Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Berita
Bagas Nur Satwika, Peserta Terbaik Lomba Dalang Cilik Tingkat DIY 2017

Menengok Sudut Museum Sonobudoyo Tempoe Doeloe

Pengembangan dan Pemberdayaan Dalang Unggulan, Penerus Gaya Yogyakarta

Pameran Koleksi Museum Sonobudoyo di Bantul Expo 2017

Penyutradaraan: Bicara Tuntutan Jalan Cerita, Bukan Ambisi dan Kebanggaan

Totalitas Peran, Puncak Capaian dalam Seni Peran dan Bernilai Tinggi

Peserta Kemah Budaya DIY 2017 Berkunjung Ke Sonobudoyo

FK UGM Goes To Sonobudoyo

Kaya Teknik dan Gagasan, Seni Grafis Perlu Lebih untuk Dekat Masyarakat

Museum Sonobudoyo Dikunjungi Pelajar Yogyakarta Dalam Rangka PLS 2017

Menyajikan data ke- 1-10 dari 274 data.
Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 »

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (10)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (33)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (72)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (10)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
Diaspora Jawa 2017 Di Benteng Vredeburg Yogyakarta
« Kembali

Tanggal berita : Senin, 17 April 2017
Dibaca: 4616 kali



KBRN, Yogyakarta : Peristiwa unik akan terulang kembali yaitu dialog menggunakan Bahasa Jawa Ngoko antara Raja Mataram dengan Orang Keturunan Jawa di Suriname dalam acara Diaspora Jawa 2017 bertempat di Benteng Vredeburg Yogyakarta. Sedikitnya 19 acara telah dipersiapkan selama berlangsungnya Diaspora Jawa 2017 yang dipusatkan di Benteng Vredeburg Yogyakarta pada tanggal 17 hingga 23 April 2017, diikuti ratusan Orang Jawa yang berbahasa Jawa Ngoko bukan Warga Negara Indonesia, dari berbagai negara di seluruh dunia.

Orang-orang Jawa dirantau tersebut, diantaranya datang dari Suriname, Belanda, Malaysia, Singapura, Hong Kong dan berbagai pelosok di Nusantara seperti di daerah Tondano sebagai keturunan dari laskar Pangeran Diponegoro yang diasingkan oleh Belanda disana, juga Jawa Deli, mereka rindu untuk bisa menemui Tanah Leluhur yakni Jawa, Yogyakarta pada khususnya sebagai pusatnya budaya Jawa yang masih terjaga utuh, sekaligus bertatap-muka dan berdialog dengan Raja Mataram yakni Sultan HB X.

KPH Yudha Hadiningrat mewakili Kraton Yogyakarta menuturkan keunikan terjadinya dialog antara Raja dengan rakyatnya menggunakan bahasa Jawa Ngoko pernah terjadi ketika Sultan HB berkunjung ke Suriname, dan hal itu akan terjadi lagi disaat acara Diaspora Jawa 2017 di Benteng Vredeburg. “Sebenarnya yang mereka inginkan itu apa, tak lain sebagai Orang Jawa ingin ketemu Rajanya. Bahwa bertemu dengan Sultan itu yang begitu mereka dambakan, kapan bisa tatap muka, ngobrol sama Rajanya, saya dengar kalau Presiden RI ke Suriname tidak bikin heboh, tetapi kalau Sultan ke Suriname sangat menghebohkan, karena ketemu Rajanya, meski disambut dengan bahasa Jawa Ngoko, jadi ini yang luar-biasa, karena siapapun Orang Jawa gak akan berani Ngoko dengan Ngerso Dalem, karena itu memang unggah-ungguh-nya, unik”, ujar KPH Yudha Hadiningrat.

