« Kembali

Nilai Sebuah Film yang Patut Diperhitungkan, Selain Memenangi Festival

Tanggal : Jumat, 12 Januari 2018 Dilihat : 1709 kali

Film yang menang pada festival, boleh saja dianggap telah mengangkat nama Yogyakarta (Daerah Istimewa Yogyakarta). Selama ini memang, film yang berhasil adalah yang menang. Meskipun demikian, diungkap dewan juri sayembara pembuatan film dana keistimewaan 2018, Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, film yang punya pasar sendiri (bukan festival), merupakan prestasi yang tidak diperhatikan, misalnya, karena sering ditonton masyarakat, atau tingginya permintaan masyarakat. Pembuat film perlu menanamkan sikap bahwa film itu adalah film publik. Mental pembuat film yang  baik, punya keinginan kuat bahwa film yang dibuat harus sampai pada penonton.

Harus dimengerti bahwa selama ini yang dipikirkan konten, tidak pernah dikembangkan bahwa ada nilai populer yang tidak diukur. Ada hal-hal yang luput dari perhatian, terkait dengan hal itu. Output boleh dianggap seperti yang diharapkan. Karena itu, perlu ada standar baru. Kalau mengulang seperti tahun sebelumnya, sayang sekali. Dewan juri tidak khawatir pada hal teknis, tetapi hampir semua pada tahap sadar produksi. Perlu evaluasi yang menunjukkan bahwa suatu film mendapat perhatian penonton atau bisa dinikmati publik. Nilai lebih suatu film bisa tampak melalui festival, ditayangkan/diputar, atau berguna sebagai bahan studi/belajar.

Pembuat film diberi kesempatanan untuk mengambil pendekatan personal (personal film), dengan menerapkan atau menggali sumber daya teknik untuk keindahan, misalnya, atau popular (audience) film, dengan maksud mudah dipahami masyarakat umum. Walaupun demikian, karena ini didanai pemerintah, ada hal-hal yang harus dihindari di dalam film, seperti pornografi, pornoaksi, dan lain-lainnya, yang rawan memicu keresahan di kalangan masyarakat.

Ditegaskan dewan juri, pada jumpa pers di Dinas Kebudayaan DIY, Rabu, 10 Januari 2018, yang dihadiri pula Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Drs. Umar Priyono, M.Pd., dan Plt. Kepala Seksi Perfilman, sekaligus Kepala Seksi Seni Kontemporer, Dra. Sri Eka Kusumaning Ayu, bahwa pembuatan film ini (sayembara pembuatan film danais) bukan membuat film yang bagus atau bermutu, atau pun masalah administratif saja. Dana pembuatannya (film fiksi 198 juta rupiah, dan dokumenter 170 juta rupiah) juga dapat dipergunakan secara bertanggung jawab, dengan memperhatikan perimbangan (kewajaran) penggunaannya dalam hal perencanaan dan pelaksanaannya. Diharapkan bahwa film yang dibuat, memang patut didanai sedemikian dan bermanfaat. Pengelolaan dana akan dikawal supervisor, dari pra-produksi, produksi, sampai pasca-produksi.

Dewan juri sayembara pembuatan film terdiri dari lima kurator, yaitu Dwi Sujanti Nugraheni, Indra Tranggono, Ifa Isfansyah, Dyna Herlina Suwarto, S.E., M.Sc., dan Ajish Dibyo; serta lima supervisor, yaitu Senoaji Julius, Alia Damaihati, Liza Anggraeni, Greg Arya, dan R.M. Altiyanta. Peraturan dan persyaratan sayembara pembuatan film yang diadakan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, secara lengkap dapat dilihat pada situs jogjafilm.com.(hen/ppsf)

Bagikan :

BERITA LAIN Lihat Semua

...
14 Agt 2018

Upaya regenerasi pelaku senisudah mulai digalakkan oleh Pemerintah Desa Gilangharjo dengan didukung karangtaruna. Hampir tiap dusun kegiatan seni digerakkan oleh kaum muda sebagaipelaku maupun managerial. Di Dusun Kwatangan, banyak anak-anak memiliki tale

...
13 Agt 2018

Minggu, 12 agustus 2018,Pemerintah Desa Gilangharjo bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan DIY berupayamelestarikan upacara adat yaitu wiwitan. Tradisi tersebut merupakan ungkapanrasa syukur atas hasil panen tanaman padi atau palawija yang baik. Disebut Wiwi

...
13 Agt 2018

Dewi Sri merupakan nama yangtidak asing ketika dikaitkan dengan tradisi Wiwitan. Pada pelaksaan upacaraadat Wiwitan, karang taruna menyuguhkan Sendratari Dewi Sri. Para pemain danpengrawitnya adalah para putra putri Gilangharjo yang masih muda dan memilik

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta