Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Berita
Wayang Wong K-Pop (Komersial-Populer), Dulu Yogyakarta Punya Wirama Budaya

Pemutaran Film di Desa Semakin Semarak dengan Kendaraan Khusus Film

Nyawiji ing Kluwung 2018

Sekolah Jawa sebagai Upaya Pencerahan terhadap Baca Tulis Aksara Jawa

Peta 1944, Kunci Penegasan Batas DIY dan Jawa Tengah di Candi Prambanan

Perlakuan Masyarakat Setouchi terhadap Ruang Publik, Bagaimana di Yogyakarta?

Nilai Sebuah Film yang Patut Diperhitungkan, Selain Memenangi Festival

Warna Lain Mainan Tradisional Angkrek di Tangan Seniman Tari

Memahami Seni Tradisi, Seni Kontemporer, dan Seni Populer

Beratnya Upaya Pemulihan Krisis Kepercayadirian Dalang Tradisional Pasca-reformasi

Menyajikan data ke- 1-10 dari 303 data.
Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 »

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (11)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (33)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (72)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (10)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
Sekolah Jawa sebagai Upaya Pencerahan terhadap Baca Tulis Aksara Jawa
« Kembali

Tanggal berita : Selasa, 30 Januari 2018
Dibaca: 375 kali

Bertolak dari kajian terhadap nama jalan yang ditulis dengan aksara Jawa, Paksi Raras Alit (pemerhati bahasa Jawa) dan kawan-kawannya, pegiat dan penggerak yang berkecimpung pada aksara Jawa, sepakat mengembangkan atau memperbaiki baku penulisan ejaan aksara Jawa yang benar. Kajian yang dilakukan berlatar belakang kegelisahan mereka yang sudah cukup lama dirasakan.

Mereka mewujudkan upaya perbaikan itu dengan membentuk semacam sekolah Jawa. Sebenarnya, kegiatan (sekolah Jawa) ini merupakan kerja sama Jawacana, Iqra’ Hanacaraka, Sekar, dan Ikatan Alumni Sastra Jawa Universitas Gadjah Mada.

Raras Alit ingin melakukan sesuatu dengan menyebarluaskan aksara Jawa, yang dianggap dia sebagai pencerahan. Kelas aksara Jawa untuk umum, menyediakan ruang untuk hal itu. Diharapkan bahwa melalui kegiatan ini, bisa saling mendukung dengan program pemerintah.

Iqra’ bahasa Jawa sudah disusun, dengan cara (metode) yang dimusyawarahkan dengan pengajar dari alumni sastra Jawa UGM, Iqra’ Hanacaraka, dan perwakilan guru. Bahan ajar dibagi menjadi kelas dasar, menengah, dan atas. Kelas dasar diajarkan pengetahuan dasar hanacaraka; kelas menengah, ejaan dan paugeran aksara Jawa; dan kelas atas, dengan sasaran bisa membaca naskah atau manuskrip kuno aksara Jawa.(hen/ppsf)

 

 
° Berita terkait :  
Menyikapi Bahasa Tutur dan Bahasa Baku dalam Bahasa Jawa
Aksara Jawa Bangun Karakter Generasi Muda
Disbud DIY Akan Bagikan Majalah Berbahasa Jawa Gratis untuk SD di Wilayah DIY
Dinas Kebudayaan DIY Gelar Dialog Publik Gerakan Literasi Aksara Jawa
'Sempulur' Lestarikan Bahasa dan Sastra Jawa
Kesenian Jawa Digelar Sepanjang Malioboro
Kongres Bahasa Jawa Bakal Digelar di Yogyakarta
Peran Penting Panatacara bagi Bahasa Jawa
 
Statistik
00219899
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945