« Kembali

Desa Gilangharjo Merealisasikan Program Optimalisasi Sistem Informasi Desa

Tanggal : Minggu, 9 September 2018 Dilihat : 3150 kali

Sabtu (8/9) desa Gilangharjobekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta melakukan sosialisasiUU Desa dan optimalisasi Sistem Informasi Desa (SDI).  Muhammad Eko Atmojo, S. IP, M. IP selaku narasumber memaparkan, “Program ini termasuk pada kegiatan akademisi yang tertuangpada Tri Darma Perguruan Tinggi, salah satunya adalah pengabdian masyarakat.Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang UUDdesa dan optimimalisasi SID untuk memperjelas dan meningkatkan aktivitaskegiatan desa ”.

Kegiatan yang diikuti oleh 25peserta dari lintas dusun di Gilangharjo, didominasi oleh kaum remaja. Semuapeserta mendaftrakan diri melalui system on line. Kaum remaja inilah yangmemiliki antusias yang besar akan ketertarikan digitalisasi di era milenial.

Desa Gilangharjo sudah memilikidan mengaktifkan SID melalui web, face book, instagram dan youtube. Pemerintahmengharapkan partisipasi masyarakat melalui media social dengan memberikankomentar yang membangun ataupun memasukkan berita aktifitas kegiatan di dusunmasing-masing. Segala bentuk aktifitas yang berkaitan dengan potensi karangtaruna, pertanian, seni dan budaya, PKK, administrasi dll dapat dipublikasikanmelalui media social untuk mempermudah penyebaran informasi dan sarana promosidesa.

Pemerintah desa Gilangharjo sudahmemprogramkan  pelatihan jurnalistik diakhir bulan September. Pesertanya akan dibuka secara on line. Selanjutnya,Pemerintah desa akan membuka kesempatan untuk menjadi wartawan desa melaluisystem seleksi dan membuka kesempatan kepada seluruh kalangan untuk mengirimkantulisan yang akan dimuat di SID desa.

-TimPendamping Desa Gilangharjo-

Bagikan :

BERITA LAIN Lihat Semua

10 Des 2018

Seperti halnya Lela Ledhung, semacam lagu ’nina bobo'-nya Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, setiap daerah di Indonesia memiliki lagu buaian untuk anak sebelum tidur, ungkap Agus ’Patub’ Budi Nugroho, dengan kekhasan melodi dan bahasa ma

10 Des 2018

Sekalipun dengan rentang masa lebih kurang 400 tahun, sejak Situ Panjalu disebut pada 635 Masehi, menurut catatan turun-temurun, nama Panjalu mengingatkan kita pada kota Panjalu yang muncul kemudian di Jawa Timur, yakni semasa kedaulatan kerajaan Kadiri d

06 Des 2018

Situ Panjalu dikaitkan dengan sang Prabhu Sultan Borosngora. Catatan tradisi menyebutkan bahwa Sang Prabhu Borosngora bertemu dengan Bagindha Ngali sekira 635 Masehi, di Situ Panjalu. Bagindha Ngali membimbing sang Prabhu Borosngora dengan ajaran agama, h

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta