« Kembali

Caping Gunung

Tanggal : Rabu, 12 Desember 2018 Dilihat : 5185 kali

Sesuatu yang luar biasa terjadi di Kedewaguruan Mahameru (Gunung Semeru). Awan melingkar menutupi puncaknya. Peristiwa ini disebut caping gunung atau gunung yang bertopi.

Konon, pada saat peristiwa itu terjadi, para dewa dan arwah leluhur turun ke bumi. Para beliau penguasa dunia atas, bertemu dengan para penguasa jagad dan dunia bawah, untuk membicarakan nasib peradaban di Nusantara.

Pertemuan di puncak Gunung Mahameru itulah yang ditandai wibawanya dengan payung awan (lihat potret).

Memperbincangkan peristiwa yang dianggap menarik, dari sudut pandang tertentu, perlu ditanggapi dengan bijaksana. Pemahaman terhadap dunia budaya, tentunya akan berbeda artinya bila dijelaskan dari sudut ilmu agama, pengetahuan atau akademis, kemuka Deddy Endarto. Meskipun demikian, mungkin kita bisa menyaksikan peristiwa (menarik) yang lainnya lagi.(hen/ppsf)

 

Bagikan :

BERITA LAIN Lihat Semua

...
16 Mar 2019

Upacara adat rasulan, bersih dusun di Tegalsari, Desa Semin, Gunungkidul, pada Jumat Wage, 15 Maret 2019, melambangkan rasa syukur warga masyarakat kepada Sang Pencipta, atas karunia panen yang berlimpah. Sebelum paraden hasil bumi dibagi-bagikan kepada

...
16 Mar 2019

Tantangan bagi desa budaya adalah ketika desa rintisan budaya malah lebih maju daripada yang desa budaya. Karena itu, desa budaya diminta terus terpacu dan bersemangat membangun budayanya, dengan menggali dan mengembangkan sumber daya budaya di desa, ant

...
15 Mar 2019

KaMus (Kamis Museum) kali ini membahas tentang salah satu koleksi di Museum Monumen Jogja Kembali (Monjali). Terdapat 10 diorama di lantai II dengan ukuran sesuai aslinya. Episode perjuangan fisik dan diplomasi yang digambarkan dalam diorama dipilih dari

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta