Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Artikel
Kategori : Bangunan Cagar Budaya
Rapat Evaluasi Kegiatan Rehabilitasi Bangunan Cagar Budaya

Penjelasan Kepada Pekerja Pemugaran Bangunan Cagar Budaya

Juru Pelihara Pada Bangunan, Struktur dan Situs Cagar Budaya

Tenaga Ahli Arkeologi Pendamping Pemugaran

Pameran Cagar Budaya

"Pre Construction Meeting" pada kegiatan Rehabilitasi Bangunan Cagar Budaya

Pekerjaan Bangunan Pelindung Pada Kegiatan Rehabilitasi Cagar Budaya

Situs Ratu Boko

Rencana Aksi Kota Pusaka 2012

pelestarian warisan budaya jawa dan lingkungan hidup untuk mendukung industri pariwisata DIY , yuwono, 2005.

Menyajikan data ke- 1-10 dari 40 data.
Halaman 1 2 3 4 »

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (11)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (40)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (73)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (11)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
Pekerjaan Bangunan Pelindung Pada Kegiatan Rehabilitasi Cagar Budaya
« Kembali

Tanggal artikel : 16 Agustus 2019
Dibaca: 1281 kali

Ketika ada kegiatan pembangunan baik itu berupa gedungmaupun prasarana lain seperti jalan dan jembatan, kita hampir selalu melihat bidang pembatas yang membatasi antara area yang bisa dilalui umum dan area yang khusus hanya bisa dimasuki oleh pekerja bangunan dan / atau pihak lain yang berkepentingan. Bidang atau pagar pembatas tersebut memang diperlukan demi keselamatan dan keamanan semua pihak, baik yang di dalam area maupun yang di luar area. Dengan adanya pembatas tersebut maka diharapkan orang yang tidak terlibat dalam kegiatan pembangunan tidak memasuki area pembangunan karena berbahaya, misal terjatuh ke lubang galian atau kejatuhan benda atau tersandung material bangunan. Bidang pembatas bisa berupa pagar, terpal, rambu atau tanda peringatan atau jaring. Pembatas berupa jaring pada bangunan tinggi bisa membatasi kemungkinan bahan material atau pecahan bangunan terlempar ke luar dari area yang dapat menyebabkan kecelakaan bagi pihak lain. Bidang pembatasjuga demi keamanan kegiatan pembangunan dari misal ancaman pencuri atau pemulung yang mengambil benda yang diperlukan yang disimpan di area pembangunan.
Pada banyak kegiatan rehabilitasi bangunan cagar budaya, selain bidang pembatas juga ada bangunan pelindung dan/atau pelindung komponen bangunan. Bangunan pelindung digunakan untuk melindungi bangunan cagar budaya dan komponen-komponen bangunan yang ada di dalamnya atau di bawahnya. Pelindung komponen bangunan digunakan untuk melindungi komponen bangunan yang penting yang tidak atau belum dibongkar dari ancaman kerusakan karena kegiatan rehabilitasi di sekitarnya. Bangunan pelindung dan pelindung komponen bangunan ini bisa terbuat dari terpal, seng hingga galvalum dengan rangka bisa dari bambu, kayu, besi atau baja ringan tergantung dari perencanaan dan anggaran yang ada.
Bangunan pelindung digunakan ketika ada suatu bangunan cagar budaya yang dibongkar genteng penutup atapnya. Maka sebelum penutup atap dibongkar, bangunan pelindung harus dipasang terlebih dulu agar rangka atap yang berada di bawah genteng yang terbuat dari kayu tidak rusak akibat hujan atau panas. Karena jika terkena panas dan hujan dalam jangka waktu yang lama selama proses rehabilitasi maka dikhawtirkan akan mempercepat kelapukan kayu, padahal tujuan dari rehabilitasi adalah untuk memperbaiki bagian bangunan yang rusak danmeningkatkan keawetan dari komponen bangunan yang ada. Pelindung komponen bangunan digunakan misalnya untuk melindungi plafon bangunan yang dipertahankan ketika genteng penutup atap dan rangka atap dibongkar. Adanya pelindung tersebut diharapkan mencegah kerusakan plafon karena kejatuhan genteng saat pembongkaran. Pelindung komponen bangunan juga diperlukan misalnya untuk melindungi jendela atau pintu kaca yang dilestarikan dari kegiatan pembangunan yang ada di sekitarnya agar jendela atau pintu itu tidak pecah atau rusak.

Pada foto yang menyertai tulisan ini terlihat bangunan pelindung dari konstruksi baja ringan dengan atap galvalum yang didirikan di atas atap ruang aula /olah raga pada kegiatan rehabilitasi bangunan cagar budaya di SMA Negeri 3 Yogyakarta. Bangunan pelindung diperlukan karena genteng penutup atap dibongkar dan rangka atap yang ada di bawahnya akan diperbaiki.(DD)


 
 
Statistik
00221718
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945