Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Berita
Pelaksanaan FKY Perlu Dekat dengan Media Massa, dan Tidak Berkonotasi Politik

Pendamping Desa Budaya Gilangharjo bersiap Menyambut Gelar Potensi Desa Budaya Kabupaten Bantul dan Kota 2018

STOP Membuang Sampah Pada Tempatnya !!!

Dulu Negara Jajahan, Fosil dan Artefak di Indonesia Leluasa Dijarah

Mitos, Wacana Lain dalam Pembuatan Film

Nobar piala dunia menjadi berkebudayaan dan edukatif

Tumuruning Wahyu Mataram beraksi menyambut Hut Bantul ke 187

Guyub rukun warga dalam Merti Dusun Nganyang

Arak-arakan Kirab Merti Dusun Ngablak,Sitimulyo,Piyungan

Menyajikan data ke- 1-10 dari 364 data.
Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 »

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (11)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (33)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (73)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (10)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
Beratnya Upaya Pemulihan Krisis Kepercayadirian Dalang Tradisional Pasca-reformasi
« Kembali

Tanggal berita : Sabtu, 30 Desember 2017
Dibaca: 3223 kali

Dalang tradisional yang merupakan masyarakat religius yang mengedepankan nilai kepasrahan, nilai ketuhanan, dan kepatuhan pada kemurnian nilai tradisi, cenderung dicap sebagai corong Pemerintah. Karena itu, pada masa pasca-reformasi, muncul perlawanan dari kalangan modern yang berideologi politik rasional dan berkehendak cenderung bebas, dengan manajemen modernnya, serta didukung perkembangan suasana temperamental kelompok reformis pada waktu itu, membuat kelompok tradisi mengalami goyah, bahkan secara psikologis yang mengarah pada krisis kepercayadirian, prihatin Ki Edi Suwanda, seniman pedalangan dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Para sepuh mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri. Mereka tidak siap secara mental terhadap kesenjangan itu, karena berlawanan dengan nilai-nilai tradisi, sehingga mereka blank (tidak tahu yang harus diperbuat).

Ingin memperbaiki masalah itu, Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Daerah Istimewa Yogyakarta bertekad membangkitkan semangat mereka yang goyah, dengan memahamkan wacana politik manajemen modern. Juga membangun semangat ideologi kebersamaan melalui sosialisasi sebagai upaya pemulihan kelompok tradisi.

Meskipun demikian, Ki Edi Suwanda, yang juga ketua Pepadi DIY, mengungkap keprihatinannya bahwa terkait dengan upaya perubahan secara organisasi dan secara personal dalam memperjuangkan kepentingan umum tersebut, ada pihak yang tidak senang, dan ingin menghalangi, baik dari kelompok aktivis individu yang terorganisasi, maupun kelompok masyarakat pendukungnya.(hen/ppsf)

 

 
° Berita terkait :  
Dulu Negara Jajahan, Fosil dan Artefak di Indonesia Leluasa Dijarah
Mitos, Wacana Lain dalam Pembuatan Film
Kisah Kipas sebagai Senjata Rahasia Wanita
Festival Panji Saba Yogya
Zaman Sekarang, Mana Kebanggaan Berbahasa Indonesia-mu?
Tan Jin Sing Menyingsing Lelap Candi Borobudur Setelah Berabad-abad
Nilai Suatu Artefak adalah Nilai Sejarahnya
Penemuan benda (yang diduga) kuno, rawan memicu sifat kemaruk, dan merusak nilai sejarahnya
4 Kabupaten dan 1 Kota berebut ke Teater Nasional
Perilaku Pergaulan Bebas, Ancam Kelestarian Nilai-nilai Budaya Bangsa
Menumbuhkan Naluri Swasensor dan Sedekah Digital dalam Konvergensi Media
Pengembangan dan Pemberdayaan Dalang Unggulan, Penerus Gaya Yogyakarta
Mandiri dan Profesional, Seniman Bisa Hidup Layak dan Bermanfaat
Kesenimanan dan Kiprah Budaya, Menggerakkan Masyarakat dan Lepas dari Politik
Javanese Diaspora Event III Resmi Dibuka Siang ini
Diaspora Jawa 2017 Di Benteng Vredeburg Yogyakarta
Ratusan Diaspora Jawa akan Berkumpul di Yogyakarta
Potong Tumpeng di Tengah-Tengah Kedung
TRADISI KULONPROGO Hari Ini, Ada Gebyar Seni Pareanom di Kedung Pedut
Disbud dan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Gelar Lomba Panahan Gaya Mataram
Night at The Museum: Tak Sekedar Jelajah Museum di Malam Hari
Rasakan Sensasi Digulung “Ombak” di Sekaten Jogja
Sekaten Beda dengan Pasar Malam
Perajin Batik Kulonprogo Perkuat Pasar Lokal untuk Jaga Produksi Tetap Stabil
Dinas Kebudayaan DIY Siap Realisasikan Pusat Dokumentasi Audio Visual
Tim Travel Heritage Dinas Kebudayaan DIY Tiba di Samarinda
Konten Utama Seni Religi di Sekaten
Hadirkan Nada Gamelan Melalui Piranti Musik Kekinian
Sumbu Filosofis Gambarkan Perjalanan Hidup Manusia
Makin Tersisih, Tampah Jadi Alternatif Medium Lukis
Modal Sosial, Kunci Seni Tradisional Bertahan
Pesta Pertunjukan Karya Pekerja Seni Muda
Pinasthika Creativestival XVII Award Kembali Hadir
Bakal Jadi Duta Santri, Slank Tampil 'Sarungan' di Maguwo
Pameran Seni Rupa Nandur Srawung 2016 Berdayakan Difabel
8 Kota Tanah Air Jadi Tempat Kolaborasi Seniman Indonesia-Inggris
Perupa Indonesia Pameran di Vietnam
Uji Kompetensi Murid SMKN 1 Kasihan
20 Kontingen Ikut FBM 2016
Festival Budaya Menoreh 2016 Berlangsung Meriah
Batik-batik Langka Dipamerkan ke Publik
Kirab Gunungan dan Grobak Sapi Meriahkan Merti Dusun Saren
Gunungan Pakaian Dalam Hingga Barang 'Klithikan' Sita Perhatian Warga
Decki Leos, Sosok di Balik Artwork Official Poster Kustomfest
Seni Budaya Bisa Jadi Mesin Ekonomi
Kesenian Tari Hibur Peserta Funbike Gebyar Museum Pleret
Tolak Bala, Warga Kidulan Gelar Bersih Dusun
Lestarikan Jasa Mbah Demang Cokrodikromo
Gelar Budaya Wiladeg, Lestarikan Kesenian Lokal
Gelar Budaya Wiladeg, Lestarikan Kesenian Lokal
'Selendang Sutra' Penyatu Mahasiswa
Anggaran dipangkas, Pelangi Budaya Selendang Sutera Jalan Terus
Ritual Jamasan Kereta Kencana Keraton Yogyakarta, Sekali Setahun Tiap Jumat Kliwon
Ratusan Orang Ikut Ngalap Berkah Air Jamasan
350 Seniman Ramaikan Centhini Gunung
Kreativitas Kukuhkan Yogya Kota Berbudaya
Siang Ini Malioboro Ditutup! Ada Apa?
Teater Waplo Juara Baca Puisi Remaja DIY
Kemasan Pengaruhi Nilai Jual Batik Tulis
Karnaval Selendang Sutera #4 di Malioboro
6 Perupa Bali Unjuk Gigi di Jogja
Baron Skeber di Auditorium RRI Yogyakarta
Batik Api Inovasi ala Lugiyantoro
Unik, Show Batik di Bandara Adisutjipto
Asal Mula 2 Oktober Menjadi Hari Batik Nasional
Kumpul Komunitas Dari Merapi Hingga Pantai Selatan
Boko Festival 2016, Hiburan Penuh Makna Bagi Warga Yogyakarta
Lestarikan Seni Tradisi Islami di Masyarakat
Festival Selokan Mataram Siap Digelar Sabtu Ini
Batal Buat Kejutan, Endank Soekamti Tak Jadi Konser di Tebing Breksi
Pameran FKY Jadi Kesempatan Siswa Belajar Karya Seni Rupa
Sastrawan Melayu Bakal Kumpul di Yogyakarta
Gejog Lesung Lestarikan Seni Kerakyatan
Ikuti Lomba Napeni Gabah dan Nylumbat Kambil Cuma Disini
Disbud DIY Bersama Matra Akan Gelar Festival Gejog Lesung Keistimewaan
FKY KULONPROGO, Pemkab Akui Masih Kurang Publikasi
Video Mapping, Kreativitas Anak Yogya Tiada Banding
Selama Tiga Hari JFW 2016 Bakal Pamerkan Batik di Yogyakarta
Inilah Rangkaian Agenda Jogja Fashion Week 2016 pada Hari Perdana
Jogja Fashion Week 2016 Resmi Dibuka Siang Ini
Fantastis, 1000 Orang Ramaikan Pawai FKY di Malioboro
Gubernur DIY Hadiri Pawai Jalanan Festival Kesenian Yogyakarta ke-28
Tiup Terompet Bersama Ribuan Warga, Sri Sultan HB X Resmi Buka FKY ke-28
Kenapa FKY Selalu Identik Dengan Bambu?
Tebing Breksi Dijadikan Lokasi Big Bang FKY - 28
Pemilihan Duta Museum DIY Kembali Digelar
 
Statistik
00220311
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945