« Kembali

Seni Budaya Menuju Generasi Anak Berkarakter Budaya Indonesia

Tanggal : Senin, 30 Juli 2018 Dilihat : 144 kali

Gilangharjo (29/7/18)memperingati Hari anak Nasional dengan menyelenggarakan pentas seni budaya yangbertajuk , Dengan Seni dan Budaya Menuju Generasi Anak ‘’Cerdas” Gesit, Empati,Berani, Unggul, Sehat. Hari anak Nasional diperangati pada tanggal 23 Julibertujuan untuk menghormati hak-hak anak, sekaligus momentum evaluasi danperbaikan dalam hak perlindungan anak.

Pemerintah Desa gilangharjobekerjasama dengan Dinas Kebudayan DIY menggelar  pentas seni budaya. Pada kegiatan tersebutmenampilkan karya anak-anak khususnya Gilangharjo berupa pertunjukkan seni. Acaradilaksanakan mulai dari pukul 07.30 sampai dengan pukul 23.00 di panggungterbuka Balai Desa Gilangharjo.  Anak-anakmenampilkan drum band, reog,dan tarian. Sementara karang taruna dan kalangandewasa tidak mau melewatkan kesempatan untuk berpartisipasi. Melalui gejoklesung dan kethoprak  sebagai saranaberapresiasi pada seni budaya dan partisipsi peringatan Hari anak Nasional.

“Seorang anak harus di didiksecara seimbang antara otak kiri dan otak kanan. Salah satu cara untukmengembangkan otak kiri dengan melatih melalui seni dan budaya. Pada kesempatanini, semua tampilan yang disajikan berunsur seni budaya. Potensi seni danbudaya harus dikembangkan dan dilestarikan agar menjadi kawasan wisataspiritual budaya. ”, motivasi Bapak Suprianto, SE (Ketua Desa Budaya)  pada seluruh pengunjung.

Pendamping Desa BudayaGilangharjo (Rionaldo Hergiera, Tri Handayani dan Dedy Irawan) membimbingsanggar anak “Banjar Budaya”, menampilkan  seni reog. Sanggar yang anggotanya terdiri darianak-anak dusun Banjarwaru, beranggotakan 30 anak. Rionaldo Hergiera melatihdengan komposisi gerak dan koreografi yang mudah dipahami, sehingga anak mudahuntuk mengaplikasikannya pada sebuah pertunjukkan tari. Sanggar ini telahmenunjukkan prestasinya dengan tampil pada beberapa event kegiatan seni budaya di Desa Gilangharjo.

-Tim Pendamping Desa Budaya-

Bagikan :

BERITA LAIN Lihat Semua

20 Agt 2018

Kegemaran sejak kecil, dan menekuni wayang golek, Trisno Santoso berupaya mengangkat wayang golek yang dianggap kurang glamour (gemerlap), kurang menarik, karena panggungnya, lampunya kurang terang, dibandingkan dengan wayang kulit. Trisno menyadari bah

20 Agt 2018

Wayang golek dulu masih terselimuti tabu. Orang yang nanggep atau mementaskan wayang golek dan punya kerja, dianggap mengakibatkan melarat. Trisno, yang sejak kecil menggemari wayang golek, dan telah menekuni wayang golek, ingin menepis anggapan itu bahwa

...
16 Agt 2018

MMG (Muda Mudi Gunting) sedangproses mempersiapkan diri untuk berpartisipasi pada kegiatan Festival Takbir,tanggal 21 Agustus 2018, di Gedongsari, Gesikan, Bantul. Persiapan sudahdilakukan sejak takbiran Idul Fitri, 3 bulan yang lalu dengan menggelarfesti

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta