Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Berita
Rehabilitasi Bangunan Pekapalan

Reog 4 Generasi " Kridha Beksa Lumaksana " Mangiran

Jogja International Heritage Festival Keris 2019

Rehabilitasi WBCB Aset Pura Pakualaman - Bioskop Permata

Rehabilitasi Warisan Budaya Cagar Budaya Aset Pura Pakualaman - Makam Girigondo

Rehabilitasi Joglo Kotagede

Aktivitas Jogja Istimewa Selasa Wagen, 27 Agustus 2019 (JISAW 2019)

Workshop dan Lomba Lukis Komik 2019

Pameran "Heritage" dalam rangka Muhibah Budaya di Ponorogo

PENTAS KETHOPRAK "Srengenge Kembar"

Menyajikan data ke- 1-10 dari 573 data.
Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 »

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (11)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (39)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (73)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (11)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
Makna dan Sejarah Kemunculan Kolak di Bulan Ramadhan
« Kembali

Tanggal berita : Senin, 15 Juni 2015
Dibaca: 19190 kali

Bulan Ramadhan adalah bulan dimana kita akan menemui menu berbuka puasa bernama Kolak. Menu yang menjadi “syarat wajib” bagi yang menunaikan buka puasa setelah seharian penuh menahan lapar dan dahaga. Yups, kolak adalah menu buka puasa Ramadhan yang dibikin dengan kombinasi pisang atau ubi dan kuahnya perpaduan santan dan gula merah, dan untuk menambah variasi ditambahkan kolang-kaling.

Nah, pertanyaannya buat teman-teman semua. Bagaimana hidangan ini muncul di Indonesia dan menjadi salah satu khasanah di bulan Ramadhan?

Kemunculan kuliner kolak ini tidak lepas dari dakwah para ulama di era perkembangan Islam di tanah Jawa. Salah satu cara para ulama untuk menyebar luaskan agama Islam dengan media kolak sebagai salah satu alat peraga dakwah. Penyajian kolak biasa dilakukan para ulama sebelum atau sesudah mengadakan kumpul warga atau sarasehan, mereka disajikan suguhan yakni kolak.

Pemberian nama Kolak berasalah dari kata Khalik yang bermakna Sang Pencipta atau Allah SWT. Pemberian nama Kolak dimaksudkan untuk mendekatkan dan selalu mengingat kepada Allah SWT, itulah alasan utama kenapa Kolak disajikan pada bulan Ramadhan.

Pemaknaan kolak itu pun didasarkan pada bahan-bahan dasar pembuatan kolak itu sendiri. Bahan dasar pisang kepok atau ubi pun dimaknai secara mendalam. Kata Kapok atau Kepok dimaksudkan agar setiap umat Islam bertaubat atau jera tidak mengulangi perbuatan-perbuatan dosa yang telah dilakukannya. Pemaknaan kata Ubi, bahwa setiap umat Islam mengubur dalam-dalam semua kesalahan yang pernah dilakukannya.

Semoga informasi singkat bisa menambah wawasan kita semua, bahwa setiap perisitiwa dengan berbagai bentuk tetap membuat kita selalu ingat kebesaran Allah SWT dengan segala kasih sayangknya kepada kita hamba-Nya.

 
° Berita terkait :  
Jogja International Heritage Festival Keris 2019
PENTAS KETHOPRAK "Srengenge Kembar"
30 Karya Budaya DIY ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2019.
Agenda Kegiatan Dinas Kebudayaan dan UPT Bulan Agustus 2019
Agenda Budaya Bantul dan Kelurahan Budaya Yogyakarta Bulan Agustus 2019
Agenda Selasa Wagen, Jogja Istimewa di kawasan pedestiran Malioboro
Deklarasi "Indonesia UFO Network" dalam International SETI Conference #04 2019
Lomba Cerdas Cermat Kebudayaan dan Permuseuman tingkat SMP (LCCKM) 2019
Pemberian Santunan/Bebungah Kepada Warga Yang Terdampak Rekonstruksi dan Revitalisasi Pojok Beteng Lor Wetan Kraton Yogyakarta Di Kelurahan Panembahan
Kegiatan Sosialisasi Revitalisasi Pojok Beteng Lor Wetan Kraton di Kelurahan Panembahan
Bersatu Dalam Rencana Aksi Pemeliharaan dan Pengembangan Warisan Budaya Takbenda Keris
Gelar Seni Budaya Yogyakarta 2019 Dalam Rangka Memperingati Hadeging Nagari Ngayogyakarta ke 272
PENANGSANG DALAM BAYANGAN
"SESAJI NAGARI" ALA KUAETNIKA
Pengukuhan Dewan Pengurus Barahmus DIY masa bakti 2018-2023
Aksi Pemajuan Kebudayaan DIY, 40 Usulan Karya Budaya DIY Maju Proses Penetapan Warisan Budaya Indonesia 2019
BAF# 1 DIGELAR
Festival Panji Saba Yogya
Festival Karawitan Putri Kab. Kulonprogo
4 Kabupaten dan 1 Kota berebut ke Teater Nasional
TURI SEBAGAI TEMPAT AJANG FERSTIVAL KETHOPRAK TINGKAT KABUPATEN SLEMAN 2018
Beda Gaya Surakarta dengan Yogyakarta, Bukan Bahan Olok-olok
Kearifan Jawa dalam Tedhak Sungging, agar Orang Jawa Tidak Kehilangan Jawa-nya
Cabeyan Merti Dusun
GENDERANG JOGJA MUSIK SESSION UNTUK GENERASI MUDA
Pendalaman Materi dalam Rangka Pengingkatan Kapasitas Pemandu Museum Gunungapi Merapi
Puisi Seketika Di Museum "Pengasong Kata Bersafari Dalam Kota #1"
Ngopi Di Museum
Permainan Masangin: Kalah atau Menang, Sama-sama Senang
Perlakuan Masyarakat Setouchi terhadap Ruang Publik, Bagaimana di Yogyakarta?
Rumah Budaya Winong dan Sumber Daya Budaya di Kotagede
Gelar Budaya Kearifan Lokal di Sumberan Sleman
PBTY Tonjolkan Warna Warni Budaya Nusantara
'Open Call Application' ART|JOG|10 – 2017
Kalender Wisata di Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Sepanjang Tahun 2017
Sampaikan Pesan Persatuan Melalui Upacara
Batik Ayu Arimbi Desa Pandowoharjo Merambah Hingga Luar Negeri
Kirab Bregada Warnai HUT ke-70 Desa Pakembinangun
Kulonprogo Gelar Acara Batik on The Street
Gamelan Sekaten Ini Bakal Silence Pada Malam Jumat, Kenapa?
Magis...Alunan Gending Gamelan Pusaka di Masjid Gede Kauman
Gamelan Kanjeng Kyai Nagawilaga dan Kanjeng Kyai Guntur Madu Ditabuh di Bangsal Ponconiti
Udhik-udhik Sebagai Wujud Kepedulian Raja Mensejahterakan Rakyatnya
Miyos Gongso Sekaten, GKR Mangkubumi Sebar 'Udhik-Udhik'
Festival Jathilan Warnai HUT ke-70 Desa Condongcatur
1000 Apem dan Lemper Diarak Keliling Tugu
Kesamaan Historis Kraton Yogyakarta dan Kutai Kartanegara
Dinas Kebudayaan DIY Siap Realisasikan Pusat Dokumentasi Audio Visual
Kalimat Sekaten Itu Asalnya Gimana Sih?
Festival Budaya Menoreh 2016 Berlangsung Meriah
Wanita Timika Jajal Budaya Yogya di Omah Kecebong
Tradisi Sarat Makna Spiritual yang Masih Terjaga
Anggaran dipangkas, Pelangi Budaya Selendang Sutera Jalan Terus
Wayang Jogja Night Carnival Siap Digelar untuk Semarakkan HUT ke-260 Yogyakarta
Mubeng Beteng, Sarana Introspeksi Orang Jawa
Antusiasme Masyarakat Pada Seni dan Budaya Tinggi
Festival Pelangi Budaya Bumi Merapi Kembali Digelar Di Yogyakarta
25-26 September, Ada International Street Performance di Jalan Marga Utama
Gejog Lesung Lestarikan Seni Kerakyatan
Disbud DIY Bersama Matra Akan Gelar Festival Gejog Lesung Keistimewaan
Melanesia: Mengenal Masyarakat Indonesia Timur Melalui Budaya
Gelar Budaya Yogyakarta Sajikan Sendratari dan Wayang Wong
Gelar Budaya Jogja Sebagai Wadah Perenungan Eksistensi Kebudayaan
4 Tari Klasik Tampil di Gelar Budaya Jogja 2016
Perjalanan Sejarah Masjid Perak Kotagede Yogyakarta
Mengunyah Sejarah Ketupat
Desa Sembungan Rintisan Desa Wisata Batik di Kulon Progo
Menapak Sejarah Penamaan Kampung dengan Bregada Kraton
Satu-satunya Rumah Joglo di Eropa Berdiri Megah di Slovenia
52 Places to Go in 2014
Anugerah Budaya Tahun 2013
Ini 10 Kontingen Terbaik Pawai Nusantara
Ekskavasi Arkeologi KWB Plered (Situs Masjid Kauman Plered Dan Situs Kedaton Sektor 3)
Kunjungan Juri Penghargaan Seniman dan Budayawan Kategori Cagar Budaya ke Candi Kimpulan UII
SELEKSI LAWATAN SEJARAH TINGKAT REGIONAL
OHD dalam 80 an Ampuh
JAMBORE KESEJARAHAN
TIRAKATAN SERANGAN UMUM 1 MARET 2019
Jelajah Budaya SMK Negeri 6 Yogyakarta di Museum Sejarah Purbakala Pleret dan Situs-Situs Bersejarah di Kecamatan Pleret
JUMPA PERS PERINGATAN SERANGAN UMUM 1 MARET KE-70
BERSIH BERSIH TETENGER (RANGKAIAN ACARA PERINGATAN SERANGAN UMUM 1 MARET 2019)
Polemik Tanggal dan Tempat Lahir Wage Rudolf Soepratman, Usik Upaya Pelurusan Sejarahnya
Night at The Museum: Tak Sekedar Jelajah Museum di Malam Hari
Sumbu Filosofis Gambarkan Perjalanan Hidup Manusia
Tuntunan dan Tontonan dari Kirab Siwur
REALTIME NEWS: Ribuan Masyarakat dan Abdi Dalem Lampah Budaya Mubeng Beteng
Asal Mula 2 Oktober Menjadi Hari Batik Nasional
Mubeng Beteng Melacak Jejak Geger Sepoy di Benteng Baluwarti
Selokan Van Der Wijck Urat Nadi Kehidupan Manusia
Selokan Van Der Wijck Urat Nadi Kehidupan Manusia
 
Statistik
00221700
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945