Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Artikel
Kategori : Budaya
rakerdais I 2016

Cinta Putri Salju

Photography solo exhibition

Pameran Angkatan 2012 ISI Jogja #ObaraAbir

Lautan Jilbab

Recycled Flashion Show by Wiwiek Poengki

Lomba Band & Menggambar-Mewarnai

Festival Budaya Klasik untuk Lestarikan Budaya di Lereng Merapi

PAMERAN SENI "HOMO BARBARUS"

PAMERAN SENI "HOMO BARBARUS"

Menyajikan data ke- 1-10 dari 119 data.
Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 »

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (10)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (33)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (72)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (10)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
Rebo Pungkasan
« Kembali

Tanggal artikel : 19 November 2015
Dibaca: 58080 kali

Untuk menolak penyakit / marabahaya dan untuk mensyukuri rejeki yang telah diterimanya, masyarakat Wonokromo, Plered, Bantul melaksanakan ritual Rebo Pungkasan pada hari Selasa malam Rabu terakhir bulan Sapar, yakni tanggal 29 November 2016, mulai jam 19.00 WIB. Masyarakat meng-arak lemper raksasa dan jodhang dari masjid Al Huda menuju balai desa Wonokromo. Acara dilanjutkan dengan pemotongan lemper raksasa dan perebutan lemper dan jodang hasil bumi.

The word ”Rebo Pungkasan” refers to the last Rebo  (the last Wednesday) of the Javanese month of Sapar. This Rite will be held on Tuesday evening, 29 November 2016, in Wonokromo, the Sub-district of Pleret in Bantul, starting with a communal prayer at the local mosque of Wonokromo.  It goes on with a procession  delivering  a  “lemper raksasa” ( an immense Javanese food made of glutinous rice) to the village meeting hall, where the stuff is eventually cut to pieces. This event is concluded with the people fighting over the ordinary “lempers” and the “jodhangs” of crops. It constitutes the people’s expectation to God to reject any disease and any other calamities, and the attempt to conserve the lofty values of the ancestors.

 
 
Statistik
00212238
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945