Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Berita
Beda Gaya Surakarta dengan Yogyakarta, Bukan Bahan Olok-olok

Kearifan Jawa dalam Tedhak Sungging, agar Orang Jawa Tidak Kehilangan Jawa-nya

Merentangkan Benang Merah Sejarah Bahasa Jawa: Tidak Pernah Ada Bukti Empiris, Seribu Tahun Lalu Masyarakat Jawa Berbahasa Ngoko atau Krama

Pertunjukkan Rama Shinta Modern di Dusun Gunting, Gilangharjo

"JEJOGEDAN" di Pendopo Graha Budaya, Trimurti

Pertunjukkan Rama Shinta Modern di Dusun Gunting, Gilangharjo

Karawitan Ngesti Budoyo Ngemplak, Srigading

"Balada Apem Sutemi", Trimurti, Srandakan, Bantul

Festival Bakmie Lethek di Dusun Lopati, Trimurti, Srandakan, Bantul

Pentas Seni,Merti Dusun Cabeyan,Panggungharjo,Sewon,Bantul.

Menyajikan data ke- 1-10 dari 328 data.
Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 »

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (11)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (33)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (73)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (10)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
Gunungkidul, Tempat Tayang Perdana Film Ziarah untuk Masyarakat Umum
« Kembali

Tanggal berita : Rabu, 10 Mei 2017
Dibaca: 7174 kali

Film dari Indonesia, ”Ziarah”, yang berlatar belakang masa perang kemerdekaan, karya sutradara BW Purba Negara, memenangi kategori Best Screenplay dan Special Jury Award, pada ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) 2017 di Kuching, Serawak, Malaysia.

Selain Best Screenplay, penghargaan khusus dari dewan juri (Special Jury Award ) untuk film Ziarah, diperoleh karena penampilan pemeran utamanya, Mbah Ponco, 95 tahun, warga Dusun Batusari, Desa Kampung, Ngawen, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dinilai luar biasa.

Menanggapi raihan prestasi internasional tersebut, BW menyanjung semangat bekerja sama rekan-rekannya di Indonesia, khususnya di Gunungkidul dan Yogyakarta, serta berharap dapat menggugah pembuat film di seluruh Indonesia untuk meraih prestasi lain yang membanggakan pada masa yang akan datang.

Film Ziarah bisa dinikmati di bioskop nasional mulai 18 Mei 2017. Meskipun demikian, masyarakat Desa Kampung, Ngawen, Gunungkidul, memperoleh kehormatan karena dapat menonton film tersebut pertama kali untuk masyarakat umum, yang dijadwalkan pada Sabtu malam, 13 Mei 2017. Pemutaran film di desa ini merupakan program kerja Seksi Perfilman, Bidang Seni dan Film, Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebenarnya, pada zaman sekarang dan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, masyarakat punya banyak pilihan film yang dapat dinikmati dengan mudah. Meskipun demikian, film pendek karya pembuat film (filmmaker) Yogyakarta, memiliki keistimewaan dan kekhasan yang membawa warna baru dalam perfilman Indonesia.(hen/ppsf)

 

 
° Berita terkait :  
BIOSKOP JUMAT
Menjaga Semangat Film Danais yang Membawa Harapan (Optimisme) Masyarakat Yogyakarta
Dari Kampung Cepit, Condongcatur, Mengalir Semangat Persahabatan Manusia dengan Sungai
Cukup Sulit, Pemilihan Proposal Sayembara Pembuatan Film Dana Keistimewaan DIY 2018
Pemutaran Film di Desa Semakin Semarak dengan Kendaraan Khusus Film
Nilai Sebuah Film yang Patut Diperhitungkan, Selain Memenangi Festival
Perfilman sebagai Unggulan Industri Kreatif di Daerah Istimewa Yogyakarta
Menuju Industri Film di Daerah yang Sehat dan Beraneka Ragam
Kritikus dan Pengkaji Film dalam Wacana Sosial Budaya yang Berimbang
Pendekatan Epistemologis dalam Hubungan Sastra-Film demi Karya yang Bermutu
Penyutradaraan: Bicara Tuntutan Jalan Cerita, Bukan Ambisi dan Kebanggaan
Totalitas Peran, Puncak Capaian dalam Seni Peran dan Bernilai Tinggi
Tradisi dan Daya Cipta Masyarakat Jawa dalam Bingkai Dokumenter Mancanegara
Arti Lokalitas dalam Pengembangan Perfilman Daerah Istimewa Yogyakarta
Menertawakan Diri Sendiri Melalui ”Aku Serius”
”Ayo, Main”, Anak-anak Punya Hak Bermain
Oleh-oleh Empon-emponan dari Kulon Progo
Upaya Pertemukan Budaya Timur dan Barat Lewat Pertunjukan Setan Jawa di Melbourne
108 Layar di 3 Lokasi, JAFF Targetkan 10 Ribu Penonton
Jogja-Netpac Asian Film Festival 2016 Siap Digelar
Dinas Kebudayaan DIY Siap Realisasikan Pusat Dokumentasi Audio Visual
Kisahkan Narasi 'Jogja Kembali' yang Terpenggal
Penggarapan Film yang Didanai Danais Telah Mencapai 60 Persen
 
Statistik
00220053
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945