Warning: mysql_num_rows() expects parameter 1 to be resource, boolean given in /homeclient/jmn4505/public_html/includes/session_dbase.php on line 55

Warning: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /homeclient/jmn4505/public_html/includes/session_dbase.php:55) in /homeclient/jmn4505/public_html/includes/session_dbase.php on line 114
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Berita
Jemparingan Satunya Raga dan Rasa dalam Seni Panahan Tradisional Jawa

Tantangan Pelik Garap Wayang Ringkes Dalang Cilik

Eliminate Dengue Project Yogyakarta Berkunjung Ke Museum Sonobudoyo

Kritikus dan Pengkaji Film dalam Wacana Sosial Budaya yang Berimbang

Rumah Budaya Winong dan Sumber Daya Budaya di Kotagede

Pendekatan Epistemologis dalam Hubungan Sastra-Film demi Karya yang Bermutu

Bagas Nur Satwika, Dalang Cilik Terbaik DIY 2017

Menengok Sudut Museum Sonobudoyo Tempoe Doeloe

Pengembangan dan Pemberdayaan Dalang Unggulan, Penerus Gaya Yogyakarta

Pameran Koleksi Museum Sonobudoyo di Bantul Expo 2017

Menyajikan data ke- 1-10 dari 280 data.
Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 »

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (10)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (33)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (72)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (10)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
Gangsadewa Gelar Orkestra Jogja Sound of Archipelago
« Kembali

Tanggal berita : Jumat, 29 Juli 2016
Dibaca: 1327 kali

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Bertempat di concert hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY) grup musik etnis dari Yogyakarta Gangsadewa menggelar orkestra dengan tajuk Jogja Sound of Archipelago (JSA) pada Kamis (28/7) malam.

Jogja Sound of Archipelago dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan DI Yogyakarta, Umar Priyono melibatkan sekira 100 pemain musik. Selain Gangsadewa tampil lima kelompok musik Sanggar Tarara, Kesper, Etno Ensemble ISI Yogyakarta, Gita Nala dari Gereja Kristen Jawa Gondokusuman, serta orkes tiup Jurusan Seni Musik ISI Yogyakarta.

Umar Priyono menjelaskan bahwa kegiatan orekestra sejenis secara rutin dilakukan setiap tahun dengan menjadikan TBY sebagai 'mangkuk bagi salad bowl' bagi proses berkesenian dan berkebudayaan untuk para pelaku seni di wilayah Yogyakarta.

"Kita sudah sepatutnya menghargai warna musik indah dan beragam yang berasal dari seluruh Indonesia. Jika dilakukan secara interaktif dan berulang akan menjadi dignity sebuah bangsa yang dapat ditumbuhkembangkan. (Dalam hal ini) Budaya sebagai soft diplomasi menghadapi era globalisasi yang sedang kita hadapi saat ini," jelas Umar Priyono dalam sambutannya.

JSA diawali dengan penampilan Sanggar Tarara yang membawakan repertoar dalam permainan rebana dan slompret Madura.

Anoman, kelompok musik etno ensemble ISI Yogyakarta yang terdiri dari lima mahasiswa memainkan alat musik petik kecapi dan sapek dengan tiga buah repertoar dari Dayak Kalimantan Tengah, dilanjutkan penampilan Kesper, sebuah kelompok musik yang telah berdiri sejak tahun 2001 dan selalu mengalami regeneasi anggotanya dengan memainkan alat perkusi.

Kesper memainkan tiga repertoar Klop, Overture of ensemble percussion, serta plink-plank-plunk. Tiga komposisi digarap secara rapi terutama pada repertoar Klop yang menggambarkan pergulatan berpacu dengan waktu. Sementara pada plink-plank-plunk, Kesper menawarkan sebuah komposisi ethnic jazz yang rancak.

Orkes tiup Jurusan Seni Musik ISI Yogyakarta menampilkan Repertoar of Kancil garapan komposer Joko Lemes. Komposisi Repertoar of Kancil dimainkan mengiringi pembacaan cerita anak Kancil dengan dramatisasi komposisi menyesuaikan setiap adegan.

Sementara Gita Nala dari Gereja Kristen Jawa Gondokusuman menampilkan tiga komposisi dalam permainan gamelan kontemporer.

Di akhir perhelatan Gangsadewa kelompok musik yang menggunakan nama sebuah gang tempat kelompok tersebut bermusik di Gang Sadewa Jalan Suryodiningratan, Yogyakarta digawangi Memet Chairul Slamet, musisi flute yang juga dosen jurusan Seni Musik Institut Seni Indonesia Yogyakarta menampilkan tiga repertoar.

Gangsadewa mengawali performnya dengan membawakan repertoar Grebeg. Pada repertoar selanjutnya Gangsadewa mengundang seluruh penampil sebelumnya untuk berkolaborasi dalam repertoar Carnival dan Paseban. Pada repertoar Paseban, masing-masing anggota Gangsadewa secara solo memainkan alat musiknya, di sela-selanya grup penampil lainnya diberikan kesempatan melakukan jamming secara grup menginterpretasi komposisi Paseban.

 

 
° Berita terkait :  
Konser Kebangsaan Jogja Kota Republik Digelar Rabu Esok
Orkestra 'Simfoni Keistimewaan' Memukau
Khayalan Oppie Andaresta di Panggung Pasar Keroncong Kotagede Yogyakarta
Pasar Keroncong Kotagede Kembali Digelar di Jogja
Berikut Para Pengisi Pasar Keroncong Kotagede 2016
Gamelan Jawa Jadi Ilustrasi Film Kedua 'The Hobbit'
 
Statistik
00206260
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945