Sehubungan dengan berlangsungnya Diaspora Jawa tersebut KPH Wironegoro selaku wakil tuan rumah ketika dikonfirmasi RRI menyebutkan hendaknya selaku tuan rumah kita berikan yang terbaik untjuk mereka. “Berkumpulnya masyarakat Jawa ini penting sekali bagi kita warga Jogja untuk menjadi tuan rumah yang baik, menerima para Diaspora Jawa yang rindu dengan budayanya, kangen dan pengin tahu terhadap tanah leluhurnya, jadi saya mewakili warga Jogja berupaya menjadi tuan rumha yang baik bagi para Diaspora yang bertandang ke Yogyakarta”, ungkap KPH Wironegoro.

Dalam pada itu salah satu wakil Diaspora Jawa Indrata yang bermukim di Amerika Serikat berharap respon positip masyarakat Jogja dengan melakukan silaturahmi ke acara Diaspora Jawa tersebut.”Acara ini tidak terjadi tanpa ada para Diaspora, karena acara ini reuni, reuni-annya adalah Ngumpulke Balung Pisah, mereka yang terpisah sejak jaman dulu, karena politik, ada keterpaksaan maupun ketidakterpaksaan sehingga mereka harus ke luar negeri atau keluar Jawa, mereka krenteg mau kesini, keinginan leluhur mereka yang diteruskan kegenerasi berikutnya”, tutur Indrata Kusuma Prijadi selaku Ketua Paguyuban Ngumpulke Balung Pisah Javanese Diaspora, yang lama menetap di Amerika Serikat namun kini tinggal di Yogyakarta demi anak-anaknya agar mampu berbahasa Jawa.

Diantara agenda yang dipersiapkan dan dipastikan menarik adalah Dialog Orang Jawa tersebut dengan Sri Sultan HB X menggunakan Bahasa Jawa Ngoko, karena memang kemampuan Orang Jawa di rantau itu hanya ber-Bahasa Jawa Ngoko dan itupun sudah disetujui oleh Sultan HB X. Kemudian Pameran tentang Orang-orang Jawa dirantau serta Lomba Stand-Up Komedi Berbahasa Jawa, digelar selama Diaspora Jawa berlangsung dan selain itu warga Suriname akan menyajikan masakan Sauto racikan mereka kepada publik Jogja yang mengunjungi arena Pameran di Benteng Vredeburg Yogyakarta. (Bud)


 
° Berita terkait :  
Pengembangan dan Pemberdayaan Dalang Unggulan, Penerus Gaya Yogyakarta
Mandiri dan Profesional, Seniman Bisa Hidup Layak dan Bermanfaat
Kesenimanan dan Kiprah Budaya, Menggerakkan Masyarakat dan Lepas dari Politik
Javanese Diaspora Event III Resmi Dibuka Siang ini
Ratusan Diaspora Jawa akan Berkumpul di Yogyakarta
Potong Tumpeng di Tengah-Tengah Kedung
TRADISI KULONPROGO Hari Ini, Ada Gebyar Seni Pareanom di Kedung Pedut
Disbud dan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Gelar Lomba Panahan Gaya Mataram
Night at The Museum: Tak Sekedar Jelajah Museum di Malam Hari
Rasakan Sensasi Digulung Ombak di Sekaten Jogja
Sekaten Beda dengan Pasar Malam
Perajin Batik Kulonprogo Perkuat Pasar Lokal untuk Jaga Produksi Tetap Stabil
Dinas Kebudayaan DIY Siap Realisasikan Pusat Dokumentasi Audio Visual
Tim Travel Heritage Dinas Kebudayaan DIY Tiba di Samarinda
Konten Utama Seni Religi di Sekaten
Makin Tersisih, Tampah Jadi Alternatif Medium Lukis
Sumbu Filosofis Gambarkan Perjalanan Hidup Manusia
Hadirkan Nada Gamelan Melalui Piranti Musik Kekinian
Modal Sosial, Kunci Seni Tradisional Bertahan
Pesta Pertunjukan Karya Pekerja Seni Muda
Pinasthika Creativestival XVII Award Kembali Hadir
Bakal Jadi Duta Santri, Slank Tampil 'Sarungan' di Maguwo
Pameran Seni Rupa Nandur Srawung 2016 Berdayakan Difabel
8 Kota Tanah Air Jadi Tempat Kolaborasi Seniman Indonesia-Inggris
20 Kontingen Ikut FBM 2016
Perupa Indonesia Pameran di Vietnam
Uji Kompetensi Murid SMKN 1 Kasihan
Batik-batik Langka Dipamerkan ke Publik
Festival Budaya Menoreh 2016 Berlangsung Meriah
Kirab Gunungan dan Grobak Sapi Meriahkan Merti Dusun Saren
Gunungan Pakaian Dalam Hingga Barang 'Klithikan' Sita Perhatian Warga
Decki Leos, Sosok di Balik Artwork Official Poster Kustomfest
Lestarikan Jasa Mbah Demang Cokrodikromo
Seni Budaya Bisa Jadi Mesin Ekonomi
Kesenian Tari Hibur Peserta Funbike Gebyar Museum Pleret
Tolak Bala, Warga Kidulan Gelar Bersih Dusun
Gelar Budaya Wiladeg, Lestarikan Kesenian Lokal
Gelar Budaya Wiladeg, Lestarikan Kesenian Lokal
350 Seniman Ramaikan Centhini Gunung
Kreativitas Kukuhkan Yogya Kota Berbudaya
Ritual Jamasan Kereta Kencana Keraton Yogyakarta, Sekali Setahun Tiap Jumat Kliwon
Ratusan Orang Ikut Ngalap Berkah Air Jamasan
Anggaran dipangkas, Pelangi Budaya Selendang Sutera Jalan Terus
'Selendang Sutra' Penyatu Mahasiswa
Teater Waplo Juara Baca Puisi Remaja DIY
Siang Ini Malioboro Ditutup! Ada Apa?
Kemasan Pengaruhi Nilai Jual Batik Tulis
Karnaval Selendang Sutera #4 di Malioboro
Batik Api Inovasi ala Lugiyantoro
6 Perupa Bali Unjuk Gigi di Jogja
Baron Skeber di Auditorium RRI Yogyakarta
Asal Mula 2 Oktober Menjadi Hari Batik Nasional
Unik, Show Batik di Bandara Adisutjipto
Kumpul Komunitas Dari Merapi Hingga Pantai Selatan
Boko Festival 2016, Hiburan Penuh Makna Bagi Warga Yogyakarta
Lestarikan Seni Tradisi Islami di Masyarakat
Festival Selokan Mataram Siap Digelar Sabtu Ini
Batal Buat Kejutan, Endank Soekamti Tak Jadi Konser di Tebing Breksi
Pameran FKY Jadi Kesempatan Siswa Belajar Karya Seni Rupa
Sastrawan Melayu Bakal Kumpul di Yogyakarta
Gejog Lesung Lestarikan Seni Kerakyatan
Ikuti Lomba Napeni Gabah dan Nylumbat Kambil Cuma Disini
Disbud DIY Bersama Matra Akan Gelar Festival Gejog Lesung Keistimewaan
FKY KULONPROGO, Pemkab Akui Masih Kurang Publikasi
Video Mapping, Kreativitas Anak Yogya Tiada Banding
Selama Tiga Hari JFW 2016 Bakal Pamerkan Batik di Yogyakarta
Inilah Rangkaian Agenda Jogja Fashion Week 2016 pada Hari Perdana
Jogja Fashion Week 2016 Resmi Dibuka Siang Ini
Tiup Terompet Bersama Ribuan Warga, Sri Sultan HB X Resmi Buka FKY ke-28
Fantastis, 1000 Orang Ramaikan Pawai FKY di Malioboro
Gubernur DIY Hadiri Pawai Jalanan Festival Kesenian Yogyakarta ke-28
Kenapa FKY Selalu Identik Dengan Bambu?
Tebing Breksi Dijadikan Lokasi Big Bang FKY - 28
Pemilihan Duta Museum DIY Kembali Digelar
 
Statistik
00199820
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945