Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Berita
HARI KEDUA AUDISI YOUTH MUSIC CAMP-MELBOURNE SYMPHONY ORCHESTRA 2019

HARI PERTAMA AUDISI YOUTH MUSIC CAMP - MELBOURNE SYMPHONY ORCHESTRA 2019

SELEKSI LAWATAN SEJARAH TINGKAT REGIONAL

FOCUS GROUP DISCUSSION PENGADAAN GAMELAN DENGAN TIM LKPP PUSAT

Delapan Kesenian Tradisional di Selasa Wage

Pemberian Santunan/Bebungah Kepada Warga Yang Terdampak Rekonstruksi dan Revitalisasi Pojok Beteng Lor Wetan Kraton Yogyakarta Di Kelurahan Panembahan

Residensi Tari Klasik dan Batik dari Kaledonia Baru di Yogyakarta Tahun 2019

KAMUS (KAMIS MUSEUM) : Edaran Dharma Bakti untuk Gedung Persatuan Wanita

Museum Tour and Culture Exhibition

Menyajikan data ke- 1-10 dari 525 data.
Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 »

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (11)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (33)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (73)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (10)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
Macapat Massal 72 jam
« Kembali

Tanggal berita : Senin, 5 November 2018
Dibaca: 10895 kali

Macapat Massal Non Stop Selama 72 Jam Kabupaten Bantul

M

ACAPAT merupakan seni Tradisiyang berkembang di Bantul. Gawe ataupun Hajatan itu bertemakan ‘’ MacapatMassal Non Stop Selama 72 Jam”, rangkaian acara tersebut berjalan lancar dansukses. Acara Macapat Massal Non Stop Selama 72 Jam dilaksanakan oleh Dinas KebudayaanKabupaten Bantul melalui bidang Bahasa sastra Dinas kebudayaan Bantul.

Sasana Kridha Rumah Dinas BupatiBantul merupakan tempat di selenggarakannya acara Macapat massal yang di mulaipada hari Selasa,23 oktober, pukul 08.00 Wib, sampai dengan hari Jum’at,26Oktober, pukul 09.00 Wib. Dalam hajatan atau acara Mocopat Massal Non StopSelama 72 Jam tersebut merupakan sebuah rangkaian acara yang sangat monumentaldan dapat memecahkan Rekor MURI, yang sebelumnya menurut Tri Jaka selaku KasiBahasa Sastra Dinas Kebudayaan Bantul Rekor tersebut di cetak oleh UniversitasSebelas Maret dengan Durasi Macapat 50 jam non stop. Pada tahun 2008 Kabupatenmelalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga telah memecahkan Rekor MURI dengandurasi 48 jam non stop.

Macapat massal yang digelar olehDinas Kebudayaan Bantul ini di ikuti oleh lebih kurangnya 400 peserta yangterdiri dari seluruh Kecamatan di Kabupaten Bantul dan perwakilan dari beberapasekolah dari tingkat SD,SLTP,SMA/SMK,Kalangan Guru dan Seniman Macapat maupun Panembromo.Sebuah kebanggaan tersendiri dimiliki oleh Dinas Kebudayaan Bantul karenajumlah peserta yang turut serta dapat melebihi target yang hanyaditargetkan  sebanyak 300 peserta.

Acara dengan tajuk Macapat MassalNon Stop Selama 72 Jam ini dihadiri oleh Bupati Bantul dan hadir pula KepalaDinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, yang juga turut serta membawakan satutembang “Dandang Gula”. Materi Naskah dalam acara macapat tersebut sudahditentukan dan disediakan  oleh DinasKebudayaan yaitu materi macapat yang sudah terbiasa digunakan oleh pelakumocopat pada umumnya antara lain Serat Wulang Reh,Serat Wedhatama,SeratNirbaya, Kidungan, Serat Dewa Ruci,Cuplikan Babad Demak dll.

Macapat merupakan kesenian sastraberupa tembang atau puisi Jawa. Macapat di golongkan menjadi 11 tembang yangmenggambarkan urutan urutan dalam kehidupan/laku urip manusia sejak dalamKandungan (Maskumambang) sampai manusia meninggalkan dunia (Pucung). Dalamsyair syair macapat banyak berisi tentang petuah dan aturan aturan hidup yangdikemas dalam sebuah alunan tembangan dengan kiasan yang sangat estetis. Selainitu dalam seni macapat juga terdapat penggambaran sebuah peristiwa maupuntempat.

Kabupaten Bantul merupakan salahsatu daerah yang memiliki ragam ragam potensi seni budaya yang sangat beragamdan besar jumlahnya yang tentunya berkorelasi dengan perkembangan kebudayaanJawa. Hal tersebut dapat di lihat melalui banyaknya ragam potensi seni budayayang tersebar di beberapa wilayah, baik di tingkat pedukuhan,Desa atauKecamatan. dari seluruh kecamatan yang berada di Kabupaten Bantul terdapatlebih dari satu kesenian Macapat, namun dalam perkembangannya seni macapatbersifat “statis” karena pelaku yang terlibat dalam kegiatan kesenian Macapatini mayoritas usia tua.

