Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Berita
Senandung Agus ’Patub’ BN di Balik Jingle Khas Radio di Yogyakarta

Desa Gilangharjo Merealisasikan Program Optimalisasi Sistem Informasi Desa

Menjinakkan Nada Setelah Jatuh Bangun Mengolah Kepekaan Bunyi

"Nyawiji " Persiapan Hari Jadi Desa Srigading 2018

Pendamping Desa Budaya Gilangharjo Berhasil Membuat Packaging Untuk Kerajinan Batik

KRICAKNAVAL, Karnaval Kampung Kricak Kidul Kelurahan Kricak

Wahyu Lintang Johar Ditampilkan dengan Versi Kethoprak

Gilangharjo Bersiap Mencetak Wirausahawan Muda

Meneropong Rekam Jejak Kiprah Begawan Tari Bagong Kussudiardja dan Wisnu Wardhana

Ki Seno Nugroho di Merti Dusun Gedongan Bangunjiwo

Menyajikan data ke- 1-10 dari 398 data.
Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 »

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (11)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (33)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (73)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (10)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
TRADISI KULONPROGO Hari Ini, Ada Gebyar Seni Pareanom di Kedung Pedut
« Kembali

Tanggal berita : Rabu, 15 Maret 2017
Dibaca: 19875 kali

Harianjogja.com, KULONPROGO — Dinas Kebudayaan DIY menggelar Gebyar Seni Pareanom di kawasan wisata air terjun Kedung Pedut, Dusun Kembang, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kulonprogo, Selasa (14/3/2017) hari ini.Gelar Budaya Pareanom diawali dengan lomba membuat penjor dari pagi hingga sore hari. Kemudian kesesokan harinya dilanjutkan dengan kirab bergedo Kedung Pedut hingga pukul 12.00 WIB, dilanjutkan dialog budaya, kesenian angguk, dan kesenian wayang kulit semalam suntuk.

“Harapannya dengan adanya kegiatan ini masyarakat semakin bersemangat dalam membangun dan menata kawasan berbasis lingkungan dan budaya,” kata Kepala Seksi Sejarah, Dinas Kebudayaan DIY, Bambang Marsamtoro, dalam keterangan persnya di Kantor Dinas Kebudayaan DIY, Senin (13/3/2017).

Kepala Dusun Kembang, Kawasan wisata air terjun Kedung Pedut mulai ramai menjadi kunjunga wisatawan sejak dua tahun lalu. Awalnya kawasan itu hanya kawasan perbukitan. Kemudian pada 2015 warga sekitar berinisiatif untuk memanfaatkan aliran sungai di lokasi tersebut menjadi daya tarik.

Potensi air terjun yang tidak pernah surut itu kini masih tetap dirawat oleh masyarakat setempat. Bahkan berbagai paket wisata kini sudah mulai ditawarkan mulai dari outbond, flying fox, refting, dan beberapa warung kuliner khas kampung juga sudah mulai banyak.

Disamping potensi wisata, menurut Sarija, Kedung Pedut juga memiliki nilai budaya. Dari cerita leluhur mereka, konon di air terjun Kedung Pedut, Pangeran Diponegoro pernah tertirah. “Cerita itu masih berkembang di masyarakat, bahkan orang-orang tua dapat menyebutkan nama dan gelar Pangeran Diponegoro yang cukup panjang,” ujar Sarija.

Dusun Kedung Pedut juga masih terletak dalam satu kawasan dengan goa Kiskendo, Goa Seplawan, Gunung Kelir, dan Gunung Gadjah, yang masing-masing tempat memiliki cerita dan mitologi berdasarkan penuturan warga sekitar. “Maka selain mengembangkan budaya, acara gebyar seni ini juga diharapkan dapat menjadi daya tarik wisatawan,” imbuh Bambang. ( Sekar Langit Nariswari)

 
° Berita terkait :  
Meneropong Rekam Jejak Kiprah Begawan Tari Bagong Kussudiardja dan Wisnu Wardhana
Kaghati Kalope, Layang-layang Paling Alami Sedunia
Kaghati Kalope: Terkenal di Kancah Mancanegara, Terancam Punah di Negeri Sendiri
BAF# 1 DIGELAR
Mitos, Wacana Lain dalam Pembuatan Film
Dulu Negara Jajahan, Fosil dan Artefak di Indonesia Leluasa Dijarah
Kisah Kipas sebagai Senjata Rahasia Wanita
Festival Panji Saba Yogya
Zaman Sekarang, Mana Kebanggaan Berbahasa Indonesia-mu?
Tan Jin Sing Menyingsing Lelap Candi Borobudur Setelah Berabad-abad
Nilai Suatu Artefak adalah Nilai Sejarahnya
Penemuan benda (yang diduga) kuno, rawan memicu sifat kemaruk, dan merusak nilai sejarahnya
4 Kabupaten dan 1 Kota berebut ke Teater Nasional
Perilaku Pergaulan Bebas, Ancam Kelestarian Nilai-nilai Budaya Bangsa
Beratnya Upaya Pemulihan Krisis Kepercayadirian Dalang Tradisional Pasca-reformasi
Menumbuhkan Naluri Swasensor dan Sedekah Digital dalam Konvergensi Media
Pengembangan dan Pemberdayaan Dalang Unggulan, Penerus Gaya Yogyakarta
Mandiri dan Profesional, Seniman Bisa Hidup Layak dan Bermanfaat
Kesenimanan dan Kiprah Budaya, Menggerakkan Masyarakat dan Lepas dari Politik
Diaspora Jawa 2017 Di Benteng Vredeburg Yogyakarta
Javanese Diaspora Event III Resmi Dibuka Siang ini
Ratusan Diaspora Jawa akan Berkumpul di Yogyakarta
Potong Tumpeng di Tengah-Tengah Kedung
Disbud dan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Gelar Lomba Panahan Gaya Mataram
Night at The Museum: Tak Sekedar Jelajah Museum di Malam Hari
Rasakan Sensasi Digulung Ombak di Sekaten Jogja
Sekaten Beda dengan Pasar Malam
Perajin Batik Kulonprogo Perkuat Pasar Lokal untuk Jaga Produksi Tetap Stabil
Dinas Kebudayaan DIY Siap Realisasikan Pusat Dokumentasi Audio Visual
Tim Travel Heritage Dinas Kebudayaan DIY Tiba di Samarinda
Konten Utama Seni Religi di Sekaten
Hadirkan Nada Gamelan Melalui Piranti Musik Kekinian
Sumbu Filosofis Gambarkan Perjalanan Hidup Manusia
Makin Tersisih, Tampah Jadi Alternatif Medium Lukis
Modal Sosial, Kunci Seni Tradisional Bertahan
Pesta Pertunjukan Karya Pekerja Seni Muda
Pinasthika Creativestival XVII Award Kembali Hadir
Bakal Jadi Duta Santri, Slank Tampil 'Sarungan' di Maguwo
Pameran Seni Rupa Nandur Srawung 2016 Berdayakan Difabel
8 Kota Tanah Air Jadi Tempat Kolaborasi Seniman Indonesia-Inggris
Perupa Indonesia Pameran di Vietnam
Uji Kompetensi Murid SMKN 1 Kasihan
20 Kontingen Ikut FBM 2016
Kirab Gunungan dan Grobak Sapi Meriahkan Merti Dusun Saren
Batik-batik Langka Dipamerkan ke Publik
Festival Budaya Menoreh 2016 Berlangsung Meriah
Gunungan Pakaian Dalam Hingga Barang 'Klithikan' Sita Perhatian Warga
Decki Leos, Sosok di Balik Artwork Official Poster Kustomfest
Lestarikan Jasa Mbah Demang Cokrodikromo
Tolak Bala, Warga Kidulan Gelar Bersih Dusun
Seni Budaya Bisa Jadi Mesin Ekonomi
Kesenian Tari Hibur Peserta Funbike Gebyar Museum Pleret
Gelar Budaya Wiladeg, Lestarikan Kesenian Lokal
Gelar Budaya Wiladeg, Lestarikan Kesenian Lokal
Kreativitas Kukuhkan Yogya Kota Berbudaya
'Selendang Sutra' Penyatu Mahasiswa
Anggaran dipangkas, Pelangi Budaya Selendang Sutera Jalan Terus
Ratusan Orang Ikut Ngalap Berkah Air Jamasan
350 Seniman Ramaikan Centhini Gunung
Ritual Jamasan Kereta Kencana Keraton Yogyakarta, Sekali Setahun Tiap Jumat Kliwon
Siang Ini Malioboro Ditutup! Ada Apa?
Teater Waplo Juara Baca Puisi Remaja DIY
Kemasan Pengaruhi Nilai Jual Batik Tulis
Karnaval Selendang Sutera #4 di Malioboro
6 Perupa Bali Unjuk Gigi di Jogja
Baron Skeber di Auditorium RRI Yogyakarta
Batik Api Inovasi ala Lugiyantoro
Asal Mula 2 Oktober Menjadi Hari Batik Nasional
Unik, Show Batik di Bandara Adisutjipto
Kumpul Komunitas Dari Merapi Hingga Pantai Selatan
Boko Festival 2016, Hiburan Penuh Makna Bagi Warga Yogyakarta
Lestarikan Seni Tradisi Islami di Masyarakat
Festival Selokan Mataram Siap Digelar Sabtu Ini
Batal Buat Kejutan, Endank Soekamti Tak Jadi Konser di Tebing Breksi
Pameran FKY Jadi Kesempatan Siswa Belajar Karya Seni Rupa
Sastrawan Melayu Bakal Kumpul di Yogyakarta
Gejog Lesung Lestarikan Seni Kerakyatan
Ikuti Lomba Napeni Gabah dan Nylumbat Kambil Cuma Disini
Disbud DIY Bersama Matra Akan Gelar Festival Gejog Lesung Keistimewaan
FKY KULONPROGO, Pemkab Akui Masih Kurang Publikasi
Video Mapping, Kreativitas Anak Yogya Tiada Banding
Selama Tiga Hari JFW 2016 Bakal Pamerkan Batik di Yogyakarta
Inilah Rangkaian Agenda Jogja Fashion Week 2016 pada Hari Perdana
Jogja Fashion Week 2016 Resmi Dibuka Siang Ini
Gubernur DIY Hadiri Pawai Jalanan Festival Kesenian Yogyakarta ke-28
Fantastis, 1000 Orang Ramaikan Pawai FKY di Malioboro
Tiup Terompet Bersama Ribuan Warga, Sri Sultan HB X Resmi Buka FKY ke-28
Kenapa FKY Selalu Identik Dengan Bambu?
Tebing Breksi Dijadikan Lokasi Big Bang FKY - 28
Pemilihan Duta Museum DIY Kembali Digelar
 
Statistik
00220494
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945