Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Berita
Kesenimanan dan Kiprah Budaya, Menggerakkan Masyarakat dan Lepas dari Politik

Tradisi dan Daya Cipta Masyarakat Jawa dalam Bingkai Dokumenter Mancanegara

Plat Cetak Gambar Geometris Pentagonal Icositetrahedron ala Kevin van Braak

Residensi Seniman: Titian Karier dan Pembuktian Profesionalitas Pekerja Seni

Gunungkidul, Tempat Tayang Perdana Film Ziarah untuk Masyarakat Umum

Arti Lokalitas dalam Pengembangan Perfilman Daerah Istimewa Yogyakarta

Kekuatan Perempuan Tanpa Kehilangan Kecantikan

Menertawakan Diri Sendiri Melalui ”Aku Serius”

TEATER TARI GANDRUNG MANIS : Dalam Bentuk Baru, Ritus Lampah Lemah Digelar

Javanese Diaspora Event III Resmi Dibuka Siang ini

Menyajikan data ke- 1-10 dari 262 data.
Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 »

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (10)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (33)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (72)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (10)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
Tebing Breksi Dijadikan Lokasi Big Bang FKY - 28
« Kembali

Tanggal berita : Senin, 22 Agustus 2016
Dibaca: 4162 kali

Yogyakarta - www.gudeg.net - Perhelatan akbar Festival Kesenian Yogyakarta ke-28 sebentar lagi akan berlangsung di Taman Kuliner 23 Agustus - 9 September 2016. Demikian informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Umar Priyono (15/08) ketika bertemu dengan rekan media di Taman Kuliner Condong Catur, Sleman.

"Ajang FKY dapat menjadi program yang tentunya bisa menjadi tuntunan serta edukasi masyarakat serta ada signifikansi pada pertumbuhan ekonomi kreatif," ungkapnya.

Melalui tema “MASA DEPAN, HARI INI DULU”, FKY-28 mencoba meneropong suatu masa, di detik, menit, jam, tahun, bahkan abad mendatang, dengan fenomena kebudayaan sebagai titik acu ide. Kebudayaan di sini tidak hanya tentang artefak dan tradisi belaka, tetapi menjangkau realitas kehidupan yang lebih luas, seperti sosial, pendidikan, arsitektur, masyarakat urban, teknologi, seni, gaya hidup, komunikasi, hingga politik. Baik itu tangible maupun intangible.

Secara umum, gelaran FKY ini akan lebih semarak dengan aneka kegiatan yang juga beragam seperti Opening Ceremony di Jl. Abu Bakar Ali sampai dengan 0 KM oleh Gubernur DIY (23/08) dilanjutkan Opening Ceremony Pasar Seni di Taman Kuliner pada malam harinya, Lokakarya FKY, PAPERU : (ng)impi(an), konser Musik Elektronik serta big bang acara konser masa depan di Tebing Breksi, Sambirejo, Sleman pada 8 September 2016.

"Upaya konser di Tebing Breksi juga merupakan bentuk kepedulian kita pada lingkungan, kondisi bebatuan di Breksi kini tinggal 25 %. Dengan adanya misi penyelamatan oleh dinas setempat, lokasi ini menjadi layak untuk dijadikan lokasi kegiatan," tambah Umar.

Saat Tim Gudegnet menanyakan perihal persiapan panitia FKY mengenai jumlah kunjungan yang tinggi seperti tahun sebelumnya, Direktur Bagian Umum, Setyo Harwanto mengaku terus melakukan inovasi berdasarkan hasil evaluasi tahun lalu. Luas Tamkul yang mencapai 2 HA idealnya bisa dipenuhi dengan sekitar 7500 - 8000 kunjungan per hari. Namun, tak terduga tahun lalu malah sampai 11.000 kunjungan per hari.

"Hasil evaluasi tahun lalu tentunya lumayan beragam, yang jelas untuk menghindari adanya ketidaknyamanan pengunjung, kami menambah personil keamanan, menambah penerangan lampu serta memindah stand seni rupa ke TBY agar hasil karya lebih laku," tambah Tyo.

Melalui kegiatan ini, FKY disuguhkan bukan hanya sebatas ‘tontonan’, tetapi juga menjadi cara pandang dan pemicu partisipasi masyarakat mengenai masa depan kebudayaan. Kesenian memang bukan menjadi gerbang utama memasuki masa depan, tetapi, setidaknya bisa menjadi pintu masuk pembicaraan lain melalui imajinasi.

 
° Berita terkait :  
Kesenimanan dan Kiprah Budaya, Menggerakkan Masyarakat dan Lepas dari Politik
Javanese Diaspora Event III Resmi Dibuka Siang ini
Diaspora Jawa 2017 Di Benteng Vredeburg Yogyakarta
Ratusan Diaspora Jawa akan Berkumpul di Yogyakarta
Potong Tumpeng di Tengah-Tengah Kedung
TRADISI KULONPROGO Hari Ini, Ada Gebyar Seni Pareanom di Kedung Pedut
Disbud dan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Gelar Lomba Panahan Gaya Mataram
Night at The Museum: Tak Sekedar Jelajah Museum di Malam Hari
Rasakan Sensasi Digulung Ombak di Sekaten Jogja
Sekaten Beda dengan Pasar Malam
Perajin Batik Kulonprogo Perkuat Pasar Lokal untuk Jaga Produksi Tetap Stabil
Dinas Kebudayaan DIY Siap Realisasikan Pusat Dokumentasi Audio Visual
Tim Travel Heritage Dinas Kebudayaan DIY Tiba di Samarinda
Konten Utama Seni Religi di Sekaten
Makin Tersisih, Tampah Jadi Alternatif Medium Lukis
Sumbu Filosofis Gambarkan Perjalanan Hidup Manusia
Hadirkan Nada Gamelan Melalui Piranti Musik Kekinian
Modal Sosial, Kunci Seni Tradisional Bertahan
Pesta Pertunjukan Karya Pekerja Seni Muda
Pinasthika Creativestival XVII Award Kembali Hadir
Bakal Jadi Duta Santri, Slank Tampil 'Sarungan' di Maguwo
Pameran Seni Rupa Nandur Srawung 2016 Berdayakan Difabel
8 Kota Tanah Air Jadi Tempat Kolaborasi Seniman Indonesia-Inggris
20 Kontingen Ikut FBM 2016
Perupa Indonesia Pameran di Vietnam
Uji Kompetensi Murid SMKN 1 Kasihan
Batik-batik Langka Dipamerkan ke Publik
Festival Budaya Menoreh 2016 Berlangsung Meriah
Kirab Gunungan dan Grobak Sapi Meriahkan Merti Dusun Saren
Gunungan Pakaian Dalam Hingga Barang 'Klithikan' Sita Perhatian Warga
Decki Leos, Sosok di Balik Artwork Official Poster Kustomfest
Lestarikan Jasa Mbah Demang Cokrodikromo
Seni Budaya Bisa Jadi Mesin Ekonomi
Kesenian Tari Hibur Peserta Funbike Gebyar Museum Pleret
Tolak Bala, Warga Kidulan Gelar Bersih Dusun
Gelar Budaya Wiladeg, Lestarikan Kesenian Lokal
Gelar Budaya Wiladeg, Lestarikan Kesenian Lokal
350 Seniman Ramaikan Centhini Gunung
Kreativitas Kukuhkan Yogya Kota Berbudaya
Ritual Jamasan Kereta Kencana Keraton Yogyakarta, Sekali Setahun Tiap Jumat Kliwon
Ratusan Orang Ikut Ngalap Berkah Air Jamasan
Anggaran dipangkas, Pelangi Budaya Selendang Sutera Jalan Terus
'Selendang Sutra' Penyatu Mahasiswa
Siang Ini Malioboro Ditutup! Ada Apa?
Teater Waplo Juara Baca Puisi Remaja DIY
Karnaval Selendang Sutera #4 di Malioboro
Kemasan Pengaruhi Nilai Jual Batik Tulis
Batik Api Inovasi ala Lugiyantoro
Baron Skeber di Auditorium RRI Yogyakarta
6 Perupa Bali Unjuk Gigi di Jogja
Asal Mula 2 Oktober Menjadi Hari Batik Nasional
Unik, Show Batik di Bandara Adisutjipto
Kumpul Komunitas Dari Merapi Hingga Pantai Selatan
Boko Festival 2016, Hiburan Penuh Makna Bagi Warga Yogyakarta
Lestarikan Seni Tradisi Islami di Masyarakat
Festival Selokan Mataram Siap Digelar Sabtu Ini
Sastrawan Melayu Bakal Kumpul di Yogyakarta
Pameran FKY Jadi Kesempatan Siswa Belajar Karya Seni Rupa
Batal Buat Kejutan, Endank Soekamti Tak Jadi Konser di Tebing Breksi
Gejog Lesung Lestarikan Seni Kerakyatan
Ikuti Lomba Napeni Gabah dan Nylumbat Kambil Cuma Disini
Disbud DIY Bersama Matra Akan Gelar Festival Gejog Lesung Keistimewaan
Video Mapping, Kreativitas Anak Yogya Tiada Banding
FKY KULONPROGO, Pemkab Akui Masih Kurang Publikasi
Selama Tiga Hari JFW 2016 Bakal Pamerkan Batik di Yogyakarta
Inilah Rangkaian Agenda Jogja Fashion Week 2016 pada Hari Perdana
Jogja Fashion Week 2016 Resmi Dibuka Siang Ini
Tiup Terompet Bersama Ribuan Warga, Sri Sultan HB X Resmi Buka FKY ke-28
Fantastis, 1000 Orang Ramaikan Pawai FKY di Malioboro
Gubernur DIY Hadiri Pawai Jalanan Festival Kesenian Yogyakarta ke-28
Kenapa FKY Selalu Identik Dengan Bambu?
Pemilihan Duta Museum DIY Kembali Digelar
 
Statistik
00193711
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945