« Kembali

Tarian Kolosal Kesenian Ogleg Pentas di Bantaran Kali Progo

Kategori : Budaya | Seni Pertunjukan
Tanggal : 12 Okt 2015 Dilihat : 34302 kali

Yogyakarta:Sebuah kesenian lokal yang kembali digali oleh masyarakat ditampilkan dalam kemasan menarik secara kolosal yang difasilitasi oleh Pemberintah Kabupaten Kulon Progo. Sekitar 1000 seniman terlibat langsung mengikuti gelaran pelestarian budaya lokal yang dijuluki Kesenian 1000 ogleg di Bantara Sungai Progo, Minggu sore (11/10/2015).  

Pencipta kesenian Ogleg warga Sentolo Noto Sunaryo mengatakan, bermula dari keprihatinan pada generasi muda yang tidak memiliki pekerjaan kemudian ia menciptakan kesenian ogleg dengan harapan mereka dapat memiliki penghasilan. Awalnya pelaku kesenian Ogleg hanya empat pemain yang kemudian semakin berkembang seiring perkembangan zaman.  Terkait nama Ogleg, ia menjelaskan nama tersebut berasal dari ide penonton setia Oglek.

"Kesenian ogleg itu yang memberi nama adalah penonton, kemudian berkembang dan bisa dijadikan mata pencaharian para pemain," ujar Sunaryo. Sementara Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan pariwisata Pemuda dan Olahraga Kulon Progo Joko Mursito menyampaikan, pementasan Ogleg merupakan bentuk motivasi kepada masyarakat agar terus menggali budaya lokal. Diharapkan kedepannya masyarakat dapat melestarikan ogleg dan melakukan pentas secara mandiri.

"Selama ini masyarakat kurang antusias menggali budaya lokal, makanya pemkab berusaha membuat pemantik selanjutnya terserah masyarakat," tuturnya.  

Joko menambahkan, pementasan yang dilakukan merupakan sebuah kejutan kepada masyarakat supaya Kulon Progo dapat lebih dikenal luas karena banyak memiliki kebudayaan lokal yang masih bisa digali kembali

ARTIKEL LAIN Lihat Semua

...
17 Jul 2019

Pasal 9 Undang-Undang Republik Indonesia No. 11 Tahun2010 tentang Cagar Budaya menyebutkan bahwa suatu lokasi dapat ditetapkan sebagaisitus cagar budaya apabila 1) mengandung benda cagar budaya, bangunan cagarbudaya, dan/atau struktur cagar budaya; dan 2)

20 Mar 2018

Dulu, saya punya dua kawan istimewa. Yang satu, Pak Habib Bari, ahli bahasa Jawa. Sedangkan yang satu lagi, Mas Sunarman, yang bekerja sebagai satpam, punya pekerjaan tambahan sebagai pranatacara. Seingat saya, waktu itu saya belum menikah, baru taha

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta