« Kembali

Upacara Adat Rejeban Kelurahan Terban

Tanggal : Rabu, 25 Juli 2018 Dilihat : 905 kali

Upacara Adat Rejeban yg diselenggarakanoleh Kampung Sagan, Kelurahan Terban ini, terakhir kali dilaksanakan pd th.1968, namun mulai digiatkan kembali pd th. 2014 karena kesepakatan warga untuk melestarikan kembali Upacara Adat yangdimiliki Kampung Sagan. Setelah digiatkan kembali, Upacara Adat Rejeban sudahdilaksanakan selama 5 kali, dimulai pada Tahun 2014 hingga 2018 sekarang.

Rajaban dalam Islam, menurut UstadzNana Karsana merupakan sebuah bulan dimana Rasulullah Muhammad SAW kala itudiperintahkan oleh Allah SWT melakukan perjalanan dari Masjidil Haram (Makkah)ke Masjidil Aqsha (Palestina). Rasul menerima perintah yaitu untuk menerima perintahsalat lima waktu diyakini terjadi pada 27 Rajab. Dalam mitilogi Jawa, tradisiini kemudian meluas menjadi tradisi dalam membersihkan makam.

 

Rangkaian acara Upacara Adat Rejebandimulai dengan Gesik Makam, yaitu membersihkan 3 makam yang ada di wilayahSagan : Makam Bendo, Makam Purbonegoro, dan Makam Carangsoka, yang memilikileluhur yang berbeda-beda. Acara dilanjutkan dengan Kirab yang diikuti oleh BergodoPurbonegoro, wakil dari 12 RW, wakil dari beberapa sekolah yang ada di wilayahkampung Sagan, dan warga masyarakat. Setelah Kirab, acara dilanjutkan denganPasrah Ambeng dan pentas seni.

 

Menurut tokoh budaya setempat, Makambendo memiliki tokoh legendaris bernama Kyai Sag dan Nyai Sag. Beliau berdualah yang kemudian menjadi tokoh panutan di daerah tersebut, sehingga kata Sagkemudian disematkan menjadi nama daerah bernama Sagan.(Tyas)

Bagikan :

BERITA LAIN Lihat Semua

16 Okt 2018

Penghargaan kepada Yogyakarta sebagai kota budaya Asia (Asia City of Culture), tidak lantas melenakan kita, tetapi justru merupakan pemacu semangat meningkatkan perhatian (apresiasi) masyarakat terhadap kebudayaan sendiri. Boleh saja disebut bahwa negara

09 Okt 2018

Pelaku berbahasa Jawa tutur, yang sering dipergunakan dalam pergaulan sehari-hari, boleh mengungkapkan atau menyampaikan perasaan atau pendapatnya dengan bahasa Jawa yang tidak baku. Hal ini dikemukakan Paksi Raras Alit, pemerhati bahasa Jawa. Meskipun de

01 Okt 2018

Berkesenian merupakan upaya masyarakat melestarikan bentuk kesenian yang dilakukan secara alami, tanpa paksaan, tidak mengejar atau mengharapkan perhatian orang, bahkan menumbuhkan semangat berkesenian secara mandiri. Masyarakat jejaring musik yang dibin

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta