Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Berita
Menekuni dan Menyebarkan Musik, Semangat Pengabdian Agus ’Patub’ kepada Negeri

Gambar/lukisan purba orang bermain layang-layang di Muna, bisa jadi karena peristiwa alami biasa

Macapat Massal 72 jam

Pernah Dianggap Bakal Bubar, Wayang Kulit Masih Berkibar

Nonton Bareng, Warga Dirgantara Asri Peringati Sumpah Pemuda

Macam-macam Tingkah Polah Seniman, Biarkan Alam yang Mengurusnya

Semarak Festival Desa Budaya Kabupaten Sleman

Festival Desa/Kelurahan Budaya 2018, Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta

Daya Tarik Kebudayaan Nusantara Pikat Mancanegara

Menjaring Mutiara Berkilau yang Terpendam dari Ajang Lomba Pencarian Bakat

Menyajikan data ke- 1-10 dari 414 data.
Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 »

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (11)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (33)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (73)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (10)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
Night at The Museum: Tak Sekedar Jelajah Museum di Malam Hari
« Kembali

Tanggal berita : Jumat, 16 Desember 2016
Dibaca: 27628 kali

Yogyakarta, www.gudeg.net - Jogja merupakan rumah dari berbagai komunitas. Salah satu komunitas itu adalah Night at The Museum. Komunitas ini tak sekedar mengunjungi museum pada malam hari, Night at The Museum mempunyai misi edukatif untuk masyarakat.

Diawali dengan kesukaan akan jalan-jalan dan menonton film, mereka mendapat inspirasi dari film dengan judul yang sama, Night at The Museum. Ide untuk jalan-jalan di museum di malam hari itu lalu mereka jadikan konsep untuk program kewirausahaan di kampus.  

“Awalnya Night at The Museum merupakan program kreativitas mahasiswa atau PKM bidang kewirausahaan. Dulu provit oriented, itu tahun 2012,” kata Erwin Djunaedi, ketua komunitas menjelaskan.

Komunitas Night at The Museum awalnya beranggotakan lima orang yang terdiri dari 4 orang mahasiswa jurusan sejarah dan satu orang dari jurusan pariwisata. Mereka mengadakan trip pertama pada tanggal 17 Maret 2012. Kegiatan yang mereka rancang ternyata menarik banyak peminat, bahkan hingga ada yang berstatus waiting list.

Setelah beberapa lama, mereka lalu merasa aneh ketika mereka mencari keuntungan melalui museum yang notabene merupakan lembaga yang non provit. Setelah program kreativitas mahasiswa yang didanai oleh Kemendikbud tersebut selesai pada 2013, akhirnya mereka berubah menjadi komunitas yang non provit.

Setelah menjadi non provit, Night at The Museum tidak banyak berubah dalam pengelolaan, namun ada penyesuaian di bidang pengelolaan dana. Donasi peserta dikembaikan dalam bentuk fasilitas seperti makan, tiket museum, dan guide. “Kita tetap mengambil provit, sekitar 10 -15 persen dari pemasukan supaya komunitas bisa terus berjalan,” ujar Erwin.

Sebagai informasi, kontribusi untuk mengikuti kegiatan Night at The Museum berkisar antara Rp 25.000 hingga Rp 35.000. Satu jam pertama akan diisi dengan touring. Setelah touring akan diadakan games yang terkait dengan museum. Games ini sebagai bentuk evaluasi, agar peserta dapat memperdalam informasi tentang museum. Setelah games akan ada makan malam.

Selain kegiatan kunjungan ke museum pada malam hari, Night at The Museum memiliki dua kegiatan lain yang dilangsungkan di pagi hari, yakni Kids in Museum dan Kelas Heritage. Konsep dan tema untuk Kids in Museum disesuaikan untuk anak-anak usia 6 hingga 12 tahun. Kegiatan yang ketiga adalah kunjungan dan pemberian penjelasan tentang cagar budaya, dengan nama Kelas Heritage.  

Menurut Humas komunitas, Samantha Aditya mengenai museum di Jogja dan di Indonesia umumnya, “Kesadaran masyarakat untuk berkunjung kurang, dan dari segi fisik museum sendiri terkesan angker, membosankan sehingga orang enggan untuk berkunjung”. Ia juga menekankan bahwa kerjasama antara pengelola museum dan dan komunitas adalah penting, untuk saling menghidupkan.  

Erwin menambahkan, museum harus memahami selera orang banyak. Jika museum mampu memahami selera orang, pasti akan ramai dikunjungi. Museum harus public oriented, dan adaptif terhadap selera masyarakat.

Agenda terdekat, komunitas Night at The Museum akan mengadakan Kids in Museum pada 18 Desember 2016 di Museum Sonobudoyo, dimulai pukul 9 pagi. Buat kalian yang punya adik usia 6 hingga 12 tahun, catat tanggalnya dan beritahu ke orang tua ya. Ayo dukung kegiatan Night at The Museum, supaya semakin banyak orang yang kenal dengan sejarah, potensi cagar budaya dan koleksi museum kita.

 
° Berita terkait :  
5 Museum di Jogja yang Mungkin Belum Kamu Tahu
Ada Candi Unik di Tengah Dusun Palgading
Sarasehan Heritage Berbagi Cerita Pelestarian di Dua Keraton
Berhenti di Tepian Bendungan Karangtalun
Mubeng Beteng Melacak Jejak Geger Sepoy di Benteng Baluwarti
Masjid Pathok Negara Sulthoni Plosokuning Bangunan Bersejarah di Desa Minomartani
Jembatan Mbeling, Kreativitas Konstruksi Tanpa Pilar Peyangga
Selokan Van Der Wijck Urat Nadi Kehidupan Manusia
Selokan Van Der Wijck Urat Nadi Kehidupan Manusia
Gambar/lukisan purba orang bermain layang-layang di Muna, bisa jadi karena peristiwa alami biasa
Pernah Dianggap Bakal Bubar, Wayang Kulit Masih Berkibar
Nonton Bareng, Warga Dirgantara Asri Peringati Sumpah Pemuda
Macam-macam Tingkah Polah Seniman, Biarkan Alam yang Mengurusnya
Daya Tarik Kebudayaan Nusantara Pikat Mancanegara
Menjaring Mutiara Berkilau yang Terpendam dari Ajang Lomba Pencarian Bakat
Negara Adikuasa Kebudayaan, Indonesia Tertantang Menjaga Rasa Hormat (Respek) terhadap Kekayaan Budaya
Ada Apa dengan ”Kowe” dan ”Kamu”?
Meneropong Rekam Jejak Kiprah Begawan Tari Bagong Kussudiardja dan Wisnu Wardhana
Kaghati Kalope, Layang-layang Paling Alami Sedunia
Kaghati Kalope: Terkenal di Kancah Mancanegara, Terancam Punah di Negeri Sendiri
BAF# 1 DIGELAR
Dulu Negara Jajahan, Fosil dan Artefak di Indonesia Leluasa Dijarah
Mitos, Wacana Lain dalam Pembuatan Film
Kisah Kipas sebagai Senjata Rahasia Wanita
Festival Panji Saba Yogya
Zaman Sekarang, Mana Kebanggaan Berbahasa Indonesia-mu?
Tan Jin Sing Menyingsing Lelap Candi Borobudur Setelah Berabad-abad
Nilai Suatu Artefak adalah Nilai Sejarahnya
Penemuan benda (yang diduga) kuno, rawan memicu sifat kemaruk, dan merusak nilai sejarahnya
4 Kabupaten dan 1 Kota berebut ke Teater Nasional
Perilaku Pergaulan Bebas, Ancam Kelestarian Nilai-nilai Budaya Bangsa
Beratnya Upaya Pemulihan Krisis Kepercayadirian Dalang Tradisional Pasca-reformasi
Menumbuhkan Naluri Swasensor dan Sedekah Digital dalam Konvergensi Media
Pengembangan dan Pemberdayaan Dalang Unggulan, Penerus Gaya Yogyakarta
Mandiri dan Profesional, Seniman Bisa Hidup Layak dan Bermanfaat
Kesenimanan dan Kiprah Budaya, Menggerakkan Masyarakat dan Lepas dari Politik
Javanese Diaspora Event III Resmi Dibuka Siang ini
Diaspora Jawa 2017 Di Benteng Vredeburg Yogyakarta
Ratusan Diaspora Jawa akan Berkumpul di Yogyakarta
Potong Tumpeng di Tengah-Tengah Kedung
TRADISI KULONPROGO Hari Ini, Ada Gebyar Seni Pareanom di Kedung Pedut
Disbud dan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Gelar Lomba Panahan Gaya Mataram
Sekaten Beda dengan Pasar Malam
Rasakan Sensasi Digulung Ombak di Sekaten Jogja
Perajin Batik Kulonprogo Perkuat Pasar Lokal untuk Jaga Produksi Tetap Stabil
Konten Utama Seni Religi di Sekaten
Dinas Kebudayaan DIY Siap Realisasikan Pusat Dokumentasi Audio Visual
Tim Travel Heritage Dinas Kebudayaan DIY Tiba di Samarinda
Makin Tersisih, Tampah Jadi Alternatif Medium Lukis
Sumbu Filosofis Gambarkan Perjalanan Hidup Manusia
Hadirkan Nada Gamelan Melalui Piranti Musik Kekinian
Modal Sosial, Kunci Seni Tradisional Bertahan
Pesta Pertunjukan Karya Pekerja Seni Muda
Pinasthika Creativestival XVII Award Kembali Hadir
Bakal Jadi Duta Santri, Slank Tampil 'Sarungan' di Maguwo
Pameran Seni Rupa Nandur Srawung 2016 Berdayakan Difabel
8 Kota Tanah Air Jadi Tempat Kolaborasi Seniman Indonesia-Inggris
Perupa Indonesia Pameran di Vietnam
Uji Kompetensi Murid SMKN 1 Kasihan
20 Kontingen Ikut FBM 2016
Festival Budaya Menoreh 2016 Berlangsung Meriah
Batik-batik Langka Dipamerkan ke Publik
Kirab Gunungan dan Grobak Sapi Meriahkan Merti Dusun Saren
Gunungan Pakaian Dalam Hingga Barang 'Klithikan' Sita Perhatian Warga
Decki Leos, Sosok di Balik Artwork Official Poster Kustomfest
Lestarikan Jasa Mbah Demang Cokrodikromo
Tolak Bala, Warga Kidulan Gelar Bersih Dusun
Seni Budaya Bisa Jadi Mesin Ekonomi
Kesenian Tari Hibur Peserta Funbike Gebyar Museum Pleret
Gelar Budaya Wiladeg, Lestarikan Kesenian Lokal
Gelar Budaya Wiladeg, Lestarikan Kesenian Lokal
Kreativitas Kukuhkan Yogya Kota Berbudaya
'Selendang Sutra' Penyatu Mahasiswa
Anggaran dipangkas, Pelangi Budaya Selendang Sutera Jalan Terus
Ratusan Orang Ikut Ngalap Berkah Air Jamasan
Ritual Jamasan Kereta Kencana Keraton Yogyakarta, Sekali Setahun Tiap Jumat Kliwon
350 Seniman Ramaikan Centhini Gunung
Siang Ini Malioboro Ditutup! Ada Apa?
Teater Waplo Juara Baca Puisi Remaja DIY
Kemasan Pengaruhi Nilai Jual Batik Tulis
Karnaval Selendang Sutera #4 di Malioboro
Baron Skeber di Auditorium RRI Yogyakarta
6 Perupa Bali Unjuk Gigi di Jogja
Batik Api Inovasi ala Lugiyantoro
Asal Mula 2 Oktober Menjadi Hari Batik Nasional
Unik, Show Batik di Bandara Adisutjipto
Kumpul Komunitas Dari Merapi Hingga Pantai Selatan
Boko Festival 2016, Hiburan Penuh Makna Bagi Warga Yogyakarta
Lestarikan Seni Tradisi Islami di Masyarakat
Festival Selokan Mataram Siap Digelar Sabtu Ini
Pameran FKY Jadi Kesempatan Siswa Belajar Karya Seni Rupa
Batal Buat Kejutan, Endank Soekamti Tak Jadi Konser di Tebing Breksi
Sastrawan Melayu Bakal Kumpul di Yogyakarta
Gejog Lesung Lestarikan Seni Kerakyatan
Ikuti Lomba Napeni Gabah dan Nylumbat Kambil Cuma Disini
Disbud DIY Bersama Matra Akan Gelar Festival Gejog Lesung Keistimewaan
Video Mapping, Kreativitas Anak Yogya Tiada Banding
FKY KULONPROGO, Pemkab Akui Masih Kurang Publikasi
Selama Tiga Hari JFW 2016 Bakal Pamerkan Batik di Yogyakarta
Inilah Rangkaian Agenda Jogja Fashion Week 2016 pada Hari Perdana
Jogja Fashion Week 2016 Resmi Dibuka Siang Ini
Gubernur DIY Hadiri Pawai Jalanan Festival Kesenian Yogyakarta ke-28
Fantastis, 1000 Orang Ramaikan Pawai FKY di Malioboro
Tiup Terompet Bersama Ribuan Warga, Sri Sultan HB X Resmi Buka FKY ke-28
Kenapa FKY Selalu Identik Dengan Bambu?
Tebing Breksi Dijadikan Lokasi Big Bang FKY - 28
Pemilihan Duta Museum DIY Kembali Digelar
Polemik Tanggal dan Tempat Lahir Wage Rudolf Soepratman, Usik Upaya Pelurusan Sejarahnya
Magis...Alunan Gending Gamelan Pusaka di Masjid Gede Kauman
Kesamaan Historis Kraton Yogyakarta dan Kutai Kartanegara
Kalimat Sekaten Itu Asalnya Gimana Sih?
Tuntunan dan Tontonan dari Kirab Siwur
REALTIME NEWS: Ribuan Masyarakat dan Abdi Dalem Lampah Budaya Mubeng Beteng
Perjalanan Sejarah Masjid Perak Kotagede Yogyakarta
Menapak Sejarah Penamaan Kampung dengan Bregada Kraton
Makna dan Sejarah Kemunculan Kolak di Bulan Ramadhan
 
Statistik
00220630
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945