« Kembali

Upacara Adat Rejeban Kelurahan Terban

Tanggal : Rabu, 25 Juli 2018 Dilihat : 1702 kali

Upacara Adat Rejeban yg diselenggarakanoleh Kampung Sagan, Kelurahan Terban ini, terakhir kali dilaksanakan pd th.1968, namun mulai digiatkan kembali pd th. 2014 karena kesepakatan warga untuk melestarikan kembali Upacara Adat yangdimiliki Kampung Sagan. Setelah digiatkan kembali, Upacara Adat Rejeban sudahdilaksanakan selama 5 kali, dimulai pada Tahun 2014 hingga 2018 sekarang.

Rajaban dalam Islam, menurut UstadzNana Karsana merupakan sebuah bulan dimana Rasulullah Muhammad SAW kala itudiperintahkan oleh Allah SWT melakukan perjalanan dari Masjidil Haram (Makkah)ke Masjidil Aqsha (Palestina). Rasul menerima perintah yaitu untuk menerima perintahsalat lima waktu diyakini terjadi pada 27 Rajab. Dalam mitilogi Jawa, tradisiini kemudian meluas menjadi tradisi dalam membersihkan makam.

 

Rangkaian acara Upacara Adat Rejebandimulai dengan Gesik Makam, yaitu membersihkan 3 makam yang ada di wilayahSagan : Makam Bendo, Makam Purbonegoro, dan Makam Carangsoka, yang memilikileluhur yang berbeda-beda. Acara dilanjutkan dengan Kirab yang diikuti oleh BergodoPurbonegoro, wakil dari 12 RW, wakil dari beberapa sekolah yang ada di wilayahkampung Sagan, dan warga masyarakat. Setelah Kirab, acara dilanjutkan denganPasrah Ambeng dan pentas seni.

 

Menurut tokoh budaya setempat, Makambendo memiliki tokoh legendaris bernama Kyai Sag dan Nyai Sag. Beliau berdualah yang kemudian menjadi tokoh panutan di daerah tersebut, sehingga kata Sagkemudian disematkan menjadi nama daerah bernama Sagan.(Tyas)

Bagikan :

BERITA LAIN Lihat Semua

12 Des 2018

Orang Jawa itu matematis, semua hal serba dihitung. Dalam bahasa Jawa, petung artinya menghitung. Seperti teori probabilitas (kemungkinan) pada matematika, bukan berarti semuanya mungkin, melainkan semuanya bisa dihitung, bahkan sampai pada tingkatan frak

...
12 Des 2018

Sesuatu yang luar biasa terjadi di Kedewaguruan Mahameru (Gunung Semeru). Awan melingkar menutupi puncaknya. Peristiwa ini disebut caping gunung atau gunung yang bertopi. Konon, pada saat peristiwa itu terjadi, para dewa dan arwah leluhur turun ke bumi.

10 Des 2018

Seperti halnya Lela Ledhung, semacam lagu ’nina bobo'-nya Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, setiap daerah di Indonesia memiliki lagu buaian untuk anak sebelum tidur, ungkap Agus ’Patub’ Budi Nugroho, dengan kekhasan melodi dan bahasa ma

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta