« Kembali

Menyambut Adipati Baru Pakualaman

Kategori : Budaya | Lembaga Budaya| Pakualaman
Tanggal : 11 Jan 2016 Dilihat : 104939 kali

Kanjeng Bendoro Pangeran Haryo Prabu Suryodilogo resmi dinobatkan sebagai Adipati Pakualaman dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam X. Acara penobatan KBPH Suryodilogo sebagai Paku Alam X dilakukan di Bangsal Sewatama Puro Pakualaman Yogyakarta, Kamis (7/1).

Prosesi penobatan Paku Alam X dimulai dengan hadirnya ambi dalem yang membawa benda pusaka milik Kadipaten Pakualaman ke Bangsal Sewatama Puro Pakualaman. Tak lama kemudian, KBPH Prabu Suryodilogo memasuki bangsal bersama istri, Bendoro Raden Ayu Suryodilogo. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan keputusan dari Kawedanan Hageng Kasentanan Kadipaten Pakualaman yang menyatakan KBPH Prabu Suryodilogo resmi menjadi Adipate Pakualaman dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam Ingkang Jumeneng Kaping Sadasa.

Pelepasan keris yang dipakai KBPH Prabu Suryodilogo dilakukan oleh KPH Notoatmojo. Keris tersebut lalu diganti dengan keris Kanjeng Kyai Buntit yang merupakan keris kebesaran Adipati Pakualaman. Setelah itu barulah KBPH Prabu Suryodilogo duduk di singasana. Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam X lalu membacakan sabda dalam bahasa Indonesia.

"Sebagai orang yang mendapat amanat untuk menjalankan tugas sebagai KGPAA Paku Alam X, saya sampaikan dengan jujur bahwa kewajiban yang akan saya laksanakan adalah tugas yang berat karena saya akan melanjutkan kewajiban leluhur Mataram sebagai pengembangan kebudayaan," ucap KGPAA Paku Alam X.

Pada siang hari, ribuan orang memadati jalanan sekitar Puro Pakualaman untuk mengikuti kirab. Pada kirab ini, Paku Alam X diperkenalkan sebagai adipati baru.

ARTIKEL LAIN Lihat Semua

20 Mar 2018

Dulu, saya punya dua kawan istimewa. Yang satu, Pak Habib Bari, ahli bahasa Jawa. Sedangkan yang satu lagi, Mas Sunarman, yang bekerja sebagai satpam, punya pekerjaan tambahan sebagai pranatacara. Seingat saya, waktu itu saya belum menikah, baru taha

08 Jun 2017

YOGYA, KRJOGJA.Com – Raja sekaligus Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwana X mengaku sempat bingung ketika diminta untuk berbicara bahasa Jawa Ngoko. Hal itu terjadi saat memberi sambutan dalam acara ‘Dinner & Dialog with Sri Sultan HB X’ dalam

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta