Adisucipto

Tanggal : Selasa, 30 Juli 2019 Dilihat : 170 kali

 

Para penumpang yang baru melewati pelataran kedatangan di bandara internasional Adisucipto, pada Minggu, 28 Juli 2019, tersenyum dan melirak-lirik menyaksikan tari-tarian yang diringi dengan musik yang lincah, dan menghentak rancak. Seketika mereka menghentikan langkah sejenak, merekam dengan video atau mengambil foto.

Perhatian mereka terarah pada tari-tarian yang merupakan persembahan kelompok kesenian dari Desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman. Unjuk kesenian yang dilakukan para pelaku seni ini merupakan bagian dari kegiatan pentas seni desa budaya di bandara.

Tari Edan-edanan yang dilakukan oleh sepasang penari, diilhami dari abdi dalem yang melakukan tari edan-edanan yg melambangkan sebagai tolak bala. Dengan harapan, agar yang jelek-jelek (dilambangkan dengan wujud makhluk yang tidak biasa, misal rupanya, dan lain sebagainya) dibersihkan.

Sebenarnya, tarian itu tidak boleh dilakukan di luar karaton. Setelah diizinkan, seiring dengan perkembangan zaman, sejumlah tarian boleh ditarikan di luar karaton, walaupun ada pengecualian (bukan semua). Penerapannya di lingkungan masyarakat, pada pernikahan, ditarikan di depan pasangan pengantin. Sedangkan tari Sintren adalah tari garapan baru gaya Yogyakarta yang merupakan tari penyambutan, dan ditarikan oleh lima penari.

Seorang penumpang dari Samarinda yang berkunjung di Yogyakarta, bersama dengan istrinya yang berasal dari Klaten, mengakui bahwa pentas itu baru pertama kali disaksikan, dan bagus. Hal ini senada dengan tanggapan penumpang lain bahwa kegiatan tersebut, yang didukung dinas kebudayaan (kundha kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta, penting ditindaklanjuti, dan dikemas lebih bagus, karena mendapat perhatian tinggi dari masyarakat. Bukan dari daerah setempat saja, melainkan secara nasional (antara lain mendapat perhatian dari Angkasa Pura). Mungkin lain waktu bisa ditampilkan bukan Sabtu dan Minggu saja.(hen/lembud)

 

Bagikan :

BERITA LAIN Lihat Semua

16 Agt 2019

Kementrian Pendidikan & Kebudayaan RI melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, hari Kamis, 15 Agustus 2019, menetapkan 30 karya budaya DIY sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2019. Penetapan sebagai hasi

16 Agt 2019

Sepasang turis mancanegara bersemangat ikut menari. Demikian terhanyutnya, sehingga mereka seakan-akan melupakan kepenatan setelah menempuh perjalanan jauh menumpang pesawat. Para penari dari desa budaya Semin, Gunungkidul, terus berjoget, sambil senyum d

...
12 Agt 2019

Pada hari Senin 12 Agustus 2019, Dinas Kebudayaan DIY menyelenggarakan acara Sarasehan Pelestarian Warisan Budaya bagi Penerima Penghargaan Pelestarian Warisan Budaya yang bertempat di Museum Negeri Sonobudoyo Yogyakarta. Acara ini adalah tindak lanjut da

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta