« Kembali

Lampah Budaya Mubeng Beteng Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Indonesia

Kategori : Budaya
Tanggal : 12 Okt 2015 Dilihat : 11147 kali

Yogyakarta: Kabid sejarah purbakala museum dan kebudayaan dinas kebudayaan DIY Erlina idayati di Komplek Kraton Yogyakarta Senin (12/10/2015) mengatakan, terpilihnya ritual topo bisu Lampah Mubeng Beteng yang digelar setiap tahun untuk memperingati tahun baru Jawa (1 Suro) sebagai warisan budaya Indonesia tak bendawi ditetapkan pada sidang di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan beberapa waktu lalu bersaing dengan berbagai kebudayaan dari seluruh propinsi di Indonesia.

Surat keputusan Lampah Mubeng Beteng (berjalan mengelilingi beteng kraton Yogyakarta) sebagai warisan budaya Indonesia sendiri baru akan diserahkan kepada Gubernur DIY pada 20 Oktober mendatang. Status Warisan Budaya Indonesia ini nantinya akan dievaluasi setiap empat tahun sekali.

Erlina Idayati menambahkan, agar status ini tidak dicabut, ritual topo bisu lampah mubeng beteng harus terus berlangsung.

"Tradisi mubeng beteng sudah ditetapkan menjadi warisan budaya Indonesia artinya menjadi aset Indonesia karena keunikan dan ke khasannya kemudian langkah topo bisu mubeng beteng ini dianggap oleh Indonesia layak untuk menjadi warisan budaya Indonesia," tambah Erlina.

Penghageng Tepas Tanda Yekti Kraton Yogyakarta KPH Yudhahadiningrat menjelaskan laku topo bisu Mubeng Beteng merupakan wujud laku prihatin dari masyarakat Yogyakarta dalam memperingati tahun baru Jawa diiringi doa memohon keselamatan dan kemakmuran. Lampah Mubeng Beteng tahun ini sendiri akan dilaksanakan pada dinihari 1 Sura, rabu dinihari (14/10/2015).

ARTIKEL LAIN Lihat Semua

...
17 Jul 2019

Pasal 9 Undang-Undang Republik Indonesia No. 11 Tahun2010 tentang Cagar Budaya menyebutkan bahwa suatu lokasi dapat ditetapkan sebagaisitus cagar budaya apabila 1) mengandung benda cagar budaya, bangunan cagarbudaya, dan/atau struktur cagar budaya; dan 2)

20 Mar 2018

Dulu, saya punya dua kawan istimewa. Yang satu, Pak Habib Bari, ahli bahasa Jawa. Sedangkan yang satu lagi, Mas Sunarman, yang bekerja sebagai satpam, punya pekerjaan tambahan sebagai pranatacara. Seingat saya, waktu itu saya belum menikah, baru taha

Kontak

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Cendana 11 Yogyakarta 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945

Newsletter

Selalu dapatkan informasi terbaru dari kami, dengan berlangganan melalui email

Copyright © 2017 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa yogyakarta