« Kembali

Seni Budaya Menuju Generasi Anak Berkarakter Budaya Indonesia

Tanggal : Senin, 30 Juli 2018 Dilihat : 1872 kali

Gilangharjo (29/7/18)memperingati Hari anak Nasional dengan menyelenggarakan pentas seni budaya yangbertajuk , Dengan Seni dan Budaya Menuju Generasi Anak ‘’Cerdas” Gesit, Empati,Berani, Unggul, Sehat. Hari anak Nasional diperangati pada tanggal 23 Julibertujuan untuk menghormati hak-hak anak, sekaligus momentum evaluasi danperbaikan dalam hak perlindungan anak.

Pemerintah Desa gilangharjobekerjasama dengan Dinas Kebudayan DIY menggelar  pentas seni budaya. Pada kegiatan tersebutmenampilkan karya anak-anak khususnya Gilangharjo berupa pertunjukkan seni. Acaradilaksanakan mulai dari pukul 07.30 sampai dengan pukul 23.00 di panggungterbuka Balai Desa Gilangharjo.  Anak-anakmenampilkan drum band, reog,dan tarian. Sementara karang taruna dan kalangandewasa tidak mau melewatkan kesempatan untuk berpartisipasi. Melalui gejoklesung dan kethoprak  sebagai saranaberapresiasi pada seni budaya dan partisipsi peringatan Hari anak Nasional.

“Seorang anak harus di didiksecara seimbang antara otak kiri dan otak kanan. Salah satu cara untukmengembangkan otak kiri dengan melatih melalui seni dan budaya. Pada kesempatanini, semua tampilan yang disajikan berunsur seni budaya. Potensi seni danbudaya harus dikembangkan dan dilestarikan agar menjadi kawasan wisataspiritual budaya. ”, motivasi Bapak Suprianto, SE (Ketua Desa Budaya)  pada seluruh pengunjung.

Pendamping Desa BudayaGilangharjo (Rionaldo Hergiera, Tri Handayani dan Dedy Irawan) membimbingsanggar anak “Banjar Budaya”, menampilkan  seni reog. Sanggar yang anggotanya terdiri darianak-anak dusun Banjarwaru, beranggotakan 30 anak. Rionaldo Hergiera melatihdengan komposisi gerak dan koreografi yang mudah dipahami, sehingga anak mudahuntuk mengaplikasikannya pada sebuah pertunjukkan tari. Sanggar ini telahmenunjukkan prestasinya dengan tampil pada beberapa event kegiatan seni budaya di Desa Gilangharjo.

-Tim Pendamping Desa Budaya-

Bagikan :

BERITA LAIN Lihat Semua

12 Des 2018

Orang Jawa itu matematis, semua hal serba dihitung. Dalam bahasa Jawa, petung artinya menghitung. Seperti teori probabilitas (kemungkinan) pada matematika, bukan berarti semuanya mungkin, melainkan semuanya bisa dihitung, bahkan sampai pada tingkatan frak

...
12 Des 2018

Sesuatu yang luar biasa terjadi di Kedewaguruan Mahameru (Gunung Semeru). Awan melingkar menutupi puncaknya. Peristiwa ini disebut caping gunung atau gunung yang bertopi. Konon, pada saat peristiwa itu terjadi, para dewa dan arwah leluhur turun ke bumi.

10 Des 2018

Seperti halnya Lela Ledhung, semacam lagu ’nina bobo'-nya Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, setiap daerah di Indonesia memiliki lagu buaian untuk anak sebelum tidur, ungkap Agus ’Patub’ Budi Nugroho, dengan kekhasan melodi dan bahasa ma

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta