Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Berita
Bank Sampah" Alam Lestari" Srigading, mengubah sampah menjadi berkah

Kemeriahan Takbir Keliling di Dusun Ceme, Srigading,Sanden,Bantul

Rapat Koordinasi dan Buka Bersama Forum Desa Budaya Srigading

Kursi Taman Limbah Keramik,Hasil Karya Warga Desa Budaya Srigading

Di Balik Penemuan Candi: Kelupaan Sejarah?

Pesona Dunia Bawah Laut dari Rajutan dan Crochet pada Pameran ArtJog 2018

Merosotnya Penggunaan Bahasa Jawa, Laksana Berlayar dengan Kapal Retak

Polemik Tanggal dan Tempat Lahir Wage Rudolf Soepratman, Usik Upaya Pelurusan Sejarahnya

Ngayogjazz di Petilasan Selo Gilang

Misteri Topeng Panji

Menyajikan data ke- 61-70 dari 398 data.
Halaman « 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 »

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (11)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (33)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (73)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (10)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
Asal Mula 2 Oktober Menjadi Hari Batik Nasional
« Kembali

Tanggal berita : Minggu, 2 Oktober 2016
Dibaca: 20837 kali

HARI ini, 2 Oktober 2009 dikenal sebagai Hari Batik di Indonesia. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ikut berperan sehingga muncul Hari Batik.

Tepat tanggal 2 Oktober Badan PBB untuk kebudayaan atau United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization, (UNESCO) menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).
 
Keputusan UNESCO terhadap batik dilatarbelakangi bahwa batik Indonesia terkait erat dengan banyak simbol yang bertautan erat dengan status sosial, kebudayaan lokal, alam dan sejarah itu sendiri. Batik menjadi benda penting bagi manusia di Indonesia dari sejak dia lahir hingga meninggal.

Keputusan PBB melalui UNESCO tersebut menjadi semacam 'kemenangan' bagi Indonesia karena negara tetangga, Malaysia kerap menganggap batik berasal dari negara mereka. Tahun 2008 menjadi puncak kesabaran pemerintah Indonesia atas klaim Malasya tersebut.

Sehingga pada tahun itu Pemerintah Indonesia pun mendaftarkan Batik ke dalam jajaran daftar representatif budaya tak benda warisan manusia UNESCO atau Representative List of Intangible Cultural Heritage-UNESCO.

Pecinta batik, Ir Dra Larasati Suliantoro Sulaiman dalam sebuah kesempatan berbincang dengan KRjogja.com mengatakan, melalui Paguyuban Pecinta Batik Indonesia 'Sekar Jagad' pada 2008 ia pernah diminta untuk memandu risalah inskripsi batik ke UNESCO. Paguyuban 'Sekar Jagad' sendiri didirikan oleh para pecinta batik pada tahun 1999 dengan tujuan melestarikan dan mengembangkan batik Indonesia.

Salahsatu tujuan risalah tersebut adalah mendapat pengakuan representatif batik sebagai warisan budaya. Proses yang ditempuh oleh pemerintah Indonesia terbilang cukup panjang. Berawal pada 3 September 2008 dengan proses Nominasi Batik Indonesia ke UNESCO, yang kemudian diterima secara resmi oleh UNESCO pada 9 Januari 2009 untuk diproses lebih lanjut.

Puncaknya, pada tanggal 2 Oktober 2009  dalam sebuah acara yang berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, UNESCO mengakui batik Indonesia dalam daftar representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia yang dilaksanakan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Oleh pemerintah 2 Oktober kemudian diperingat sebagai Hari Batik Nasional. (*)

 
° Berita terkait :  
Batik Ayu Arimbi Desa Pandowoharjo Merambah Hingga Luar Negeri
Batik Nitik Kian Diminati Pasar
Batik-batik Langka Dipamerkan ke Publik
Wanita Timika Jajal Budaya Yogya di Omah Kecebong
REALTIME NEWS : Kampung Langenastran Gelar Bincang Batik
Batik Api Inovasi ala Lugiyantoro
Unik, Show Batik di Bandara Adisutjipto
Cara Siswa Mengungkap Potensi Batik Gedangsari
Dialog Budaya dan Gelar Seni "Yogya Semesta" Angkat Batik Gedangsari
Meneropong Rekam Jejak Kiprah Begawan Tari Bagong Kussudiardja dan Wisnu Wardhana
Kaghati Kalope, Layang-layang Paling Alami Sedunia
Kaghati Kalope: Terkenal di Kancah Mancanegara, Terancam Punah di Negeri Sendiri
BAF# 1 DIGELAR
Mitos, Wacana Lain dalam Pembuatan Film
Dulu Negara Jajahan, Fosil dan Artefak di Indonesia Leluasa Dijarah
Kisah Kipas sebagai Senjata Rahasia Wanita
Festival Panji Saba Yogya
Zaman Sekarang, Mana Kebanggaan Berbahasa Indonesia-mu?
Tan Jin Sing Menyingsing Lelap Candi Borobudur Setelah Berabad-abad
Nilai Suatu Artefak adalah Nilai Sejarahnya
Penemuan benda (yang diduga) kuno, rawan memicu sifat kemaruk, dan merusak nilai sejarahnya
4 Kabupaten dan 1 Kota berebut ke Teater Nasional
Perilaku Pergaulan Bebas, Ancam Kelestarian Nilai-nilai Budaya Bangsa
Beratnya Upaya Pemulihan Krisis Kepercayadirian Dalang Tradisional Pasca-reformasi
Menumbuhkan Naluri Swasensor dan Sedekah Digital dalam Konvergensi Media
Pengembangan dan Pemberdayaan Dalang Unggulan, Penerus Gaya Yogyakarta
Mandiri dan Profesional, Seniman Bisa Hidup Layak dan Bermanfaat
Kesenimanan dan Kiprah Budaya, Menggerakkan Masyarakat dan Lepas dari Politik
Diaspora Jawa 2017 Di Benteng Vredeburg Yogyakarta
Javanese Diaspora Event III Resmi Dibuka Siang ini
Ratusan Diaspora Jawa akan Berkumpul di Yogyakarta
Potong Tumpeng di Tengah-Tengah Kedung
TRADISI KULONPROGO Hari Ini, Ada Gebyar Seni Pareanom di Kedung Pedut
Disbud dan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Gelar Lomba Panahan Gaya Mataram
Night at The Museum: Tak Sekedar Jelajah Museum di Malam Hari
Sekaten Beda dengan Pasar Malam
Rasakan Sensasi Digulung Ombak di Sekaten Jogja
Perajin Batik Kulonprogo Perkuat Pasar Lokal untuk Jaga Produksi Tetap Stabil
Konten Utama Seni Religi di Sekaten
Tim Travel Heritage Dinas Kebudayaan DIY Tiba di Samarinda
Dinas Kebudayaan DIY Siap Realisasikan Pusat Dokumentasi Audio Visual
Makin Tersisih, Tampah Jadi Alternatif Medium Lukis
Hadirkan Nada Gamelan Melalui Piranti Musik Kekinian
Sumbu Filosofis Gambarkan Perjalanan Hidup Manusia
Modal Sosial, Kunci Seni Tradisional Bertahan
Pesta Pertunjukan Karya Pekerja Seni Muda
Pinasthika Creativestival XVII Award Kembali Hadir
Bakal Jadi Duta Santri, Slank Tampil 'Sarungan' di Maguwo
Pameran Seni Rupa Nandur Srawung 2016 Berdayakan Difabel
8 Kota Tanah Air Jadi Tempat Kolaborasi Seniman Indonesia-Inggris
Perupa Indonesia Pameran di Vietnam
Uji Kompetensi Murid SMKN 1 Kasihan
20 Kontingen Ikut FBM 2016
Kirab Gunungan dan Grobak Sapi Meriahkan Merti Dusun Saren
Festival Budaya Menoreh 2016 Berlangsung Meriah
Gunungan Pakaian Dalam Hingga Barang 'Klithikan' Sita Perhatian Warga
Decki Leos, Sosok di Balik Artwork Official Poster Kustomfest
Lestarikan Jasa Mbah Demang Cokrodikromo
Seni Budaya Bisa Jadi Mesin Ekonomi
Kesenian Tari Hibur Peserta Funbike Gebyar Museum Pleret
Tolak Bala, Warga Kidulan Gelar Bersih Dusun
Gelar Budaya Wiladeg, Lestarikan Kesenian Lokal
Gelar Budaya Wiladeg, Lestarikan Kesenian Lokal
Anggaran dipangkas, Pelangi Budaya Selendang Sutera Jalan Terus
'Selendang Sutra' Penyatu Mahasiswa
Ratusan Orang Ikut Ngalap Berkah Air Jamasan
Ritual Jamasan Kereta Kencana Keraton Yogyakarta, Sekali Setahun Tiap Jumat Kliwon
350 Seniman Ramaikan Centhini Gunung
Kreativitas Kukuhkan Yogya Kota Berbudaya
Siang Ini Malioboro Ditutup! Ada Apa?
Teater Waplo Juara Baca Puisi Remaja DIY
Karnaval Selendang Sutera #4 di Malioboro
Kemasan Pengaruhi Nilai Jual Batik Tulis
Baron Skeber di Auditorium RRI Yogyakarta
6 Perupa Bali Unjuk Gigi di Jogja
Kumpul Komunitas Dari Merapi Hingga Pantai Selatan
Boko Festival 2016, Hiburan Penuh Makna Bagi Warga Yogyakarta
Lestarikan Seni Tradisi Islami di Masyarakat
Festival Selokan Mataram Siap Digelar Sabtu Ini
Batal Buat Kejutan, Endank Soekamti Tak Jadi Konser di Tebing Breksi
Pameran FKY Jadi Kesempatan Siswa Belajar Karya Seni Rupa
Sastrawan Melayu Bakal Kumpul di Yogyakarta
Gejog Lesung Lestarikan Seni Kerakyatan
Ikuti Lomba Napeni Gabah dan Nylumbat Kambil Cuma Disini
Disbud DIY Bersama Matra Akan Gelar Festival Gejog Lesung Keistimewaan
Video Mapping, Kreativitas Anak Yogya Tiada Banding
FKY KULONPROGO, Pemkab Akui Masih Kurang Publikasi
Selama Tiga Hari JFW 2016 Bakal Pamerkan Batik di Yogyakarta
Inilah Rangkaian Agenda Jogja Fashion Week 2016 pada Hari Perdana
Jogja Fashion Week 2016 Resmi Dibuka Siang Ini
Gubernur DIY Hadiri Pawai Jalanan Festival Kesenian Yogyakarta ke-28
Fantastis, 1000 Orang Ramaikan Pawai FKY di Malioboro
Tiup Terompet Bersama Ribuan Warga, Sri Sultan HB X Resmi Buka FKY ke-28
Kenapa FKY Selalu Identik Dengan Bambu?
Tebing Breksi Dijadikan Lokasi Big Bang FKY - 28
Pemilihan Duta Museum DIY Kembali Digelar
Polemik Tanggal dan Tempat Lahir Wage Rudolf Soepratman, Usik Upaya Pelurusan Sejarahnya
Magis...Alunan Gending Gamelan Pusaka di Masjid Gede Kauman
Kesamaan Historis Kraton Yogyakarta dan Kutai Kartanegara
Kalimat Sekaten Itu Asalnya Gimana Sih?
Tuntunan dan Tontonan dari Kirab Siwur
REALTIME NEWS: Ribuan Masyarakat dan Abdi Dalem Lampah Budaya Mubeng Beteng
Perjalanan Sejarah Masjid Perak Kotagede Yogyakarta
Mubeng Beteng Melacak Jejak Geger Sepoy di Benteng Baluwarti
Selokan Van Der Wijck Urat Nadi Kehidupan Manusia
Selokan Van Der Wijck Urat Nadi Kehidupan Manusia
Menapak Sejarah Penamaan Kampung dengan Bregada Kraton
Makna dan Sejarah Kemunculan Kolak di Bulan Ramadhan
 
Statistik
00220494
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945