Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Artikel
Kategori : Lainya
POTENSI BUDAYA DI KECAMATAN KRETEK KABUPATEN BANTUL

POTENSI BUDAYA DI KECAMATAN GALUR KABUPATEN KULONPROGO

Transportasi Tradisional di Provinsi DIY

Prasarana Budaya di Provinsi DIY

Potensi Kesenian Kabupaten Bantul

Agung Hanafi Purboaji

Istilah-istilah  Seni Karawitan dan  Gamelan

Istilah- Istilah Gerakan Tari  Gaya  Yogyakarta

Makna Benda Di lingkungan Kraton Yogyakarta

Masjid Agung (Masjid Gedhe)

Menyajikan data ke- 41-50 dari 72 data.
Halaman « 1 2 3 4 5 6 7 8 »

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (10)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (33)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (72)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (10)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
Sultan HB X Berbicara Ngoko, Ini Reaksi Peserta Javanese Diaspora
« Kembali

Tanggal artikel : 8 Juni 2017
Dibaca: 107 kali

YOGYA, KRJOGJA.Com – Raja sekaligus Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwana X mengaku sempat bingung ketika diminta untuk berbicara bahasa Jawa Ngoko. Hal itu terjadi saat memberi sambutan dalam acara ‘Dinner & Dialog with Sri Sultan HB X’ dalam rangka Javanese Diaspora 3 yang berlangsung di Pagelaran Kraton Yogyakarta, Sabtu (22/04/2017).

“Sebenere aku bingung arep ngomong ngoko,” kata Sultan HB X yang langsung disambut gelak tawa hadirin yang sebagian besar merupakan keturuanan Jawa yang berasal dari 10 negara di dunia. Bahasa Jawa Ngoko dipilih karena sebagian peserta keturunan Jawa yang tinggal di luar negeri hanya mengerti Bahasa Inggris dan Bahasa Jawa.

Dalam dialog tersebut Sultan HB X berpesan tentang pentingnya menjaga komunikasi. Ia sendiri dalam rangka nguri-nguri budaya Jawa , secara aktif telah mengunjungi negara-negara yang terdapat banyak orang Jawa dengan semangat kebudayaannya. Misalnya melakukan kunjungan ke Suriname, Macedonia Baru dan pada bulan mendatang Sri Sultan akan berkunjung ke Jawa Tondano.

“Sedulur-sedulur teko ana ning tlatah Jogja tur ketemu karo aku, nek wis pada bali ana ing papane dewe-dewe tetap ana terusane nggone mbangun hubungan paseduluran supaya tetep sambung lan ora cuntes mergo didasari komitmen anggone nindaake supayo budayo jowo tetep biso dilakoni.

(Saudara-saudara datang ke Jogja terus ketemu dengan saya, kalau sudah pulang di daerah masing-masing  tetap ada kelanjutannya untuk membangun hubungan persaudaraan agar saling terhubung serta tidak putus. Karena didasari komitmen agar budaya Jawa bisa terus lestari), ” Papar Sri Sultan dalam sambutannya.

 
 
Statistik
00193506
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945