Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Berita
Kirab Bregada Warnai HUT ke-70 Desa Pakembinangun

Night at The Museum: Tak Sekedar Jelajah Museum di Malam Hari

Sebelum Gunungan Dikirab, Ada Prosesi Penting yang Tak Boleh Dilewatkan

Kulonprogo Gelar Acara Batik on The Street

Apresiasi Seni Klasik di Panggung Kesenian PMPS

Gelar Persembahan Tari ke 4, Mila Ajak Seniman Ini

Batik Nitik Kian Diminati Pasar

Gamelan Sekaten Ini Bakal Silence Pada Malam Jumat, Kenapa?

Magis...Alunan Gending Gamelan Pusaka di Masjid Gede Kauman

Sekaten Beda dengan Pasar Malam

Menyajikan data ke- 61-70 dari 277 data.
Halaman « 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 »

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (10)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (33)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (72)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (10)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
Tradisi dan Daya Cipta Masyarakat Jawa dalam Bingkai Dokumenter Mancanegara
« Kembali

Tanggal berita : Kamis, 8 Juni 2017
Dibaca: 3569 kali

Daerah-daerah di Indonesia menjadi gambaran yang bagus akan kayanya budaya pedesaan (tradisional) yang khas, masyarakat adatnya, lain dengan yang lain. Budaya ini perlu dicatat, dipelihara, sebagai rangkaian yang membentuk rona dalam budaya nasional. Bahkan di antaranya, dari banyak tempat yang indah dan identitas budaya yang masih asli di seluruh Indonesia, termasuk Yogyakarta, digambarkan sebagai tempat idaman atau kenangan (nostalgia). Kecenderungan eksotisisasi ini seperti merupakan norma dalam pembuatan film dokumenter, misalnya untuk mengangkat pariwisata.

Kemajuan pesat teknologi digital, membuat kesan seolah-olah tidak ada jarak pergaulan antarnegara. Hal ini yang juga mendorong hubungan kerja sama Indonesia dengan negara lain. Contohnya dalam pembuatan film dokumenter, membuka kesempatan melakukan kerja sama antar-filmmaker.

Keadaan itu membawa perkembangan baru bagi Fakultas Film dan Televisi, Institut Kesenian Jakarta (FFTV-IKJ). Berstatus sebagai anggota perkumpulan sekolah film dunia, CILECT, FFTV-IKJ berkesempatan meningkatkan wawasan dan kemampuan mahasiswanya melalui kerja sama dengan para pembuat film dari mancanegara.

Bekerja sama dengan CinemadaMare, Italia, sebuah perkumpulan filmmaker terbesar sedunia, FFTV-IKJ mengadakan International Film Documentary Workshop, bertema Java: Tradition and Creativity, yaitu kegiatan lokakarya mengenai pengembangan film dokumenter di Indonesia, yang dilaksanakan di Jakarta dan Yogyakarta. Peserta lokakarya mengikuti program masterclass pada 5−6 Juni 2017 di Jakarta, dan pendalaman teori, sekaligus praktik pembuatan film dokumenter pada 7−15 Juni 2017 di Yogyakarta.

Pelaksanaan di Jakarta dilakukan di Fakultas Film dan Televisi, IKJ, dengan program masterclass, peserta mendapat penjelasan mengenai pendekatan dokumenter di Indonesia, berbagi pengalaman membuat film dokumenter dan wawasan mengenai kebudayaan Jawa. Narasumber merupakan sineas dan seniman yang berpengalaman di dalam dan luar negeri, serta masih giat mengajar, seperti Sardono Waluyo Kusumo (sutradara dan penata tari), Nan Triveni Achnas (sutradara film), Gerzon R Ayawaila (pembuat film dokumenter dan lecturer), Yudi Datau (cinematographer), dan I Gede Putu Wiranegara (pembuat film dokumenter).

Sedangkan di Yogyakarta, peserta praktik membuat film dokumenter. Sebelumnya, mereka menjelajahi Yogyakarta, menyaksikan tradisi yang ada, perkembangannya, termasuk daya cipta masyarakatnya, antara lain perajin keris di Banyusumurup, Imogiri, Bantul, juga perajin di Kotagede dan sekitarnya.

Penanggung jawab kegiatan lokakarya, Suryana Paramita, M.Sn., yang juga wakil dekan bidang kerja sama pada FFTV IKJ, mengungkap bahwa peserta lokakarya terdiri dari sepuluh mahasiswa Indonesia, masing-masing lima dari Institut Kesenian Jakarta dan Institut Seni Indonesia Yogyakarta, serta sepuluh filmmaker mancanegara dari Rusia, Portugal, Bulgaria, Spanyol, Italia, Kolombia, Hongkong, dan Singapura, lulusan CinemadaMare, Italia, yang disaring dari 300 orang dari 65 negara. Bagi CinemadaMare, yang secara berkala setiap tahun mengajak filmmaker berkeliling dunia, ini pertama kalinya mereka membawa filmmaker dari delapan negara tersebut ke Indonesia.

Pembukaan dan jumpa pers International Film Documentary Workshop di Yogyakarta, dilaksanakan pada Rabu, 7 Juni 2017, 16.00, di pendapa Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, dihadiri Plt. Sekretaris Dinas Kebudayaan DIY, Setyawan Sahli, S.E., M.M., Kepala Bidang Perizinan dan Pengendalian Film, Pusat Pengembangan Perfilman, M. Kholid Fathoni, LL.M., dekan Fakultas Film dan Televisi IKJ, R.B. Armantono, M.Sn., dekan Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta, Marsudi, S.Kar., M.Hum., Kepala Seksi Perfilman, Bidang Seni dan Film, Dinas Kebudayaan DIY, Dra. Sri Eka Kusumaning Ayu, serta Paguyuban Filmmaker Yogyakarta.(hen/ppsf)

 

 
° Berita terkait :  
Kritikus dan Pengkaji Film dalam Wacana Sosial Budaya yang Berimbang
Pendekatan Epistemologis dalam Hubungan Sastra-Film demi Karya yang Bermutu
Penyutradaraan: Bicara Tuntutan Jalan Cerita, Bukan Ambisi dan Kebanggaan
Totalitas Peran, Puncak Capaian dalam Seni Peran dan Bernilai Tinggi
Gunungkidul, Tempat Tayang Perdana Film Ziarah untuk Masyarakat Umum
Arti Lokalitas dalam Pengembangan Perfilman Daerah Istimewa Yogyakarta
Menertawakan Diri Sendiri Melalui ”Aku Serius”
”Ayo, Main”, Anak-anak Punya Hak Bermain
Oleh-oleh Empon-emponan dari Kulon Progo
Upaya Pertemukan Budaya Timur dan Barat Lewat Pertunjukan Setan Jawa di Melbourne
108 Layar di 3 Lokasi, JAFF Targetkan 10 Ribu Penonton
Jogja-Netpac Asian Film Festival 2016 Siap Digelar
Dinas Kebudayaan DIY Siap Realisasikan Pusat Dokumentasi Audio Visual
Kisahkan Narasi 'Jogja Kembali' yang Terpenggal
Penggarapan Film yang Didanai Danais Telah Mencapai 60 Persen
 
Statistik
00203291
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945