« Kembali

Dari Kampung Cepit, Condongcatur, Mengalir Semangat Persahabatan Manusia dengan Sungai

Tanggal : Jumat, 16 Maret 2018 Dilihat : 1992 kali

Perilaku masyarakat masih banyak yang tidak peduli akan pentingnya menjaga kebersihan sungai. Mereka menganggap sungai sebagai tempat membuang sampah secara mudah, murah, bahkan tanpa biaya, tidak melalui petugas yang mengurus sampah. Keadaan ini membuat tidak nyaman masyarakat di sekitar sungai, dan yang ingin merawat sungai. Jika tidak terawat, dan hanya sebagai tempat pembuangan sampah, sungai terasa tidak nyaman. Menyikapi perilaku masyarakat yang memrihatinkan itu, dan mengajak masyarakat agar mau bersahabat dengan sungai, sejumlah kegiatan digelar secara berkala di Condongcatur sejak hampir tiga tahun lalu, seperti jazz lepen, mancingmania, juga festival tempe, dan lain-lain. Mereka ingin disadarkan bahwa menjaga kebersihan sungai justru membawa manfaat, bahkan anak-anak bisa bermain di sungai.

Dewi Nur Laila, penggerak PKK Desa Condongcatur, yang menganggap kebiasaan buruk membuang sampah di sungai sebagai virus, terus berupaya menyadarkan masyarakat. Dia mengajak masyarakat  tidak membuang sampah di sungai melalui video pendek pada media sosial. Sekarang, setiap padukuhan di Condongcatur (juga darwis dan dasawisma) berlomba-lomba membuat video pendek seperti itu. Selain itu, hampir semua padukuhan sudah punya bank sampah. Anak-anak kecil paud pun sudah dikenalkan dan diajarkan peduli lingkungan sejak dini. Upaya mengurangi perilaku buruk tersebut, mulai membawa manfaat, antara lain bisa mengangkat nama Condongcatur. Kawasan kumuh di sana menjadi tempat yang bagus dan layak huni.

Ella, panggilan akrab Dewi Nur Laila, yang tinggal di Kampung Cepit, merasa sangat jengkel pada orang yang tampak berpendidikan, necis, cantik-cantik, ganteng-ganteng, ternyata diam-diam memperparah keadaan, dengan ikut-ikutan membuang sampah di sungai. Sering terjadi juga, ada yang membuang dari kendaraan roda empat atau roda dua, kemudian kabur secepat-cepatnya.

Ella, yang ditunjuk sebagai sutradara, dibantu kawan-kawan dari komunitas Pelang, komunitas Sungai Green Kayen, PPK Desa Condongcatur, dan RAPI Depok, masing-masing lima orang, mengikuti workshop pembuatan film pada masyarakat desa, dibimbing para pegiat film, yaitu Khusnul Khitam (Tatam), Bambang Kuntara Murti (Ipung), dan Jihad Aji, serta pendamping seperti Indra Sukmana (Komeng), Riyanto Nugroho, dan Budi Adi Santosa. Kegiatan ini merupakan pengalaman yang cukup berarti dan bermanfaat bagi masyarakat desa, terutama peserta workshop. Tidak berhenti sampai di sana, mereka berencana membuat film lagi, sebagai sarana saling berbagi informasi dengan masyarakat lain. Pada workshop ini, mereka mengangkat tema upaya menggerakkan masyarakat desa agar sadar dan mau bersahabat dengan sungai.

Pembuatan film itu merupakan bagian dari workshop pembuatan film dengan memberdayakan masyarakat desa, yang juga dilaksanakan berturut-turut di Kulon Progo; Nglanggeran, Gunungkidul; dan Wijirejo, Bantul, sepanjang Februari 2018, kerja sama Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (seksi perfilman) dengan Paguyuban Filmmaker Yogyakarta.(hen/ppsf)

Bagikan :

BERITA LAIN Lihat Semua

19 Des 2018

Sekarang ini, masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya, dan masyarakat lain pada umumnya, dapat dengan mudah mengetahui film dan karya audio visual Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, melalui katalog film online, dengan tautan (link) ht

19 Des 2018

Wayang itu anekatafsir. Jadi, mau dinaskah sesuai dengan keadaan sekarang, sangat memungkinkan. Bukan hanya lakon Pandawa Dadu, melainkan seperti Wiratha Parwa, dan lain-lain, juga bisa, ungkap Ki Edi Suwanda, tokoh pedalangan Daerah Istimewa Yogyakarta.

12 Des 2018

Orang Jawa itu matematis, semua hal serba dihitung. Dalam bahasa Jawa, petung artinya menghitung. Seperti teori probabilitas (kemungkinan) pada matematika, bukan berarti semuanya mungkin, melainkan semuanya bisa dihitung, bahkan sampai pada tingkatan fra

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta