« Kembali

Press Release Artist Talk 100% Yogyakarta

Kategori : Budaya | Seni Pertunjukan
Tanggal : 25 Okt 2015 Dilihat : 58058 kali

Apa yang terjadi jika Rimini Protokoll bersama Teater Garasi dalam "100% Yogyakarta": menghadirkan 100 orang warga Yogyakarta, orang-orang biasa, ke sebuah panggung teater? Pertunjukan yang merupakan bagian dari Jerman Fest tersebut akan berlangsung pada tanggal 31 Oktober dan 1 November 2015 nanti. Dan pada hari Minggu (25/10) yang lalu Rimini Protokoll dan Teater Garasi menggelar artist talk di Rumah Seni Cemeti. Bincang-bincang ini bertujuan untuk mengenalkan Rimini Protokoll dan mengungkap beberapa hal yang terjadi di balik proses penciptaan pertunjukan "100% Yogyakarta".

 Acara artist talk "100% Yogyakarta" tersebut terasa semakin istimewa dengan kehadiran Heinrich Blomeke, Direktur Goethe-Institut Wilayah Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru. Blomeke hadir, khususnya untuk memperkenalkan Jerman Fest, inisiatif dari Kementerian Luar Negeri Jerman yang diorganisasi oleh Goethe-Institut Indonesien, Kedutaan Besar Jerman dan EKONID.

 Dibuka oleh Blomeke yang berbicara tentang Jerman Fest, Rimini Protokoll kemudian mempresentasikan sejumlah karya mereka yang lain. Adapun karya-karya tersebut memiliki benang merah dalam hal eksperimentasi dan bagaimana mereka bermain-main dengan kenyataan. Hal ini sesuai dengan fokus kerja mereka, yaitu terus mengembangkan alat teater untuk memungkinkan perspektif yang tidak biasa atas realitas.

"100% Yogyakarta" sendiri adalah sebuah pertunjukan yang berbasis data statistik, risetnya bahkan dimulai dari Balai Pusat Statistik Yogyakarta.  Mengumpulkan 100 orang warga Yogyakarta dengan persyaratan statistik tertentu bukanlah perkara gampang. Tantangannya besar, dan seperti dipaparkan oleh Naomi Srikadi yang malam itu mewakili Teater Garasi, terkadang tim casting mereka juga dibuat terlena oleh cerita hidup dari orang-orang yang mereka temui.

Salah satu hal menarik lain yang diungkapkan oleh Stefan dari Rimini Protokoll adalah bagaimana warga yangi karena perbedaan latar belakang mungkin sebelumnya tidak memiliki kesempatan untuk saling berinteraksi, kini berada dalam panggung yang sama. Bahkan ia menambahkan, sejumlah warga belum pernah menginjakkan kaki di Taman Budaya Yogyakarta sebelumnya. Kini, dengan 100% Yogyakarta, 100 orang yang mewakili keberagaman Yogyakarta tersebut, tidak hanya tampil, namun juga membawa golongan yang diwakilinya untuk hadir, menonton, dan merasakan pengalaman yang sama.

Dalam "100% Yogyakarta" nanti, 100 orang warga akan menjawab berbagai pertanyaan yang sebagian besar bersumber dari mereka sendiri, diambil dari hasil wawancara casting mereka. Ketika ditanya bagaimana mereka mengantisipasi pertanyaan yang sifatnya sensitif, Stefan menyatakan mereka sudah memiliki trik untuk itu, yakni dengan memanfaatkan tata cahaya agar partisipan merasa nyaman dan privasinya tetap terjaga.

Tidak diragukan lagi memang, sebab "100% Yogyakarta" merupakan bagian dari proyek 100% kota yang sebelumnya telah digelar Rimini Protokoll di 26 negara di dunia, yang di antaranya adalah Berlin, Melbourne, London, dan baru-baru ini, Penang. Setiap kota memunculkan karakter beserta kenyataannya masing-masing, begitu pula yang akan terjadi dengan 100% Yogyakarta. Akan ada banyak hal tak terduga, namun bisa jadi, akan banyak pula perkara yang familiar bagi warga Yogyakarta lainnya. Dengan naskah yang disusun berdasarkan cerita hidup masing-masing warga partisipan, maka "100% Yogyakarta" adalah sebuah pertunjukan yang separuhnya adalah teater dan separuhnya lagi kenyataan.

 

ARTIKEL LAIN Lihat Semua

20 Mar 2018

Dulu, saya punya dua kawan istimewa. Yang satu, Pak Habib Bari, ahli bahasa Jawa. Sedangkan yang satu lagi, Mas Sunarman, yang bekerja sebagai satpam, punya pekerjaan tambahan sebagai pranatacara. Seingat saya, waktu itu saya belum menikah, baru taha

08 Jun 2017

YOGYA, KRJOGJA.Com – Raja sekaligus Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwana X mengaku sempat bingung ketika diminta untuk berbicara bahasa Jawa Ngoko. Hal itu terjadi saat memberi sambutan dalam acara ‘Dinner & Dialog with Sri Sultan HB X’ dalam

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta