« Kembali

Tradisi Merti Dusun,Tegalrejo Srigading

Tanggal : Senin, 30 Juli 2018 Dilihat : 932 kali

Merti dusun sebagai wujud syukur kepada Tuhan yang Maha Esa ataslimpahan rejeki hingga kini masih dilestarikan oleh warga Tegalrejo,Srigading,Sanden,Bantul.

Tradisi merti dusun atau yang oleh masyarakat setempat biasa disebuttradisi majemuk umum kali ini diselenggarakan minggu malam 29/7/2018 bertempatdi kediaman dukuh Tegalrejo dengan diikuti pagelaran wayang kulit oleh dalangKi Suwondo dari Bantul dengan lakon Arjuno suci.

Dukuh Tegalrejo Junarto saat ditemui menjelaskan bahwa "merti dusunini rutin dilangsungkan setiap tahun sehabis masa panen dengan rangkaian acarakenduri dusun dan doa bersama diteruskan pementasan wayang kulit yang merupakanpuncak rangkaian acara sebagai ungkapan rasa syukur segenap masyarakat ataspanen musim tanam tahun ini yang berlimpah."

Acara diawali sambutan lurah desa Srigading Wahyu Widada, SE yangmenyampaikan ucapan selamat dan rasa syukur atas hasil yang telah dirasakanwarga dan berpesan agar tradisi merti dusun yang digabung dengan pagelaran senibudaya tersebut dilestarikan sesuai visi misi lurah desa Srigading "Segaramukti".setelah didahului penyerahan wayang tokoh Arjuna oleh lurah Srigadingkepada dalang Ki Suwondo,dilanjutkan dengan pementasan wayang kulit semalamsuntuk.

Pementasan yang cukup menyedot perhatian penonton ini selaindihadiri sejumlah perangkat pamong desa juga sejumlah tamu undangan darimuspika setempat.diharapkan dengan acara tradisi merti dusun ini makin masyarakatsemakin guyup rukun,semangat bekerja,serta lebih mendekatkan diri kepada sangpencipta agar tak lupa selalu bersyukur.(bogers)

Bagikan :

BERITA LAIN Lihat Semua

16 Okt 2018

Penghargaan kepada Yogyakarta sebagai kota budaya Asia (Asia City of Culture), tidak lantas melenakan kita, tetapi justru merupakan pemacu semangat meningkatkan perhatian (apresiasi) masyarakat terhadap kebudayaan sendiri. Boleh saja disebut bahwa negara

09 Okt 2018

Pelaku berbahasa Jawa tutur, yang sering dipergunakan dalam pergaulan sehari-hari, boleh mengungkapkan atau menyampaikan perasaan atau pendapatnya dengan bahasa Jawa yang tidak baku. Hal ini dikemukakan Paksi Raras Alit, pemerhati bahasa Jawa. Meskipun de

01 Okt 2018

Berkesenian merupakan upaya masyarakat melestarikan bentuk kesenian yang dilakukan secara alami, tanpa paksaan, tidak mengejar atau mengharapkan perhatian orang, bahkan menumbuhkan semangat berkesenian secara mandiri. Masyarakat jejaring musik yang dibin

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta