« Kembali

Pendamping Desa Budaya Gilangharjo Berhasil Membuat Packaging Untuk Kerajinan Batik

Tanggal : Jumat, 31 Agustus 2018 Dilihat : 3405 kali

Batik Jogja Istimewa yangmenyiratkan makna kondisi geografis keraton Yogya, yakni sumbu imajiner, mulaidari Pantai Selatan, Keraton Panggung Krapyak, Keraton Jogja, Tugu, sampaiGunung Merapi. Gambar dua burung merpati melambangkan raja yang mengayomirakyatnya dan lampu penerangan menyimbolkan raja memberikan penerangan bagirakyatnya. Gambar padi, air, dan air tongkat menjadi simbol raja memberikanmakan, minum dan pertolongan pada rakyatnya.

Batik Jogja Istimewa telahdiproduksi oleh pengrajin batik Gilangharjo yang tergabung dalam PaguyubanBatik Nyawiji Gilangharjo. Upaya untuk meningkatkan kualitas produk adalahdengan membuat packaging. Hal tersebut telah berhasil direalisasikan olehPendamping Desa Budaya Gilangharjo. Packaging dengan nuansa klasik dan elegan bergambarmotif batik Batik Jogja Istimewa terbuat dari kertas karton dengan ukuran 17 x25 cm, terbuat dari kertas karton. Hasil program pendampingan ini telahdiserahkan kepada Ketua Desa Budaya pada hari Selasa, 28 Agustus 2018.

Adanya packaging ini diharapkandapat meningkatkan nilai jual produk dan memudahkan konsumen untuk membawacindera mata desa Gilangharjo. Packaging ini akan dilaunching pada tanggakl 2Oktober 2018 oleh pemerintah Desa Gilangharjo.

-Tim Pendamping Desa Budaya-

Bagikan :

BERITA LAIN Lihat Semua

10 Des 2018

Seperti halnya Lela Ledhung, semacam lagu ’nina bobo'-nya Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, setiap daerah di Indonesia memiliki lagu buaian untuk anak sebelum tidur, ungkap Agus ’Patub’ Budi Nugroho, dengan kekhasan melodi dan bahasa ma

10 Des 2018

Sekalipun dengan rentang masa lebih kurang 400 tahun, sejak Situ Panjalu disebut pada 635 Masehi, menurut catatan turun-temurun, nama Panjalu mengingatkan kita pada kota Panjalu yang muncul kemudian di Jawa Timur, yakni semasa kedaulatan kerajaan Kadiri d

06 Des 2018

Situ Panjalu dikaitkan dengan sang Prabhu Sultan Borosngora. Catatan tradisi menyebutkan bahwa Sang Prabhu Borosngora bertemu dengan Bagindha Ngali sekira 635 Masehi, di Situ Panjalu. Bagindha Ngali membimbing sang Prabhu Borosngora dengan ajaran agama, h

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta