« Kembali

Nonton Bareng, Warga Dirgantara Asri Peringati Sumpah Pemuda

Tanggal : Senin, 29 Oktober 2018 Dilihat : 7717 kali

Pada zaman sekarang dan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sebenarnya masyarakat punya banyak pilihan menonton film yang dapat dinikmati dengan mudah di rumah, bahkan dari telepon genggam. Meskipun demikian, menonton bersama tetap mendapat sambutan meriah masyarakat di pelosok.

Warga perumahan Dirgantara Asri, Jragung, Jogotirto, Berbah, Sleman, nonton bareng film produksi Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Diprakarsai ikatan pemuda Dirgantara Asri (Ikadirga), kegiatan menyambut peringatan Sumpah Pemuda ke-90 tahun ini digelar secara swadaya di lapangan bulutangkis perumahan setempat.

Film yang ditayangkan pada nonton bareng tersebut adalah film dokumenter ”Yogya Kembali”, yang mengangkat di balik peristiwa yang jarang diketahui, ketika Belanda menyerang kembali Yogyakarta pada 1949. Film ini ditulis Aan Ratmanto, pemerhati sejarah bangsa Indonesia kelahiran Bantul, yang meneliti latar belakang peristiwanya dari sumber pustaka di Semarang, Jawa Tengah. Kemudian, film fiksi ”Jenang Keju”, yang mengundang tawa, karya Senoaji Julius, praktisi film dan pengajar pada Akademi Film Yogyakarta (Yogyakarta Film Academy).

Meskipun sederhana, dengan alat sorot dan layar standar saja, nonton bareng pada malam minggu itu, Sabtu, 27 Oktober 2018, dengan lesehan menonton film di lapangan, bisa dirasakan semangat guyub rukun di antara para penonton, apalagi mereka jarang mendapat kesempatan menonton film bersama. Anak-anak, ibu-ibu dan bapak-bapak pun dapat menikmati teh hangat, kacang rebus, dan camilan gorengan.

Mereka tambah terhibur dengan selingan kuis berhadiah, setelah film pertama dan kedua ditayangkan. Di antara penonton, salah satu warga yang berumur 79 tahun, dan akrab disapa Eyang Wiwik, merupakan saksi hidup, ketika ayahnya dulu ikut berjuang dengan Tentara Pelajar di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebenarnya, setelah kedua film itu, acara peringatan ditutup, namun masih ditambah dengan satu lagi tayangan film ”Kleang Kabur Kanginan”. Kegiatan pemutaran film di perumahan Dirgantara Asri, untuk memperingati Sumpah Pemuda, dibuka dengan menyanyi bersama lagu kebangsaan ”Indonesia Raya”, dan lagu wajib nasional ”Bangun Pemudi Pemuda”.

Melalui produksi film dana keistimewaan, Dinas Kebudayaan DIY (seksi perfilman) berupaya melestarikan, menanam, dan menumbuhkembangkan nilai-nilai luhur budaya Jawa Yogyakarta, serta jiwa dan semangat keindonesiaan, sekaligus sebagai upaya penyebarluasan informasi yang menghibur kepada masyarakat, dengan mengangkat sumber daya perfilman di Daerah Istimewa Yogyakarta.(hen/ppsf)

 

Bagikan :

BERITA LAIN Lihat Semua

19 Des 2018

Sekarang ini, masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya, dan masyarakat lain pada umumnya, dapat dengan mudah mengetahui film dan karya audio visual Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, melalui katalog film online, dengan tautan (link) ht

19 Des 2018

Wayang itu anekatafsir. Jadi, mau dinaskah sesuai dengan keadaan sekarang, sangat memungkinkan. Bukan hanya lakon Pandawa Dadu, melainkan seperti Wiratha Parwa, dan lain-lain, juga bisa, ungkap Ki Edi Suwanda, tokoh pedalangan Daerah Istimewa Yogyakarta.

12 Des 2018

Orang Jawa itu matematis, semua hal serba dihitung. Dalam bahasa Jawa, petung artinya menghitung. Seperti teori probabilitas (kemungkinan) pada matematika, bukan berarti semuanya mungkin, melainkan semuanya bisa dihitung, bahkan sampai pada tingkatan fra

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta