« Kembali

Residensi Tari Klasik dan Batik dari Kaledonia Baru di Yogyakarta Tahun 2019

Tanggal : Kamis, 13 Juni 2019 Dilihat : 1697 kali

Kaledonia Baru,pulau sebesar mrica ditimur benua Australia yang dihuni 220.000 jiwa itusebagian besar penduduknya adalah bersuku Jawa (7000 jiwa). Kedatangan merekaterbagi atas tiga gelombang: gelombang I 1896, gelombang II 1933, gelombang III1970 sebagai pekerja tambang dan perkebunan dari seputar Jawa tengah. Bukan halyang mudah mereka mampu bertahan hidup di pulau antah brantah itu hinggamasyarakat Jawa diterima  dan berhasil(dalam beberapa bidang) ditempat itu, tercatat nama-nama seperti Corine Voisinsebagai Wali Kota, kota La Foa, Roesmaeni Sanmohamad anggota parlemen, Michael Kartodikromo anggota timnas New Caledonia, Emanuelle Darman Miss Universe Kaledonia Baru 2015 mereka semuaadalah keturunan Jawa, bahkan ada  orangJawa yang namanya diabadikan sebagai nama sebuah taman kota yaitu Mas Raden Kasim.         Tetapi dibalik keberhasilan itu ada harga mahal yang harus mereka bayar, anak-anak mereka generasi ke 7 dari wong Niaouli,wong Baleh ataupun wong Jupukan telah mulai kehilangan Jawanya. Tak ubahnyakita disini yang pontang-pantingkuwalahan menghadapi gempuran budaya pop (barat) yang mengancam budayakita, begitupun mereka, budaya Jawa yang dipegang teguh oleh keturunan Jawa diNew Caledonia, yang menjadi jatidiri, kebanggan dan gegebengan mereka kini mulai tergerus nilai-nilainya oleh modernitas dan globalisasi yang melanda Dunia, tak terkecuali masyarakat Jawadi Kaledonia Baru, terutama generasi mudanya. Dengan alasan ribet, memakan waktu dan biaya, bahkan kuno,  kinimereka perlahan-lahan mulai meninggalkan atau diambil simpelnya saja adat istiadat, tradisi dan budaya Jawa. Bersamaan dengan itu menguap pula filosofi Adi Luhung Jawa yang tersimpan dalam Kebudayaan Jawa.Tentu ini menjadi keprihatinan mereka dan kita wong Jawa yang tinggal di Jawa.   Untuk itu pada tanggal 11 s/18 Juni 2019  Dinas Kebudayaan DIY mengadakan program residensi yang dilaksanakan di Sanggar Tari Pujokusuman untuk residensi Tari Klasik  denganpeserta  Marine Vernant.Sedangkan residensi Batikdilaksanakan pada tanggal 11 s/d 28 Juni 2019 untuk Pelatihan Batik  di Sangar Batik Joni di Kasihan Bantul dengan3 orang peserta yaitu :1.    Katty Zaini2.    Myriam Gargne3.    Nicolas BazireTahun 2016 Pemda DIY telahmengirimkan Misi Kebudayaan ke Noumea dalam rangka Peringatan 120 kedatangan orang Indonesia di Kaledonia Baru, tindak lanjut dari Misi Kebudayaan tersebut adalah program residensi peserta dari Kaledonia Baru untuk belajar budaya Jawadi Yogyakarta.Keberadaan pekerja migran asalJawa sejak 1896 telah menjadikan hubungan kekerabatan masyarakat Indonesia dengan masyarakat setempat sangat erat. Diaspora keturunan Indonesia yangbergabung dalam asosiasi-asosiasi kemasyarakatan, dan bergabung ke dalam PersatuanMasyarakat Indonesia dan Keturunannya (PMIK).PMIK didirikan pada tahun 1986 sebagai wahana berkumpul untuk melakukan berbagai kegiatan kekeluargaan dan melestarikan budaya, selain membantu pelaksanaan promosi Indonesia Kaledonia Baru.Sambutan  Kepala Dinas Kebudayaan DIY di Mezzanin Cafe and Resto saat menjamu makan malam tanggal 12 Jnui 2019 menyampaikan bahwaprogram residensi ini merupakan salah satu tindak lanjut kesepakatan antara Pemda DIY dengan PMIK  (Persatuan Masyarakat Indonesia dan Keturunan )  di Kaledonia Baru untuk lebih mempererat kerjasama antara DIY dengan Noumea kalau pada tahun 2018  mengirimkan 2 orang peserta untuk mengikuti program residensi gamelan dan karawitan maka untuk tahun 2019 peserta residensi berjumlah orang dengan rincian 1 orang belajar tari klasik gaya Yogyakarta dan 3 orang belajar batik. Dengan adanya program residensi ini diharapkan bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin oleh peserta dan bisa menikmati Yogyakrta serta membawa hasil yang optimal. Untuk kedepan diharapkan bisa diprogramkanyang lebih baik tidak saja mengirimkan peserta residensi tapi bisa mengirimkantenaga instruktur untuk memberikan pelatihan ke New Caledonia.SedangkanKepala Dinas Kerjasama dan Penanaman Modal DIY, Bapak Arif Hidayat menyampaikan bahwa kedatangan peserta residensi dari New Caledonia diharapkan bisa membantumempromosikan DIY di mata Internasional, dengan program ini diharapkanmemberikan manfaat tidak saja untuk peserta residensi namun juga masyarakat keturunananIndonesia yang ada di New Caledonia. Ilmu yang didapatkan di Yogyakarta agarbisa dibagikan ke teman2 nya yang ada di New Caledonia.Menurut ketuaPMIK Kaledonia Baru Thierry TIMAN merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagiwarga keturunan di New Caledonia untuk bisa mengikuti program residensi diYogyakarta. Bahwa kesempatan ini akan benar benar dimanfaatkan oleh peserta residensi untuk belajar bersungguh-sungguh tentang potensi budaya yang ada di Yogyakarta.Selaian 4orang peserta residensi jamuan makan malam ini juga dihadiri para instrukturtari klasik maupun batik serta rombongan dari New Caledonia yang berjumlah 20 orang.(Prcn13/6)

Bagikan :

BERITA LAIN Lihat Semua

...
11 Sep 2019

Bangunan Pekapalan adalah bangunan-bangunan yang berada di sekitar Alun-alun utara Yogyakarta di seberang jalan jika dilihat darialun-alun, namun berada di depan dinding / pagar kavling bangunan yang ada di sekitar alun-alun tersebut. Terdapat dua pendapa

...
10 Sep 2019

Trimurti, 7/9/2019. Desa Trimurtiadalah salah satu Desa Budaya yang ada di Kabupaten Bantul yang terletak dibagian ujung barat Kabupaten Bantul dan berbatasan langsung dengan KabupatenKulon Progo.Pedukuhan Mangiran adalah salahsatu dari 19 Pedukuhan yang

...
04 Sep 2019

Link download naskah Press release:bit.ly/PressReleaseJHF2019

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta