« Kembali

Karawitan Ngesti Budoyo Ngemplak, Srigading

Tanggal : Selasa, 27 Maret 2018 Dilihat : 3138 kali

Ngesti Budoyo Ngemplak,Srigading,Sanden ,Bantul

Alunan gending gending jawa terdengarindah beriringan dengan gemercik air hujan yang mengguyur deras di selatan DesaSrigading, tepatnya di Dusun Ngemplak,Srigading. Meskipun hujan mengguyur tapimasih ada  sebagian warga masyarakat  yang tampak semangat dalam mengalunkan gendinggending jawa.

Gending gending sepertiGangsaran, Kagok liwung, Manyar sewu, dan lain lainya dibawakan apik olehbeberapa warga yang mengaku pecinta seni karawitan.

Kelompok Seni Karawitan “Ngesti Budoyo” Srigading pada Senin (26/03) mengadakan gladen karawitan bersama seluruh anggotanya. Kelompok ngestibudoyo ini merupakan kelompok Karawitan senior yang terdapat di Dusun Ngemplak, Desa Srigading, Kecamatan Sanden. Di Dusun tersebut terdapat 4 kelompokkarawitan mulai dari kelompok anak anak,ibu ibu,Bapak bapak pemula dan bapakbapak senior.

Menurut Marno Sudarmo sebagaiketua Kelompok menjelaskan, “bahwa latihantersebut bertujuan untuk pelestarian kebudayaan jawa dalam hal ini seni  karawitan,sekaligus untuk hiburan” kelompok seni Ngesti Budoyo mengadakanlatihan rutin setiap satu bulan sekali pada malam Selasa Legi. Anggotadikelompok ini merupakan gabungan dari beberapa warga di luar Dusun Ngemplak.

Sayaberharap agar pemerintah lebih memperhatikan kelompok kami,dan memberikanfasilitas kepada kelompok ini” katanya saat berdiskusi dengan TimPendamping Desa Budaya Srigading. Sebagai kelompok yang peduli akan budayawajar saja ketika para pelaku seni karawitan ini ingin lebih di perhatikan dandi apresiasi . (Mr)

Bagikan :

BERITA LAIN Lihat Semua

12 Des 2018

Orang Jawa itu matematis, semua hal serba dihitung. Dalam bahasa Jawa, petung artinya menghitung. Seperti teori probabilitas (kemungkinan) pada matematika, bukan berarti semuanya mungkin, melainkan semuanya bisa dihitung, bahkan sampai pada tingkatan frak

...
12 Des 2018

Sesuatu yang luar biasa terjadi di Kedewaguruan Mahameru (Gunung Semeru). Awan melingkar menutupi puncaknya. Peristiwa ini disebut caping gunung atau gunung yang bertopi. Konon, pada saat peristiwa itu terjadi, para dewa dan arwah leluhur turun ke bumi.

10 Des 2018

Seperti halnya Lela Ledhung, semacam lagu ’nina bobo'-nya Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, setiap daerah di Indonesia memiliki lagu buaian untuk anak sebelum tidur, ungkap Agus ’Patub’ Budi Nugroho, dengan kekhasan melodi dan bahasa ma

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta