Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Berita
Kritikus dan Pengkaji Film dalam Wacana Sosial Budaya yang Berimbang

Rumah Budaya Winong dan Sumber Daya Budaya di Kotagede

Pendekatan Epistemologis dalam Hubungan Sastra-Film demi Karya yang Bermutu

Bagas Nur Satwika, Dalang Cilik Terbaik DIY 2017

Menengok Sudut Museum Sonobudoyo Tempoe Doeloe

Pengembangan dan Pemberdayaan Dalang Unggulan, Penerus Gaya Yogyakarta

Pameran Koleksi Museum Sonobudoyo di Bantul Expo 2017

Penyutradaraan: Bicara Tuntutan Jalan Cerita, Bukan Ambisi dan Kebanggaan

Totalitas Peran, Puncak Capaian dalam Seni Peran dan Bernilai Tinggi

Peserta Kemah Budaya DIY 2017 Berkunjung Ke Sonobudoyo

Menyajikan data ke- 1-10 dari 277 data.
Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 »

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (10)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (33)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (72)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (10)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
Pasar Keroncong Kotagede Kembali Digelar di Jogja
« Kembali

Tanggal berita : Jumat, 2 Desember 2016
Dibaca: 10146 kali

Keroncong berkembang seiring dengan pertumbuhan kota-kota di pulau jawa pada abad ke 16, berakar dari musik fado yang dibawa para pelaut portugis ke Indonesia. Di tanah air musik keroncong berevolusi dengan masuknya berbagai unsur tradisional maupun unsur lain yang pada akhirnya membentuk musik Keroncong menjadi salah satu kesenian Indonesia. Keronocng menjadi salah satu Melting port, pertemuan gaya eropa, melayu, arab dan tentu saja gaya indonesa yang multi kulture. Fleksibilitas dan keterbukaan akan budaya lain menjadikan Keroncong mempunyai berbagai ragam gaya seperti seriosa, stambul, langgam, beat dan lain sebagainya. Ini menjadikan banyak jenis lagu akan tetap dinamis saat dibawakan dengan ritme Keroncong. Dan inilah yang membuat banyak kalangan meyakini keroncong akan langgeng sepanjang jaman.

Kotagede yang merupakan satu kota yang berdiri di abad 16 tentu saja tidak lepas dari sejarah panjang Keroncong, bahkan keroncong sangat berkembang di Kotagede. Bahkan di sinilah lahir dan berkembangnya keroncong pada abad XX. Di Kotagede ini pula keroncong berkembang secara beragam mulai dari moor, stambul, keroncong beat yang terpengaruh The Beatles hingga dangdut. Potensi berkesenian keroncong yang sangat besar juga terbukti dengan banyaknya grup keroncong yang masih eksis sampai sekarang.

Tahun ini Pasar Keroncong Kotagede digelar untuk kedua kalinya dengan 3 panggung di seputaran pasar kotagede yaitu Panggung Sayangan yang berada di Barat Pasar Kotagede, Panggung Sopingen di barat daya Pasar dan Panggung Loring pasar berada di tepat utara pasar kotagede. Pasar Keroncong Kotagede akan dimulai pukul 19:00 WIB dan dibuka oleh Slamet Raharjo dan akan menampilkan 16 Orkes Keroncong dari Bandung, Malang, Semarang dan tentu saja Orkes Keroncong Kotagede. Event Pasar Keroncong Kotagede diharapkan tak hanya menjadi satu bentuk pementasan bersama, inilah satu event dimana pelaku maupun penikmat keroncong bisa saling berinteraksi. Suatu proses yang bagus tidak bisa dilakukan dengan cara instan dan proses alamiah inilah yang diharapkan terjadi di acara ini.

Dengan tagline “Keroncong Jiwa Raga Kami” Pasar Keroncong Kotagede tidak hanya menampilkan orkes mendayu dan menjadi klangenan orang tua, event ini juga mementaskan orkes keroncong anak muda. Satu bukti bahwa keroncong juga banyak disukai kaum muda, dengan berbagai gaya dan aliran yang itu akan memperkaya ragam keroncong.

16 Orkes Keroncong akan menyajikan berbagai gaya dan aliran yang berbeda layaknya sebuah pasar dengan berbagai aktifitasnya. Penonton diberi keleluasaan untuk memilih orkes yang diminati di 3 panggung berbeda. Tak hanya panggung pertunjukan pengunjung juga akan disuguhi karya kreasi tim artistik yang nantinya akan memperkental nuansa Kotagede sebagai ibukota Keroncong.

Penampil Pasar Keroncong Kotagede 2016 :
Oppie Andaresta
Woro (Diatas rata-rata)
Syaharani
Subarjo HS
Yati Pesek
Retno Handayani

OK Rinonce
OK Swastika Muda
Jempol Jenthik Orkes Keroncong
Gambang Semarang Art Company
OK Lolycong
OK Smindo
OK Kos Atos
OK Irama Tongkol Teduh
OK Wurlitheng

Orkes Keroncong Kotagede :
OK Cahaya Muda
OK Chandra Kirana
OK Erwina
OK Irama Guyub
OK Pesona Irama
OK Sarlegi
OK Sukanada
OK Timpasko

Kotagede sebagai salah satu kawasan cagar budaya tentu saja sangat pas sebagai tempat penyelenggara Pasar Keroncong ini. Musik Keroncong, bangunan tradisional, keguyupan masyarakat dan tentunya makanan tradisional kotagede. Tentu menjadi suatu perpaduan yang sangat pas.

Silahkan… nikmati Pasar Keroncong Kotagede 2016.

 
° Berita terkait :  
Khayalan Oppie Andaresta di Panggung Pasar Keroncong Kotagede Yogyakarta
Konser Kebangsaan Jogja Kota Republik Digelar Rabu Esok
Orkestra 'Simfoni Keistimewaan' Memukau
Berikut Para Pengisi Pasar Keroncong Kotagede 2016
Gangsadewa Gelar Orkestra Jogja Sound of Archipelago
Gamelan Jawa Jadi Ilustrasi Film Kedua 'The Hobbit'
Gelar Persembahan Tari ke 4, Mila Ajak Seniman Ini
Pesta Boneka #5 'Home' Digelar 2-4 Desember
Ada Apa di Anjungan Bantul? Coba Kita Cek
Belasan Gerobak Sapi Ini Dipoles oleh Seniman dengan Berbagai Tema
Sastrawan dan Budayawan Asia Tenggara Kumpul di Omah Kecebong, Apa yang Dilakukan?
Uji Kompetensi Murid SMKN 1 Kasihan
Komunitas Sanggar Bambu Gelar Pameran Bertajuk Sketsa Merah Putih
Warna-warni Seni di DIY
Kekuatan Perempuan Tanpa Kehilangan Kecantikan
Banyak Pesan Moral, Wayang Orang Sarana Pendidikan Karakter
Topeng Bentuk Ekspresi Kebudayaan Manusia
Batik Ayu Arimbi Desa Pandowoharjo Merambah Hingga Luar Negeri
Apresiasi Seni Klasik di Panggung Kesenian PMPS
Gamelan Kanjeng Kyai Nagawilaga dan Kanjeng Kyai Guntur Madu Ditabuh di Bangsal Ponconiti
Festival Jathilan Warnai HUT ke-70 Desa Condongcatur
Perajin Batik Kulonprogo Butuh Fasilitasi Pemasaran
Condong Art Festival Explore Potensi Desa Condongcatur
Mau Digambar Karikatur? Hari Ini Jos di Stand KR Sekaten
Perajin Batik Kulonprogo Perkuat Pasar Lokal untuk Jaga Produksi Tetap Stabil
Sumbu Filosofis Gambarkan Perjalanan Hidup Manusia
Pesta Pertunjukan Karya Pekerja Seni Muda
Bakal Jadi Duta Santri, Slank Tampil 'Sarungan' di Maguwo
Pameran Seni Rupa Nandur Srawung 2016 Berdayakan Difabel
8 Kota Tanah Air Jadi Tempat Kolaborasi Seniman Indonesia-Inggris
Decki Leos, Sosok di Balik Artwork Official Poster Kustomfest
Improvisasi Akting Tingkatkan Kemampuan Pemain Teater
Sastrawan Melayu Bakal Kumpul di Yogyakarta
Kontingen DIY Pamitan Berlaga di FLSSN 2016
Paperu : Membaca Tanda-tanda Masa Depan
Pameran Seni Rupa 'Tanda Mata XI', Bagian Perjalanan Bagi Para Seniman Yogyakarta
Puluhan Karya dari 12 Provinsi Dipamerkan di Jogja
Kemendikbud Bersama Seniman Kriya Siap Gelar Pameran Kriya di Yogyakarta
Festival Budaya Kontemporer Tatto Istimewa Siap Digelar Akhir Pekan Ini
Berkabung untuk Indonesia lewat Kesenian
PARADE KARYA CIPTA LAGU DAERAH SE-DIY
Kethoprak Diiringi Kearifan Lokal Desa Budaya
Pengenalan Potensi, Pertahankan Etika dan Estetika
Berdayakan Desa Budaya Lestarikan Kethoprak
Tanam Pohon Aren Tandai Bedog Arts Festival
Pembukaan FKY 26
Wayang, Diantarkan dengan Bahasa Belanda
TBY Gelar Rekonstruksi Tari Klasik Kraton Yogyakarta
PENTAS TEATER 'GUNDALA GAWAT'
Sekaten Beda dengan Pasar Malam
Aksara Jawa Bangun Karakter Generasi Muda
Seni Budaya Bisa Jadi Mesin Ekonomi
Memaknai 'Siwur' Bagi Masyarakat Jawa
Latihan Membatik Gratis di Pura Pakualaman
REALTIME NEWS : Kampung Langenastran Gelar Bincang Batik
Peran Dinas Kebudayaan, Dari Serap Danais hingga Pendidikan Karakter
Mengunyah Sejarah Ketupat
Dintib Tertibkan Spanduk Pejuang Khalifatullah
 
Statistik
00203291
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945