« Kembali

KRICAKNAVAL, Karnaval Kampung Kricak Kidul Kelurahan Kricak

Tanggal : Rabu, 29 Agustus 2018 Dilihat : 2996 kali

Kricaknaval merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Kampung Kricak Kidul, Kelurahan Kricak, Kecamatan Tegalrejo, dalam rangka turut memeriahkan perayaan HUT Republik Indonesia ke 73 tahun ini. Kricaknaval baru dilaksanakan kembali setelah beberapa tahun vacum, dengan dana swadaya dari masyarakat setempat.

Pada awalnya, Kricaknaval akan dilaksanakan oleh masing-masing RW yaitu RW 07, 08, dan 09. Namun atas kesepakatan bersama, 3 RW tersebut dapat melebur jadi 1 melaksanakan kegiatan yang sangat positif  secara bersama-sama, sehingga acara berlangsung dengan lebih meriah dan guyub. Mengambil tema “Kricaknaval menyatukan dan mempersatukan”, dengan balutan seni dan budaya sesuai kreatifitas setiap wilayah, acara ini berhasil mengundang antusiasme warga dengan sangat baik.
Pawai Kricaknaval dibuka oleh Ibu Lurah Kricak, Dra. Ilasari Tjahayani Dewi, Mm., melalui rute sekitar Kampung Kricak, yang diikuti oleh 16 RT dari 3 RW. RW 08 sendiri mengadakan lomba fashion show daur ulang sebelum mengikuti pawai. Diikuti oleh 33 orang peserta dengan dewan juri Sri Wahyuni (pendamping Budaya), Ibu Lina (pengrajin batik pewarna alami), dan Ibu Dwi Siti Sumarsih. Selain lomba fashion show daur ulang, diadakan juga lomba pawai yang dimenangkan oleh RT 35 (juara 1), RT 38 (juara 2), dan RT 37 (juara 3), dengan dewan juri Pak Joko Haryanto, Pak Karno, dan Pak Hary Bangun.
Diharapkan pada tahun mendatang, Kricaknaval berlangsung dengan lebih meriah dan dapat merangkul RW-RW lain untuk bergabung.( Tim pendamping Budaya Kelurahan Kricak)

Bagikan :

BERITA LAIN Lihat Semua

10 Des 2018

Seperti halnya Lela Ledhung, semacam lagu ’nina bobo'-nya Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, setiap daerah di Indonesia memiliki lagu buaian untuk anak sebelum tidur, ungkap Agus ’Patub’ Budi Nugroho, dengan kekhasan melodi dan bahasa ma

10 Des 2018

Sekalipun dengan rentang masa lebih kurang 400 tahun, sejak Situ Panjalu disebut pada 635 Masehi, menurut catatan turun-temurun, nama Panjalu mengingatkan kita pada kota Panjalu yang muncul kemudian di Jawa Timur, yakni semasa kedaulatan kerajaan Kadiri d

06 Des 2018

Situ Panjalu dikaitkan dengan sang Prabhu Sultan Borosngora. Catatan tradisi menyebutkan bahwa Sang Prabhu Borosngora bertemu dengan Bagindha Ngali sekira 635 Masehi, di Situ Panjalu. Bagindha Ngali membimbing sang Prabhu Borosngora dengan ajaran agama, h

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta