« Kembali

Tan Jin Sing Menyingsing Lelap Candi Borobudur Setelah Berabad-abad

Tanggal : Senin, 2 Juli 2018 Dilihat : 592 kali

Orang yang membuka jalan menuju penemuan Candi Borobudur, setelah berabad-abad terlupakan, ternyata bukan (penjajah) Inggris dan Belanda, melainkan penduduk asli Indonesia. Namanya Tan Sin Jing, yang bernama asli Raden Luwar, dan lebih dikenal sebagai KRT Secodiningrat.

Dari biografi ”Tan Jin Sing: Dari Kapiten Cina Sampai Bupati Yogyakarta” (1990), tulisan TS Werdoyo, keturunan Tan Jin Sing, diberi tahu bahwa pada 3 Agustus 1812, Tan Jin Sing bertamu di rumah residen Inggris di Yogyakarta, John Crawfurd, yang sedang bersama dengan atasannya, letnan gubernur jenderal Thomas Stamford Raffles. Tan Sin Jing memperkenalkan diri sebagai bupati Yogyakarta, dengan gelar Kanjeng Raden Tumenggung Secodiningrat, yang diangkat oleh Sultan Hamengkubuwono III.

Pada pertemuan itu, Tan Jin Sing mengetahui bahwa Raffles tertarik akan candi-candi di Jawa (pada waktu itu, Raffles telah melihat Candi Prambanan). Raffles pun mengungkap keinginannya untuk meneliti. Menanggapi hal itu, Tan Jin Sing memberi tahu bahwa seorang mandornya (semasih kecil), pernah melihat sebuah candi besar di Desa Bumisegoro, dekat Muntilan, puluhan tahun silam. Tertarik, Raffles meminta Tan Jin Sing untuk membuka jalan menuju candi itu.

Dengan bantuan Paimin, penduduk setempat, dan kawan-kawannya, jalan rintisan menuju Candi Borobudur dapat selesai dibuat pada Desember 1813 (semula, jalan ini selebar 20 meter, namun kemudian ditambah sampai 50 meter, atas permintaan Cornelius). Tan Jin Sing dan Rachmat (mandornya itu) dapat melihat wujud Candi Borobudur, walaupun sekeliling candi masih ditumbuhi semak belukar, dan bagian bawahnya terkubur dalam tanah. Keadaan ini sengaja dibiarkan Tan Jin Sing, karena khawatir akan merusak bebatuan candi dan bisa mengakibatkan keruntuhannya. Dia mengungkap rasa takjubnya akan Candi Borobudur, dan menaksir bahwa candi itu berumur 1.000 tahun, serta merupakan tinggalan orang Jawa yang beragama Hindu dan Budha.

Raffles tidak sempat melihat langsung Candi Borobudur, namun telah menugaskan Mayor Herman Christian Cornelius, arkeolog berkebangsaan Belanda, dibantu ketiga stafnya, untuk melakukan penelitian di Candi Borobudur pada Januari 1814. Cornelius sangat terkesan dengan upaya Tan Jin Sing.(hen/ppsf)

 

Bagikan :

BERITA LAIN Lihat Semua

19 Sep 2018

Penggemar siaran radio di Yogyakarta dan sekitarnya, tentu ingat ilustrasi musik (jingle) sebagai ciri khas pengenal radio kesayangannya. Membuat ilustrasi musik, misalnya jingle radio, bukan pekerjaan mudah, apalagi dibuat ketika perangkat pendukungny

...
09 Sep 2018

Sabtu (8/9) desa Gilangharjobekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta melakukan sosialisasiUU Desa dan optimalisasi Sistem Informasi Desa (SDI).  Muhammad Eko Atmojo, S. IP, M. IP selaku narasumber memaparkan, “Program ini termasuk pada k

07 Sep 2018

Belajar bermain musik (memainkan nada) secara tertata (sistematis) ala Agus ’Patub’ Budi Nugroho, dimulai dari mengolah dan mengasah kepekaan akan bunyi. Bahan bakunya tersedia berlimpah di lingkungan sekitar kita. Bunyi yang alami bersumber dari per

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta