« Kembali

Pensiunan PLN Gowes Bareng ke Museum Sejarah Purbakala Pleret

Tanggal : Senin, 11 Maret 2019 Dilihat : 88 kali

Para pesepeda dari Komunitas Sepeda Ikatan KeluargaPensiunan Listrik Negara (IK PLN) Yogyakarta, Sabtu Pagi (09/03/2019)menyambangi Museum Sejarah Purbakala Pleret dengan mengendarai sepeda-sepedakesayangan mereka. Sebanyak 70 orang pesepeda tersebut merupakan para karyawan/karyawatipensiunan PLN yang hobi bersepeda. Usia tidak menyurutkan semangat mereka dalameuforia bersepeda. Tak tanggung-tanggung, jarak yang ditempuh bahkan bisamencapai puluhan kilometer. Sebuah rute tempuh yang fantastis mengingat usiamereka yang sudah tak muda lagi.

  Kegiatan inidilaksanakan untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota komunitas danmeningkatkan kebugaran. "Pensiunan itu kalau sering bersilaturahmi akansehat," jelas Pak Paryanto, pemimpin rombongan pesepeda PLN.

Kegiatan bersepeda, yang populer dengan istilah gowes, merupakan bagian dari programSpiritual, Budaya dan Olahraga (SBO) dan biasa dilakukan setiap bulan. Sekitar20-25 km jarak ditempuh untuk sekali kegiatan gowes bareng oleh IK PLNYogyakarta.  Kegiatan tersebut telahberlangsung sejak tahun 2010 dengan berbagai lokasi tujuan.

Bersepeda ke Museum Sejarah Purbakala Pleret merupakanpilihan tepat. Selain udaranya bersih, lingkungan yang asri, juga sarat akannilai sejarah dan dapat dijadikan tujuan rekreasi edukatif. Kunjungan parapesepeda pensiunan PLN di Museum Sejarah Purbakala Pleret diisi dengan kegiatanmenonton film "Menelusuri Jejak Kejayaan Kerajaan Mataram Islam Di Pleret"di Ruang Audiovisual yang kemudian dilanjutkan melihat benda-benda koleksi diruang pamer museum, sumur gumuling dan hanggar. Kunjungan didampingi olehedukator museum sebagai sharing partner dalam bertukar informasi danmenambah pengetahuan.

Ayo kayuh sepedamu ke Museum Sejarah Purbakala Pleret.Salam Sahabat Museum, Museum di Hatiku (AR&NAW).


Bagikan :

BERITA LAIN Lihat Semua

...
21 Mar 2019

Sesuai dengan namanya ‘Pawon’ dalam bahasa indonesia berarti dapur, sedangkan kata ‘ageng’ berarti besar. Peralatan dapur ini memiliki ukuran yg sangat besar tidak seperti peralatan dapur biasanya. Penasaran kan?? Yuk ke Museum Puro PakualamanSum

...
19 Mar 2019

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Aris Eko Nugroho, SP. M.Si, membuka secara resmi kegiatan TOT Moekti Seni Rupa yang diselenggarakan di Omah Petruk Karang Klethak Sleman. Training of trainer yang diikuti 36 orang guru dari 18 SLB di lingkungan Daerah Istimewa

...
16 Mar 2019

Upacara adat rasulan, bersih dusun di Tegalsari, Desa Semin, Gunungkidul, pada Jumat Wage, 15 Maret 2019, melambangkan rasa syukur warga masyarakat kepada Sang Pencipta, atas karunia panen yang berlimpah. Sebelum paraden hasil bumi dibagi-bagikan kepada

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta