« Kembali

"Balada Apem Sutemi", Trimurti, Srandakan, Bantul

Tanggal : Senin, 26 Maret 2018 Dilihat : 328 kali

Dusun Bendomenyelenggarakan Gelar Seni Budaya pada hari sabtu 24 Maret 2018 di lapanganBendo. masyarakat dan Muda-mudi berkerja sama dengan KKN STIPRAM Yogyakarataserta dukungan dari pemerintah Desa Trimurti Srandakan Bantul. Pencetus gagasanuntuk menyelenggarakan sebuah Pagelaran Seni Budaya, berkat ide kreatif darikepala Dusun Bendo yaitu Bpk Partono.

“kegiatan yangberhubungan dengan pelestarian Seni dan Budaya sangat kami dukung, sebagaisarana untuk kegiatan positif anak-anak dan remaja karang taruna khususnya diDusun bendo” pemaparan beliau ketika kamiberdiskusi usai beliau mengisi sambutan pada acara tersebut.

Sebuahpertunjukan kethopak kolaborasi reog dengan tajuk “Balada Apem Sutemi” yang menceritakan tentang persaingan penjualapem yang menuai konflik persaingan dagang, kemudian berdamai danmenyelenggarakan syukuran perdamaian dengan nanggap Reog. Adapun bintang tamuyang ikut memeriahkan acara tersebut yaitu Trinil ( angkringan TVRI), masPawiro (angkringan TVRI) dan Seneng Guyon Maton (SGM) dengan aransemen GamelanFero Rudianto (Sanggar Yitna Purwaka Dance) Proses persiapan pelaksanaan yangsangat singkat bukan menjadi kendala karena warga memiliki semangat yang besardan keberhasilan pagelaran tersebut didukung oleh sumber daya manusia yangmemiliki ketrampilan dibidang kesenian. Tidak hanya menampilkan pertunjukanketoprak kolaborasi reog, tetapi juga menyuguhkan pertunjukan karya kreatiftarian anak-anak. Kesempurnaan pagelaran juga didukung adanya nuansa Budayayaitu Obor bambu yang ditanam mengelilingi lapangan tempat pertunjukantersebut.

Melalui “Balada Apem Sutemi” memberikan pesanmoral dalam pertunjukan Seni, bahwa dalam berkompetisi agar saling berkerjasama agar mampu mencapai hasil yang terbaik.

Tim PendampingDesa Budaya Trimurti

Bagikan :

BERITA LAIN Lihat Semua

11 Apr 2018

Dulu, anak keturunan selalu diberi ruang/kesempatan untuk mengetahui tedhak sungging-nya (peta diri yang menghubungkan seseorang dengan leluhurnya). Hal ini dilakukan secara bertahap, perlu proses, dan bukan seketika. Orang tua (bapak, eyang/mbah) seri

04 Apr 2018

Para ahli bahasa menyatakan bahwa bahasa Jawa berasal dari bahasa Melayu kuno dan bahasa Jawa kuno (Kawi), kemudian berkembang menjadi bahasa Jawa seperti sekarang. Meskipun demikian, hal ini dipertanyakan Ki Sondong Mandali [Djoko Winarto, 11 Mei 1951

...
02 Apr 2018

Padaera ini, banyak kenakalan remaja yang terjadi sebagai penyimpangan perilakusosial. Tetapi tidak demikian dengan sekumpulan remaja di Dusun Gunting. Pada harisabtu, 31 Maret 2018 menggelar pertunjukkan Rama Shinta , sebagai bentukkegiatan ulang tahun k

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta