Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Berita
Sikap tidak terbius dinamika rekayasa, pelajaran dari lakon Pandawa Dadu atau Wiratha Parwa

Katalog film online Dinas Kebudayaan DIY, mudahkan khalayak mengetahui perkembangan film dan karya audio visual

Caping Gunung

Orang Jawa dan Sains

Sejarah panjang Panjalu: Keselarasan agung Panjalu-kulon dengan Panjalu-wetan

Sudah tidak disenandungkan masyarakat, Lela Ledung dilestarikan di desa/kampung musik

Pamor Nyangku di Situ Panjalu, Ciamis, Lebih dari Seribu Tahun

Dinas Kebudayaan DIY kaji upaya tumbuhkan rasa peduli dan perhatian masyarakat terhadap seni budaya

Manisnya Yogyakarta, Menggugah Para Seniman untuk Berkarya

Menekuni dan Menyebarkan Musik, Semangat Pengabdian Agus ’Patub’ kepada Negeri

Menyajikan data ke- 1-10 dari 422 data.
Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 »

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (11)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (33)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (73)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (10)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
Menekuni dan Menyebarkan Musik, Semangat Pengabdian Agus ’Patub’ kepada Negeri
« Kembali

Tanggal berita : Senin, 12 November 2018
Dibaca: 5713 kali

Sikap seniman sebangsanya yang tidak menyebarkan ilmunya kepada masyarakat sebangsa sendiri, membuat prihatin Agus ’Patub’. Banyak seniman yang mendamparkan diri mereka di luar negeri. Mereka bangga mengajar kesenian nusantara kepada orang-orang mancanegara di sana. Berbulan-bulan, bertahun-tahun, bahkan sampai menetap di sana. ”Kini Ibu Pertiwi sedang lara, merintih, dan berdoa,” bunyi sebuah lagu. Para seniman diingatkan harus imbang, mengajar orang mancanegara dengan orang negeri sendiri.

Keadaan tersebut seakan-akan diperbandingkan Agus secara langsung dengan peserta latihan dari desa/kampung jejaring musik yang dirintis dan dibina secara mandiri, yang 'membayar'-nya dengan ketekunan, kesabaran, dan kedisiplinan latihan. Hal ini sudah cukup sebagai pondasi pembangunan manusia Indonesia yang berkebudayaan seutuhnya, ungkap Agus ’Patub’ Budi Nugroho, seniman musik dan ilustrator musik Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan mencontohkan masyarakat (perkumpulan) suling bambu nusantara, dia ingin menyebarkan, menyadarkan, dan mengajarkan bahwa betapa suling bambu lebih merdu suaranya dan ramah lingkungan, dibandingkan dengan suling plastik yang hanya impor.

Setelah berlatih musik, otak menjadi tenang (rileks), dan hati terasa nyaman. Dengan demikian, kita cenderung mudah menerima dan memberi ilmu baru, misal tentang budi pekerti, cepat masuk pada alam bawah sadar, sehingga bisa meresap pada otak.

Latihan di desa/kampung-kampung, semua digratiskan, karena dia dapat ilmunya juga gratis langsung dari Tuhan. Rezeki dari pintu lain kemudian datang berlipat-lipat tidak terduga-duga dari pintu-pintu rezeki lainnya, aku Agus ’Patub’.

Bukan bermain dan berbicara mengenai musik saja, disempatkan juga melakukan diskusi ringan tentang budi pekerti, peka terhadap lingkungan, dan berbagi cerita mengenai permasalahan hubungan dengan orang tua masing-masing, umpamanya. Kelompok lain yang tidak suka kedamaian−mungkin mengganggu diskusi, misalnya, satu yang berbuat, semua kena getahnya, apalagi karena kepentingan tertentu, tersingkir dengan sendirinya. Beberapa kali mereka pernah teruji soal itu.(hen/ppsf)

 

 
° Berita terkait :  
Sudah tidak disenandungkan masyarakat, Lela Ledung dilestarikan di desa/kampung musik
Berpikir ’Nol’ untuk Membaca Suasana dan Membuat ’Kaya’ Ruang Belajar
Salah Kaprah Pengenalan Musik, Hambat Tumbuh Kembang Ciri Khas Musik Daerah
Senandung Agus ’Patub’ BN di Balik Jingle Khas Radio di Yogyakarta
Menjinakkan Nada Setelah Jatuh Bangun Mengolah Kepekaan Bunyi
Festival Karawitan Putri Kab. Kulonprogo
GENDERANG JOGJA MUSIK SESSION UNTUK GENERASI MUDA
Konser Kebangsaan Jogja Kota Republik Digelar Rabu Esok
Orkestra 'Simfoni Keistimewaan' Memukau
Khayalan Oppie Andaresta di Panggung Pasar Keroncong Kotagede Yogyakarta
Pasar Keroncong Kotagede Kembali Digelar di Jogja
Berikut Para Pengisi Pasar Keroncong Kotagede 2016
Gangsadewa Gelar Orkestra Jogja Sound of Archipelago
Gamelan Jawa Jadi Ilustrasi Film Kedua 'The Hobbit'
 
Statistik
00220807
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945