« Kembali

Manisnya Yogyakarta, Menggugah Para Seniman untuk Berkarya

Tanggal : Jumat, 23 November 2018 Dilihat : 8219 kali

Meskipun jauh dari tanah kelahirannya di Blitar, Jawa Timur (±376 km), Yogyakarta diakui Gandes Nurseto, seniman tari, merupakan sumber gagasan dan tempat menggali bahan untuk berkarya. Yogyakarta memang tersohor sebagai kiblat, juga denyut berkesenian dan kebudayaan di Indonesia yang terus mengiringi perkembangan zaman.

Yogyakarta punya daya tarik khas yang mengundang untuk dicintai, sehingga seniman yang nun jauh dari sana pun ikut merindukan manisnya kesenian Yogyakarta. Sumber gagasan karya Gandes selalu mengarah ke Yogyakarta. Dulu pernah mencantrik pada Bu Ningnong Yogyakarta, sehingga garapan Yogyakarta sudah merasuk dan terpatri dalam hati, di mana pun berada, selalu punya tempat yang utama.

Pengalaman selama tiga bulan tinggal di Jepang, menempuh program short course, Gandes diminta pengajarnya untuk membuat dan menampilkan karya yang tergugah dari keindahan Yogyakarta. Karya itu ditampilkan di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jepang, dan mampu menghipnotis semua peminat/pengharga seni. Hal inilah yang membuat kecintaan Gandes semakin mendalam dan terpatri untuk Yogyakarta.

Punya prestasi sebagai penampil terbaik tari tradisional tingkat Asean, di Pattaya, Thailand, pada 2013, tarian yang dipertunjukkan pun merupakan tarian terbaik pada ajang itu. Sebagai pelatih tari, Gandes pernah pula meraih penghargaan sebagai penata tari terbaik pada festival Panji, golongan sekolah menengah atas, se-Jawa dan Bali.

Seniman tari kelahiran 1989, yang sedang menempuh pendidikan pascasarjana (S-3) di Universitas Negeri Semarang, Jawa Tengah ini, punya minat dan bakat yang terus ditekuni, selain menari, yaitu merancang busana, penyiar radio, teater, dan lain-lain, juga sebagai pelatih tari, serta giat berorganisasi.(hen/ppsf)

 

Bagikan :

BERITA LAIN Lihat Semua

...
06 Feb 2019

Kegiataan pembinaan desa budaya tahun2018 dibawah naungan Dinas Kebudayaan Provinsi DIY telah terjun di desa budayasejak 1 Februari 2018. Salah satu tugas pendamping adalah mengembangkan potensiunggulan di  bidang kesenian. Program jangkapendek tersebut

19 Des 2018

Sekarang ini, masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya, dan masyarakat lain pada umumnya, dapat dengan mudah mengetahui film dan karya audio visual Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, melalui katalog film online, dengan tautan (link) ht

19 Des 2018

Wayang itu anekatafsir. Jadi, mau dinaskah sesuai dengan keadaan sekarang, sangat memungkinkan. Bukan hanya lakon Pandawa Dadu, melainkan seperti Wiratha Parwa, dan lain-lain, juga bisa, ungkap Ki Edi Suwanda, tokoh pedalangan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta