« Kembali

Upacara Adat Rejeban Kelurahan Terban

Tanggal : Rabu, 25 Juli 2018 Dilihat : 170 kali

Upacara Adat Rejeban yg diselenggarakanoleh Kampung Sagan, Kelurahan Terban ini, terakhir kali dilaksanakan pd th.1968, namun mulai digiatkan kembali pd th. 2014 karena kesepakatan warga untuk melestarikan kembali Upacara Adat yangdimiliki Kampung Sagan. Setelah digiatkan kembali, Upacara Adat Rejeban sudahdilaksanakan selama 5 kali, dimulai pada Tahun 2014 hingga 2018 sekarang.

Rajaban dalam Islam, menurut UstadzNana Karsana merupakan sebuah bulan dimana Rasulullah Muhammad SAW kala itudiperintahkan oleh Allah SWT melakukan perjalanan dari Masjidil Haram (Makkah)ke Masjidil Aqsha (Palestina). Rasul menerima perintah yaitu untuk menerima perintahsalat lima waktu diyakini terjadi pada 27 Rajab. Dalam mitilogi Jawa, tradisiini kemudian meluas menjadi tradisi dalam membersihkan makam.

 

Rangkaian acara Upacara Adat Rejebandimulai dengan Gesik Makam, yaitu membersihkan 3 makam yang ada di wilayahSagan : Makam Bendo, Makam Purbonegoro, dan Makam Carangsoka, yang memilikileluhur yang berbeda-beda. Acara dilanjutkan dengan Kirab yang diikuti oleh BergodoPurbonegoro, wakil dari 12 RW, wakil dari beberapa sekolah yang ada di wilayahkampung Sagan, dan warga masyarakat. Setelah Kirab, acara dilanjutkan denganPasrah Ambeng dan pentas seni.

 

Menurut tokoh budaya setempat, Makambendo memiliki tokoh legendaris bernama Kyai Sag dan Nyai Sag. Beliau berdualah yang kemudian menjadi tokoh panutan di daerah tersebut, sehingga kata Sagkemudian disematkan menjadi nama daerah bernama Sagan.(Tyas)

Bagikan :

BERITA LAIN Lihat Semua

20 Agt 2018

Kegemaran sejak kecil, dan menekuni wayang golek, Trisno Santoso berupaya mengangkat wayang golek yang dianggap kurang glamour (gemerlap), kurang menarik, karena panggungnya, lampunya kurang terang, dibandingkan dengan wayang kulit. Trisno menyadari bah

20 Agt 2018

Wayang golek dulu masih terselimuti tabu. Orang yang nanggep atau mementaskan wayang golek dan punya kerja, dianggap mengakibatkan melarat. Trisno, yang sejak kecil menggemari wayang golek, dan telah menekuni wayang golek, ingin menepis anggapan itu bahwa

...
16 Agt 2018

MMG (Muda Mudi Gunting) sedangproses mempersiapkan diri untuk berpartisipasi pada kegiatan Festival Takbir,tanggal 21 Agustus 2018, di Gedongsari, Gesikan, Bantul. Persiapan sudahdilakukan sejak takbiran Idul Fitri, 3 bulan yang lalu dengan menggelarfesti

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta