Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Berita
Rehabilitasi Bangunan Cagar Budaya SMA N 3 Yogyakarta

Tari Edan-edanan dan Sintren undang penasaran dan senyum penumpang di bandara internasional Adisucipto

Wahana (photo booth) untuk berfoto diri pada gelar seni Selasa Wagen

Tarian sejarah Jaka Tarub, dikemas desa budaya Giring dengan berbagai macam tarian kontemporer

Ekskavasi Arkeologi KWB Plered (Situs Masjid Kauman Plered Dan Situs Kedaton Sektor 3)

Agenda Selasa Wagen, Jogja Istimewa di kawasan pedestiran Malioboro

Desa budaya harus punya kesan kuat terhadap khalayak

Pelatihan Tata Rias Karakter dan Busana Kelurahan Kricak dan Sambutan Hangat Masyarakat

Deklarasi "Indonesia UFO Network" dalam International SETI Conference #04 2019

3 Perempuan Maestro Seni Rupa gelar Pameran bertajuk Matahari 3

Menyajikan data ke- 21-30 dari 573 data.
Halaman « 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 »

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (11)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (40)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (73)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (11)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
Meniup pesan (ngeling-eling) akan napas kehidupan dari suling bambu
« Kembali

Tanggal berita : Jumat, 5 Juli 2019
Dibaca: 858 kali

Alat musik suling bambu merupakan khazanah budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta, juga di seluruh penjuru nusantara. Suling bambu merupakan alat musik yang alamiah. Cara memainkan suling bambu dengan membuka dan menutup sedemikian rupa, lubang-lubang pada batang sulingnya secara bergantian, merupakan wujud memberi dan menerima napas kehidupan.

Dari sebatang bambu yang tumbuh dari rumpunan pohon bambu yang subur tersiram hujan, kemudian dipotong, dilubangi dengan besi yang dipanaskan dengan api. Setelah jadi, dimainkan dengan cara ditiup. Pada sisi lain, suling bambu mengarahkan ingatan pada kelahiran manusia yang dimulai dari ditiupnya roh pada janin usia tertentu. Sebagaimana juga kematian dan akhir zaman, yang diakhiri dengan tiupan “suling” raksasa atau sangkakala sebagai penanda.

Pada bagian komposisi karya ilustrasinya pada pembukaan Festival Kebudayaan Yogyakarta 2019, Agus ‘Patub’ Budi Nugroho ingin mengingatkan kembali (ngeling-eling) dan menyisipkan pesan akan alam, sebagaimana suling bambu, juga seperti orang tua yang selalu diteladani. Dari sini diharapkan bisa menjadi tuntunan hidup bagi pencapaian manusia utama yang senantiasa memiliki kepekaan batin dan rasa dalam “meniup” kehidupan. melalui sebuah nyanyian macapat dari sinden yang berkisah tentang budi pekerti dan bakti kepada orang tua.

Suling agawe eling, semestinya membuat kita sadar dan ingat bahwa suling tidak cukup dilestarikan saja, tetapi diangkat, disebarluaskan dan dimasyarakatkan. Dengan meniup dan memainkan suling bambu, secara otomatis kita sudah belajar olah rasa, kesadaran ruang dan waktu, kesabaran, dan kepekaan sosial. Suling laksana napas kehidupan.

Lama vakum menggarap musik ilustrasi, ternyata tidak mengosongkan kelihaian dan kepiawaian Agus ‘Patub’ BN dalam bermusik. Bunyi suling bambu terdengar menonjol (sebagai suara melodi dengan wilayah nada slendro dan pelog, sebagai suara ritmis, lengkingan, hentakan, serta senandung nada suling diiringi alunan suara vokal sinden yang pada bagian tertentu menjadi theme song atas lagu Gambang Suling). Agus mengaransemen, dan mengelola 35 pemain musik, sekaligus seorang sinden Jawa, menggelorakan rasa musik yang khas.

Pelaksanaan FKY 2019 yang dibuka pada Kamis, 4 Juli 2019, di titik nol Malioboro, merupakan panggung bagi Agus ‘Patub’ untuk mempersembahkan musik selama tujuh menit, yang diiringi sebanyak 100 penari dari perwakilan masyarakat 19 kelurahan di Kota Yogyakarta. Agus dibantu produser pelaksana Hendi Setio Yulianto dan Asok Rangga, pegiat seni dan teater.

Agus  ‘Patub’ Budi Nugroho adalah pendiri dan komposer pada komunitas suling bambu nusantara (KSBN) Yogyakarta, sekaligus pendidik musik masyarakat. Selain ini, Agus telah tiga kali beruntun dipilih kementerian pendidikan dan kebudayaan sebagai seniman nasional dalam program seniman mengajar, sejak 2017. Agus dan seniman terpilih lainnya dikirim mengajar dan belajar mengembangkan dan menerapkan kemampuan bermusiknya berdampingan dengan adat istiadat dan budaya daerah setempat, di pelosok-pelosok di seluruh wilayah nusantara.(hen/lembud)

 

 
° Berita terkait :  
Yogyakarta-Victoria Friendship Symphony Orchestra Collaboration Concert
Agenda Kegiatan Dinas Kebudayaan dan UPT Bulan Agustus 2019
HARI PERTAMA AUDISI YOUTH MUSIC CAMP - MELBOURNE SYMPHONY ORCHESTRA 2019
Tim Kesenian Dinas Kebudayaan DIY Membuka ajang Festival "Warno Singyes" Kementerian Dalam Negeri
"SESAJI NAGARI" ALA KUAETNIKA
Musik Malam #1
Sudah tidak disenandungkan masyarakat, Lela Ledung dilestarikan di desa/kampung musik
Menekuni dan Menyebarkan Musik, Semangat Pengabdian Agus ’Patub’ kepada Negeri
Berpikir ’Nol’ untuk Membaca Suasana dan Membuat ’Kaya’ Ruang Belajar
Salah Kaprah Pengenalan Musik, Hambat Tumbuh Kembang Ciri Khas Musik Daerah
Senandung Agus ’Patub’ BN di Balik Jingle Khas Radio di Yogyakarta
Menjinakkan Nada Setelah Jatuh Bangun Mengolah Kepekaan Bunyi
Festival Karawitan Putri Kab. Kulonprogo
GENDERANG JOGJA MUSIK SESSION UNTUK GENERASI MUDA
Konser Kebangsaan Jogja Kota Republik Digelar Rabu Esok
Orkestra 'Simfoni Keistimewaan' Memukau
Khayalan Oppie Andaresta di Panggung Pasar Keroncong Kotagede Yogyakarta
Pasar Keroncong Kotagede Kembali Digelar di Jogja
Berikut Para Pengisi Pasar Keroncong Kotagede 2016
Gangsadewa Gelar Orkestra Jogja Sound of Archipelago
Gamelan Jawa Jadi Ilustrasi Film Kedua 'The Hobbit'
 
Statistik
00221714
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945