Permasalahan yang dapat dipetakansecara umum adalah kurangnya minat generasi muda untuk dapat menjadi bagianseni macapat, perhatian dan apresiasi dari pemerintah yang sangat minim,alokasianggaran kurang terjangkau dan event event yang diselenggarakan sangat kurangsehingga dari beberapa hal tersebut dapat mengganggu dalam perkembangan SeniMacapat.

Dengan terbentuknya DinasKebudayaan di Kabupaten Bantul pada tahun 2017 yang lalu, kini kesenian Macapatseolah mendapatkan Ruang yang teduh sehingga para pelaku seni Macapat dapatmelangsungkan dan ikut membantu dalam upaya pelestarian nilai nilai budayamelalui Seni Macapat. Sehingga upaya tersebut dapat bersinergi dengan DinasKebudayaan Bantul yang memiliki Visi dan Misi : melestarikan dan mengembangkanBudaya (Jawa) di Daerah Istimewa Yogyakarta yang Adi luhung.

Menurut Tri Jaka.S selaku KasiBahasa dan Sastra “ kita harus memberikanruang bagi pelaku seni macapat agar dapat mengekpresikan kemampuanya sertadapat menargetkan untuk dapat memecahkan Rekor MURI dengan melaksanakan 72 jamnonstop dan dari acara tersebut pada awalnya di khawatirkan pada saat jam00.00-06.00 karena itu adalah jam istirahat oarang pada umumnya,”imbuh TriJaka.

Disampaikan pula oleh Susamidjoyang mengikuti acara macapat masal dan mewakili kecamatan Bantul “ dengan acara ini kami sangat mengapresiasikarena dapat mencetak generasi yang cinta terhadap seni Macapat dan senimacapat akan tetap lestari dengan catatan di lembaga lembaga pendidikan dansosial mampu memasyarakatkan Seni Macapat”.(Mr)

 
° Berita terkait :  
Nyawiji Budaya Sebagai Sarana Apresiasi Budaya
"Wargo Budoyo" menjaga eksistensi kesenian tradisional
Pentas “Selasa Wage” untuk Desa / Kelurahan Budaya se DIY
Eksistensi Kelurahan Budaya Kricak dalam memeriahkan Kangen Jogja
Semarak Festival Desa Budaya Kabupaten Sleman
Festival Desa/Kelurahan Budaya 2018, Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta
"Nyawiji " Persiapan Hari Jadi Desa Srigading 2018
KRICAKNAVAL, Karnaval Kampung Kricak Kidul Kelurahan Kricak
Study Banding Pendamping Seni Budaya Kabupaten Kulonprogo di Desa Dlingo Bantul
Pelatihan Tata Rias dan Busana, Kelurahan Kricak
Tirta Giri Agung ,Merti Dusun Koripan 1 Dlingo
"Umbul Donga Kali Belik" Kelrurahan Terban
Peran Bumi Panggung dalam memajukan Kelompok Seni Budaya di Panggungharjo
Tradisi Merti Dusun,Tegalrejo Srigading
"Reog Manggala Muda" Neco, Sabdodadi, Bantul
Kesenian Wayang Cakruk sebagai Media Penyuluhan Sosial
Nguri uri dan Menggenerasikan Kesenian Kethoprak di Kecamatan Sewon
Upacara Adat Rejeban Kelurahan Terban
Geliat kesenian Kethoprak Dusun Ceme Srigading
Nobar piala dunia menjadi berkebudayaan dan edukatif
Guyub rukun warga dalam Merti Dusun Nganyang
Arak-arakan Kirab Merti Dusun Ngablak,Sitimulyo,Piyungan
Latihan perdana kethoprak bersama FKPSB Kabupaten Bantul dan Kota
Forum Komunikasi Pendamping Seni Budaya (FKPSB) Kabupaten Bantul dan Kota.
Wiwitan Dusun Madugondo,Sitimulyo,Piyungan
Pementasan Wayang Kulit Pandowo Kumpul dalam Acara Syawalan Dusun Keyongan Kidul
Bank Sampah" Alam Lestari" Srigading, mengubah sampah menjadi berkah
Kemeriahan Takbir Keliling di Dusun Ceme, Srigading,Sanden,Bantul
Rapat Koordinasi dan Buka Bersama Forum Desa Budaya Srigading
Kursi Taman Limbah Keramik,Hasil Karya Warga Desa Budaya Srigading
Karawitan Ngesti Budoyo Ngemplak, Srigading
Pentas Seni,Merti Dusun Cabeyan,Panggungharjo,Sewon,Bantul.
seni Tradisional Gejog Lesung
Srigading Segoro Mukti
Kegiatan Pendampingan Desa Budaya Sabdodadi
Kulonprogo Gelar Acara Batik on The Street
Gelar Persembahan Tari ke 4, Mila Ajak Seniman Ini
Batik Nitik Kian Diminati Pasar
Perajin Batik Kulonprogo Butuh Fasilitasi Pemasaran
Condong Art Festival Explore Potensi Desa Condongcatur
Ada Apa di Anjungan Bantul? Coba Kita Cek
Aksara Jawa Bangun Karakter Generasi Muda
Perajin Batik Kulonprogo Perkuat Pasar Lokal untuk Jaga Produksi Tetap Stabil
 
Statistik
00221375
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945