« Kembali

Ada Apa dengan ”Kowe” dan ”Kamu”?

Tanggal : Selasa, 9 Oktober 2018 Dilihat : 11268 kali

Pelaku berbahasa Jawa tutur, yang sering dipergunakan dalam pergaulan sehari-hari, boleh mengungkapkan atau menyampaikan perasaan atau pendapatnya dengan bahasa Jawa yang tidak baku. Hal ini dikemukakan Paksi Raras Alit, pemerhati bahasa Jawa. Meskipun demikian, pelaku bahasa tetap memperhatikan sopan santun (unggah-ungguh basa) ketika lawan bicaranya orang tua, atau yang memang patut dihormati. Karena itu, apabila dengan dalih keakraban atau kedekatan, kemudian menggunakan sapaan ”kowe” atau ”kamu”, padahal lawan bicaranya cukup tua, tentu hal ini tidak sepatutnya dilakukan. Selain itu, apa mungkin, karena pejabat, seseorang tidak disapa ”kowe” atau ”kamu”?

Kepala bidang sejarah, bahasa, dan sastra, pada Dinas Kebudayaan DIY, Erlina Hidayati Sumardi, S.I.P., M.M., prihatin akan keadaan tersebut. Perilaku bebas, juga terhadap bahasa, ternyata sudah demikian mengkhawatirkan. Begitu jauh merasuk merusak sendi unggah-ungguh basa, dan rasa bahasa berbahasa Jawa Yogyakarta. Hal ini mengganggu harapannya bahwa sebisa mungkin pegawai pemerintah daerah di sini pun ikut berperan memelihara kebiasaan berbahasa Jawa dalam pergaulan sehari-hari di kantor.

Tampaknya, pelajaran bahasa Jawa di sekolah, sebagai mata pelajaran pilihan setempat (bahasa daerah), terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta, perlu ditindaklanjuti dengan  pembelajaran pada tataran pergaulan di luar sekolah. Bukan sebatas murid sudah belajar dan menjawab latihan soal di kelas, ya, sudah. Sampai di sana saja. Sedangkan terkait dengan penerapannya, masyarakat cenderung abai. Purwatmadi Atmadipurwa, sastrawan dan penulis, merasa miris akan gejala ini.

Apakah keadaan ini akan terus dibiarkan gelundung seperti itu?(hen/ppsf)

Bagikan :

BERITA LAIN Lihat Semua

...
21 Jun 2019

Audisi hari keduaMelbourne Symphony Orchestra (MSO) 2019 kembali digelar hari ini tanggal 21Juni 2019, masih dengan formasi tim juri yang sama yaitu Drs I G. N. WiryawanBudhiana, M.Hum, Fajar Ganif, S.Pd, Drs. Agustianto, M.Pd, Drs. AgoengPrasetyo, M.Sn d

...
20 Jun 2019

Setelah memilih peserta yang mewakili DIY melalui Kegiatan Seleksi Lawatan Sejarah (6 April - 2 Mei 2019), kini Dinas Kebudayaan DIY mendampingi para peserta untuk mengikuti Seleksi Lawatan di tingkat Regional. Seleksi Lawatan Sejarah tingkat regional

...
20 Jun 2019

Konser Youth MusicCamp-Melbourne Symphony Orchestra  akandilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2019. Konser tersebut melibatkan pelajardari Daerah Istimewa Yogyakarta dan Melbourne Symphony Orchestra. Pelajartersebut dipilih menggunakan sistem audisi. Aud

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta