Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Berita
Menekuni dan Menyebarkan Musik, Semangat Pengabdian Agus ’Patub’ kepada Negeri

Gambar/lukisan purba orang bermain layang-layang di Muna, bisa jadi karena peristiwa alami biasa

Macapat Massal 72 jam

Pernah Dianggap Bakal Bubar, Wayang Kulit Masih Berkibar

Nonton Bareng, Warga Dirgantara Asri Peringati Sumpah Pemuda

Macam-macam Tingkah Polah Seniman, Biarkan Alam yang Mengurusnya

Semarak Festival Desa Budaya Kabupaten Sleman

Festival Desa/Kelurahan Budaya 2018, Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta

Daya Tarik Kebudayaan Nusantara Pikat Mancanegara

Menjaring Mutiara Berkilau yang Terpendam dari Ajang Lomba Pencarian Bakat

Menyajikan data ke- 1-10 dari 414 data.
Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 »

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (11)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (33)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (73)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (10)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
Plat Cetak Gambar Geometris Pentagonal Icositetrahedron ala Kevin van Braak
« Kembali

Tanggal berita : Rabu, 24 Mei 2017
Dibaca: 11363 kali

Kevin van Braak, seniman dari Belanda, membuat sebuah bengkel kerja bersama untuk karya cukil kayu. Di sini, Kevin membuat sebuah pentagonal icositetrahedron dari kayu jati dan diberi nama yang sama. Bangun geometris ini berguna sebagai blok cetak segi lima. Hasil penelitian Kevin selama residensi di Cemeti, dan bertemu dengan para seniman di Yogyakarta, mengantarkannya untuk mewujudkan karya tersebut. Dengan mengajak 24 seniman dan pegiat dari Yogyakarta, mereka mengangkat banyak isu sosial politik, yang terekam pada karya mereka dalam bentuk cukil kayu (drawing). Ke-24 karya itu kemudian dicukil dan dirangkai menjadi 24 permukaan pada pentagonal tersebut, dengan bantuan pembuat perabot lokal.

Sekilas, bangun persegi banyak berwarna gelap, pentagonal icositetrahedron mirip batu prasasti yang besar bagi pengunjung yang baru datang. Setelah dicermati dan dibandingkan dengan banyak lembaran kertas bergambar dan bertulisan, antara lain More Park Less Hotel, 1965 Balung Sedulur, dan Hate Speech Triggers Fascism, yang berjajar tergantung seperti jemuran pakaian, benda mirip prasasti itu ternyata plat cetak gambar.

Pengunjung di bengkel kerja Kevin boleh membawa pulang hasil cetakannya secara gratis (cap ”not for sale”). Bahkan bila diinginkan pengunjung, dapat dicetakkan langsung di tempat. Dari pameran ini, Kevin ingin mewujudkan sebuah ruang dinamis bagi berlangsungnya suatu hubungan dan kesadaran bersama mengenai isu-isu sosial politik yang merupakan perhatian para seniman. Karya Kevin van Braak ini dapat disaksikan mulai dari 23 Mei 2017 sampai dengan 27 Mei 2017, 9.00−17.00, di Rumah Seni Cemeti.

Selain pentagonal icositetrahedron dari kayu jati, Kevin juga membuat tiruan meja kerja para pemimpin diktator yang bersejarah, dan mengadakan pertunjukan wayang kulit dengan kisah yang bermula dari keluarganya.

Pelaksanaan residensi seniman slot pertama di Rumah Seni Cemeti telah memasuki babak akhir pada bulan Mei ini. Kevin van Braak (Belanda), Laura Marsh (Auckland, Aotearoa, Selandia Baru), dan Yosefa Aulia (Indonesia), mengadakan pameran dan presentasi setelah bergabung dengan Cemeti selama tiga bulan sejak Maret 2017. Kevin membuat plat cetak gambar geometris segi lima pentagonal icositetrahedron; Laura, dengan Yogya Jacuzzi, bangun bambu oktagonal untuk ruang percakapan terbuka bagi perempuan; dan Yosefa, dengan smashing cocks, sebuah permainan otomobil remote control yang dipasangkan patung kecil ’jago’ (cock), yang di baliknya mempertanyakan arti sebuah kemenangan.

Pameran dan presentasi seniman residensi di Cemeti, dibuka secara resmi pada Selasa malam, 23 Mei 2017, oleh Kepala Seksi Seni Rupa, Bidang Seni dan Film, Padmono Anggoro Prasetyo, S.Sn., mewakili Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Drs. Umar Priyono, M.Pd.

Kevin van Braak, kelahiran 1975, pernah juga berpameran di Arnhem, Belanda (2016, dikuratori Ruang Rupa); Kunstverein, Austria (2015); Sismografo, Porto, Portugal (2014), The Museum of Contemporary Art, Belgrade, Serbia (2014), dan lain-lain.

Kevin memiliki hubungan erat dengan Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Ibu Kevin berdarah Cina dan Indonesia, serta pernah tinggal di Biak, Irian Jaya (sekarang Papua). Kakeknya bekerja sebagai serdadu Belanda dan pernah bertugas di Indonesia.

Pengalaman kakeknya, dan dorongan untuk mengetahui asal-usul kehidupannyalah yang menggugah Kevin untuk berkarya. Secara umum, berbagai macam karya Kevin bercerita seputar isu politik dan ideologis yang bermasalah.(hen/ppsf)

 

 
° Berita terkait :  
BAF# 1 DIGELAR
Festival Panji Saba Yogya
Pesona Dunia Bawah Laut dari Rajutan dan Crochet pada Pameran ArtJog 2018
Nyawiji ing Kluwung 2018
Omzet Miliaran Rupiah, Nilai Animator di Daerah Istimewa Yogyakarta Perlu Digenjot
Kaya Teknik dan Gagasan, Seni Grafis Perlu Lebih untuk Dekat Masyarakat
Residensi Seniman: Titian Karier dan Pembuktian Profesionalitas Pekerja Seni
Mewarnai Topeng: Bisa Kita, Bisa Mereka Juga
Fasilitasi Seniman Rupa, Disbud Gelontorkan Rp 2,9 M
Jadi Ajang Ngumpul Para Super Mama yang Super Sibuk
Mahasiswa Kriya UNY Gelar Pameran di Jogja National Museum
Kulonprogo Gelar Acara Batik on The Street
Batik Nitik Kian Diminati Pasar
Perajin Batik Kulonprogo Butuh Fasilitasi Pemasaran
Mau Digambar Karikatur? Hari Ini Jos di Stand KR Sekaten
Ada Apa di Anjungan Bantul? Coba Kita Cek
Belasan Gerobak Sapi Ini Dipoles oleh Seniman dengan Berbagai Tema
Perajin Batik Kulonprogo Perkuat Pasar Lokal untuk Jaga Produksi Tetap Stabil
Pameran Seni Rupa Nandur Srawung 2016 Berdayakan Difabel
Atraksi Budaya Pergantian Jaga Prajurit Pakualaman Memukau
8 Kota Tanah Air Jadi Tempat Kolaborasi Seniman Indonesia-Inggris
Perupa Indonesia Pameran di Vietnam
Decki Leos, Sosok di Balik Artwork Official Poster Kustomfest
Kemasan Pengaruhi Nilai Jual Batik Tulis
30 Karya Siap Dipamerkan di Kyoto
REALTIME NEWS : Pameran Perupa Muda 2016 Tampilkan Karya dari 45 Seniman
60 Perupa "Unjuk Gigi" di Paperu 2016 di TBY
Pameran Seni Rupa 'Tanda Mata XI', Bagian Perjalanan Bagi Para Seniman Yogyakarta
Paperu : Membaca Tanda-tanda Masa Depan
UNDAGI, Pameran Kriya yang Tampilkan Ratusan Karya
Pameran UNIFORM, Siap Dibuka Nanti Malam
Rahman Muchamad Gelar Pameran Tunggal "Operasi"
PAMERAN 'BERHARAP SATU POHON RINDANG' Rongsokan Disulap Lebih Bermakna
Kado Cucu Sultan, Perupa dan Tukang Becak Melukis
 
Statistik
00220643
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945