Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Berita
Semangat Desa Semin, Gunungkidul, mengembangkan sumber daya budayanya

Upacara adat rasulan, bersih dusun di Tegalsari, Desa Semin, Gunungkidul

POJOK KAMUS (KAMIS MUSEUM) : Koleksi Museum Monumen Jogja Kembali

PENANGSANG DALAM BAYANGAN

Pemutaran Film di Demangan, Gondokusuman, Yogyakarta

Pensiunan PLN Gowes Bareng ke Museum Sejarah Purbakala Pleret

"SESAJI NAGARI" ALA KUAETNIKA

Budaya Yogyakarta Menyapa Dunia

Pemutaran Film di Desa/Kelurahan/Kecamatan

Pengukuhan Dewan Pengurus Barahmus DIY masa bakti 2018-2023

Menyajikan data ke- 1-10 dari 463 data.
Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 »

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (11)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (33)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (73)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (10)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
Sudah tidak disenandungkan masyarakat, Lela Ledung dilestarikan di desa/kampung musik
« Kembali

Tanggal berita : Senin, 10 Desember 2018
Dibaca: 4624 kali

Seperti halnya Lela Ledhung, semacam lagu ’nina bobo'-nya Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, setiap daerah di Indonesia memiliki lagu buaian untuk anak sebelum tidur, ungkap Agus ’Patub’ Budi Nugroho, dengan kekhasan melodi dan bahasa masing-masing. Ada Ratu Anom di Bali, dan Palok Sagu di Natuna, dan lain-lain, selain Lela Ledhung, namun menurut seniman musik DIY tersebut, tidak ada yang menginventaris (mencatatnya).

Tak lela, lela, lela ledung...

Cep menenga aja pijer nangis

Anakku sing ayu/bagus rupane

Yen nangis ndak ilang ayune/baguse.


Tak gadhang bisa urip mulya...

Dadiya wanita utama/satria pandhita

Ngluhurake asmane wong tuwa

Dadiya pendekaring bangsa.

Lagu ini sungguh sugestif positif sekali (punya sarat makna dan sangat menyentuh perasaan), ungkap Agus ’Patub’, membayangkan kebiasaan nenek moyang yang bersenandung tanpa diiringi musik. Saat itu pun, belum ada slendro dan belum ada notasi musik. Sayangnya, sekarang Lela Ledung boleh disebut sudah tidak diterapkan di masyarakat. Karena itu, Agus ingin menjaga keberadaannya, dengan mengajarkan di sembilan desa/kampung musik binaannya, melalui nyanyian (vokal), suling, dan angklung. Dengan demikian, alunan nada membuai lagu itu bisa selalu dinikmati, meskipun bukan untuk buaian anak sebelum tidur.

Dibandingkan dengan lagu lain semacam itu (buaian untuk anak), Wiegenlied yang diperkenalkan sejak 1868, gubahan terkenal musik klasik Johannes Brahms dari Jerman, diperkirakan Agus ’Patub’ muncul setelah Lela Ledung. Wiegenlied kemudian diinggriskan juga sebagai Lullaby atau Cradle Song. Demikian terkenalnya lagu ini, sehingga sampai sekarang terus diperdengarkan di mana-mana, termasuk sebagai ilustrasi musik, atau untuk keperluan iklan.(hen/ppsf)

 
° Berita terkait :  
"SESAJI NAGARI" ALA KUAETNIKA
Musik Malam #1
Menekuni dan Menyebarkan Musik, Semangat Pengabdian Agus ’Patub’ kepada Negeri
Berpikir ’Nol’ untuk Membaca Suasana dan Membuat ’Kaya’ Ruang Belajar
Salah Kaprah Pengenalan Musik, Hambat Tumbuh Kembang Ciri Khas Musik Daerah
Senandung Agus ’Patub’ BN di Balik Jingle Khas Radio di Yogyakarta
Menjinakkan Nada Setelah Jatuh Bangun Mengolah Kepekaan Bunyi
Festival Karawitan Putri Kab. Kulonprogo
GENDERANG JOGJA MUSIK SESSION UNTUK GENERASI MUDA
Konser Kebangsaan Jogja Kota Republik Digelar Rabu Esok
Orkestra 'Simfoni Keistimewaan' Memukau
Khayalan Oppie Andaresta di Panggung Pasar Keroncong Kotagede Yogyakarta
Pasar Keroncong Kotagede Kembali Digelar di Jogja
Berikut Para Pengisi Pasar Keroncong Kotagede 2016
Gangsadewa Gelar Orkestra Jogja Sound of Archipelago
Gamelan Jawa Jadi Ilustrasi Film Kedua 'The Hobbit'
 
Statistik
00221006
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945