Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Artikel
Kategori : Budaya
rakerdais I 2016

Cinta Putri Salju

Photography solo exhibition

Pameran Angkatan 2012 ISI Jogja #ObaraAbir

Lautan Jilbab

Recycled Flashion Show by Wiwiek Poengki

Lomba Band & Menggambar-Mewarnai

Festival Budaya Klasik untuk Lestarikan Budaya di Lereng Merapi

PAMERAN SENI "HOMO BARBARUS"

PAMERAN SENI "HOMO BARBARUS"

Menyajikan data ke- 1-10 dari 119 data.
Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 »

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (11)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (39)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (73)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (11)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
We Went Wild
« Kembali

Tanggal artikel : 7 September 2015
Dibaca: 6411 kali

Jogja Contemporary dan Krack Studio berkolaborasi untuk memamerkan karya-karya baru Agugn Prabowo (Bandung, Indonesia, 1985; agugn.tmblr.com). Dia lulus pada tahun 2010 dari Institut Teknologi Bandung, jurusan seni grafis. Sekarang, ia dikenal sebagai seniman yang mendayagunakan teknik seni grafis Linocut.

Pada karya sebelumnya, Agugn mengeksplorasi gagasan ambigu tentang ketakutan; ambiguitas pada ketakutan berkisar pada masalah bahwa ketakutan, yang umumnya tidak diinginkan, dapat memiliki konsekuensi yang tak terduga namun pada akhirnya layak. Ulikan berkarya yang baru ini, memperluas konsep dan berpusat pada gagasan tentang bagaimana perlindungan (terhadap ketakutan) sebenarnya adalah paradoks. Seniman ini baru saja menjadi seorang ayah, dua tahun lalu, dan situasi ini memberi cahaya baru pada hidup dan prioritas hidupnya. Dia ingin melindungi bayinya – yang kemudian dinamai Lino Apta - dan membuatnya tetap aman dari bahaya, bagaimanapun, dia tahu, dalam antisipasinya sambil tetap cemas, bahwa perlindungan (terhadap ketakutan)pun memiliki batas-batas, jadinya paradoks ...

Dalam pameran tunggal “unguarded guard” di Jogja Kontemporer, ia menunjukkan serangkaian karya baru menggunakan teknik Linocut, Photolithography dan kombinasi keduanya. Semua karya dicetak pada kertas buatan tangan. Dan di pameran tunggalnya “We Went Wild” di Krack Studio, ia menunjukkan sebuah buku buatan tangan seniman (ada 10 edisi, juga tersedia dalam versi cetakan digital, dan setiap halaman berbingkai juga. Ini adalah hasil kolaborasi dengan anaknya, menggunakan Linocut dan teknik letterpress.

 
 
Statistik
00221712
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945