« Kembali

Jogja Gelar Festival Museum 2015

Kategori : Budaya | Kawasan Cagar Budaya
Tanggal : 14 Okt 2015 Dilihat : 45666 kali

Karnaval 33 Museum mengawali penyelenggaraan Festival Museum 2015 yang melintas di Jalan Malioboro dari Halaman Gedung DPRD DIY menuju halaman Benteng Vredeburg.

Mewakili Badan Musyawarah Musea – Barahmus Daerah Istimewa Yogyakarta, Mayor SUS, Ayi Supriadi kepada RRI mengatakan bahwa Barahmus menghadirkan refleksi perjuangan bangsa Indonesia melalui karnaval tersebut dengan menampilkan koleksi-koleksi 33 museum secara tematik dalam tema “Museum For Edutourism”.

Tema tersebut dimaksudkan untuk memproyeksikan museum sebagai destinasi wisata pendidikan dan museum berbasis pariwisata. Dua dari tiga Pilar Utama Jogja Istimewa.

“Dari Barahmus DIY rekonstruksi perjuangan bangsa. Bagaimana Jogja itu sebelum ada dengan museum Pleret, diisi kebudayaan dengan adanya Mataram, bagaimana mengisi, merebut dan mempertahankan kemerdekaan dengan museum-museum perjuangan. Bagaimana sejarah kependidikan yang ada di Jogja. Kita coba menghadirkan koleksi-koleksi itu ke masyarakat”, ujarnya.

Menurutnya, Festival Museum bertujuan antara lain, sebagai ajang kreativitas bagi pengelola museum guna meningkatkan peran dibidang pendidikan dan wisata. Selain itu juga untuk mengembangkan apresiasi masyarakat dalam memperkaya pengetahuan, serta meningkatkan publikasi dan penyebaran informasi sehingga masyarakat mengetahui keberagaman dan keberadaan museum-museum tersebut.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Umar Priyono menekankan bahwa Festival Museum adalah untuk mempromosikan potensi museum karena memiliki multiflier efek yang luar biasa kedepaannya.

“Tema museum yang kali ini cukup menarik karena dua hal tercakup dalam satu tema, yakni Edutourism. Jelas ini ada aspek pendidikan yang kita utamakan, seklaigus undangan untuk para wisatawan", paparnya, Minggu (18/10/2015).

Pelaksanaan Pameran Museum berlangsung dari tanggal 15 sampai dengan tanggal 19 Oktober di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, terbuka untuk umum dan secara khusus mengundang pelajar mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga siswa SLTA serta mahasiswa se Kota Yogyakarta.

Selama pameran museum berlangsung, di panggung Harmoni ditampilkan berbagai atraksi kesenian, musik, tari, lomba mewarnai untuk anak-anak TK, lomba menggambar untuk siswa SD, lomba kuis untuk pelajar SMP dan lomba band untuk pelajar SMA, serta lomba Stand Up Comedy

ARTIKEL LAIN Lihat Semua

20 Mar 2018

Dulu, saya punya dua kawan istimewa. Yang satu, Pak Habib Bari, ahli bahasa Jawa. Sedangkan yang satu lagi, Mas Sunarman, yang bekerja sebagai satpam, punya pekerjaan tambahan sebagai pranatacara. Seingat saya, waktu itu saya belum menikah, baru taha

08 Jun 2017

YOGYA, KRJOGJA.Com – Raja sekaligus Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwana X mengaku sempat bingung ketika diminta untuk berbicara bahasa Jawa Ngoko. Hal itu terjadi saat memberi sambutan dalam acara ‘Dinner & Dialog with Sri Sultan HB X’ dalam

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta